
Dalam artikel terbaru dari fitur baru kami yang mengulas kembali kejadian di pekan ini pada lima, sepuluh, dan 15 tahun lalu, laga internasional dan transfer pemain menjadi kisah hari ini...
LIMA
Sepertinya tak ada penggemar Chelsea di belahan Bumi mana pun yang lupa akan akhir dari perjalanan kami di Liga Champions, tapi berapa banyak yang mengingat awalnya?
Pekan ini lima tahun yang lalu, yang menjadi fokus adalah mengawali fase grup dengan meyakinkan dan bukannya memikirkan apa yang akan terjadi di Munich pada Mei tahun berikutnya, meski kedua fase berbeda itu memiliki kesamaan - lawan asal Jerman.
Laga pembukaan ajang terbesar antar klub Eropa itu diawali dengan menghadapi Bayer Leverkusen yang diperkuat oleh pemain yang familiar. Michael Ballack meninggalkan Chelsea setahun sebelumnya setelah empat musim di Stamford Bridge, dan ia kembali sebagai lawan.
"Saat pertama kali melihat hasil undian, aku merasa sangat senang baik untuk pribadi maupun klub," katanya semalam sebelum hari pertandingan.

Terdapat spekulasi sebelum laga tentang apakah Ballack akan bermain sejak menit pertama di laga itu. Akhirnya, pemain berusia 34 tahun itu menjadi starter dan tampil di 65 menit pertama. Ia mendapat peluang bagus untuk mencetak gol namun peluang satu lawan satu itu digagalkan Petr Cech.
Semenit setelah mantan kapten timnas Jerman itu meninggalkan lapangan, Chelsea sukses memecah kebuntuan lewat David Luiz yang memainkan laga pertamanya di musim itu lantaran cedera. Ia menjadi starter dan menyelesaikan sebuah pergerakan yang rapi dengan tembakan ke sudut bawah gawang dari tepi kotak penalti. Selebrasinya sangat bersemangat. Itulah laga Liga Champions pertamanya untuk klub.
Leverkusen, yang diperkuat Andre Schurrle, dibobol Juan Mata di menit-menit akhir dan skor menjadi 2-0. Kedua klub tersebut akhirnya lolos ke fase gugur.
SEPULUH
Ada beberapa laga yang bisa diambil dari pekan ini antara lima dan sepuluh tahun yang lalu. Mengulang tahun 2006, kami mengawali Liga Champions dengan kemenangan 2-0 atas tim tamu dari Bundesliga, Werder Bremen, dan Michael Ballack masih mengenakan seragam kami.
Bahkan, ia menciptakan momen paling mengesankan di laga itu, lewat tendangan penalti.
Michael Essien membuat kami unggul 1-0 lewat gol perdananya untuk the Blues di ajang Eropa berkat usaha keras Frank Lampard. Banyak orang mengharapkan gelandang Inggris itu untuk menjadi eksekutor penalti ketika Didier Drogba dilanggar di babak kedua. Tapi, Lampard sudah gagal mengeksekusi tiga dari empat tendangan penalti terakhirnya untuk klub dan negaranya dan setelah mengambil bola, ia memberikannya ke Ballack. Bola kemudian ditendang keras ke sudut kanan atas gawang tim lawan yang menjadi gol pertama pemain Jerman itu untuk Chelsea (gambar di bawah).
"Sebelum pertandingan aku bicara kepada Michael dan kami putuskan, jika kami mendapat hadiah tendangan penalti, dialah yang akan menjadi eksekutornya," jelas Lampard.
"Aku tahu pasti banyak yang menanyaiku seusai laga tapi yang terpenting adalah tim mencetak penalti dan mendapat manfaatnya, bukan siapa yang menendangnya. Kami tak tahu siapa yang akan mengambil tendangan penalti di kemudian hari, tapi yang terpenting adalah mencetak gol."
"Michael baru saja melakukannya, tapi akulah yang akan menjadi penendang penalti Chelsea mendatang..."
Lamps menepati kata-katanya itu.

LIMA BELAS
Pekan ini 15 tahun yang lalu, agenda Chelsea di sepakbola Eropa arus dihapus akibat tragedi 9/11.
Sehari setelah serangan di New York dan Washington DC, UEFA membatalkan semua laga di pekan itu sehingga lawan kami, Levski Sofia, yang sudah mendarat di Inggris arus kembali sepekan berikutnya untuk menjalani leg pertama EUFA Cup.
Di akhir pekan, kami berlaga di White Hart Lane dan kami datang ke London utara itu dengan bekal tak pernah kalah sejak 1987.
Pada 2001, Chelsea terus menang tipis. Jimmy Floyd Hasselbaink menanduk umpan silang Frank Lampard di penghujung masa perpanjangan waktu babak pertama dan ia kemudian mengembalikan keunggulan tim setelah sebelumnya disamakan oleh Teddy Sheringham.
Menjadi pertanda bahwa malam itu adalah malam kami, Neil Sullivan yang menjaga gawang Spurs berhasil menepis tembakan penalti Hasselbaink, bola kemudian mengenai kedua tiang dan masuk.
Namun, Sheringham kembali menyamakan kedudukan di menit 89 dan tak lama kemudian, Lampard, yang baru dua bulan di Chelsea, diusir wasit. Mungkin malam itu bukanlah malam kami.
Tapi kami tak khawatir. Sebuah sepak pojok di masa perpanjangan waktu berujung pada gol kemenangan kedua the Blues yang dicetak di masa perpanjangan waktu. Eidur Gudjohnsen menyambut umpan Emmanuel Petit dan tak ada yang menghentikan Marcel Desailly di tiang jauh (gambar di atas). 3-2 dan tiga poin dari White Hart Lane.