Tuesday, January 31, 2017

Komentar: Emosi yang Bercampur


Antonio Conte tahu betul kami bisa menang di Anfield dini hari tadi, namun sang pelatih masih meninggalkan markas Liverpool dengan puas meraih satu poin setelah pertandingan yang sulit melawan pasukan Jurgen Klopp.
Conte ditanya apakah ia merasa frustrasi karena gagal menang setelah penalti Diego Costa berhasil ditepis, atau senang karena tidak kalah mengingat hasil tim-tim lain ...
'Setengah setengah!" sahutnya.
"Saya senang dengan kinerja pemain saya. Ini bukan saat yang mudah untuk melawan Liverpool setelah mereka menelan tiga kekalahan."
"Ini tidak mudah untuk bermain dengan atmosfer ini di Anfield juga dan untuk alasan ini saya bangga dengan pemain saya untuk karakter yang mereka tunjukkan malam ini."
"Laga ini luar biasa, sangat sulit, intensitasnya besar, banyak tekanan dari kedua tim, dan untuk alasan ini ada banyak kesalahan."
"Bila ada pertandingan dengan intensitas tinggi itu sangat sulit untuk melihat kesalahan dan mencoba untuk mengoreksinya, tapi saya pikir kami memainkan pertandingan yang sangat bagus."
"Itu tidak mudah untuk bermain dengan intensitas yang sama seperti Liverpool, dan juga memiliki peluang yang berbeda untuk memenangi laga. Kami harus puas."
"Ini adalah hasil yang bagus pastinya. Bila Anda memiliki peluang bagus, penalti pada menit ke-76, pasti Anda berpikir Anda bisa menang dan meraih tiga poin."
"Diego menendang bola dengan sangat baik dan Mignolet membuat penyelamatan bagus. Juga, setelah situasi ini, kami memiliki dua peluang untuk mencetak gol kedua, tapi itu tidak terjadi."
"Sekarang penting untuk memulihkan diri dengan sangat baik karena kami menggunakan banyak energi."
David Luiz mencetak gol kami dengan tendangan bebas fantastis
"Di antara Willi dan David Luiz ada ikatan yang hebat. Dia melepas tendangan bebas yang hebat. Saya senang untuk David karena dia bermain sangat baik."
"Sangat penting baginya untuk melupakan gol ini dan tetap fokus untuk pertandingan berikutnya melawan Arsenal."
Jendela transfer ditutup malam ini
"Inilah situasi kami. Tidak ada berita baru. Kami memiliki pemain yang sama yang bermain di paruh pertama musim ini. Kami sekarang memiliki Nathan Ake, pemain muda kami dari Akademi kami, dan kemudian Kenedy dan Musonda, yang kembali."
"Kami memiliki pemain yang sama, kami belum berubah. Saya sangat senang karena jendela transfer ditutup dan sekarang kami juga bisa berpikir tentang paruh kedua musim ini. Saya senang bekerja dengan pemain saya, saya bangga. Tapi tidak ada pemain baru untuk tim kami."
Arsenal kalah di kandang melawan Watford menjelang perjalanan mereka ke Stamford Bridge, Sabtu
"Pastinya kami menghadapi tim hebat lainnya, karena Arsenal bisa bersaing meraih gelar. Jangan lupa di pertandingan sebelumnya kami kalah 3-0 di laga tandang. Ini bisa menjadi kesempatan yang baik bagi kami untuk menunjukkan bahwa sekarang kami adalah tim yang sama sekali berbeda jika Anda bandingkan dengan laga sebelumnya."
"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, tapi kami bermain di kandang, dan ini sangat penting. Minggu ini sangat penting bagi kami, dan kami ingin menyelesaikan pekan ini dengan cara yang benar dengan mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan melawan Arsenal tersebut."

Laporan: Liverpool 1 Chelsea 1

Gol pertama David Luiz sejak kembali ke Chelsea menghasilkan satu poin untuk kami di Anfield setelah laga sengit melawan tim Merseyside. 
Kami akan meraih tiga poin jika Diego Costa berhasil mengonversi penalti. Gol penyeimbang dicetak Georginio Wijnaldum di babak kedua, namun di saat kedua rival terdekat kami gagal menang ini adalah hasil yang sangat memuaskan.
Gol indah David Luiz tercipta di menit ke-24 lewat sebauh tendangan bebas di penampilan ke-100 nya di Premier League untuk Chelsea. Wijnaldum menyamakan skor dengan gol sundulan  setelah jeda dan Mignolet menggagalkan penalti Diego Costa sehingga laga berakhir dengan hasil imbang.
Arsenal, yang kalah di kandang dari Watford, akan menjadi lawan kami selanjutnya.
Willian dipilih menjadi pemain inti ketimbang Pedro, bersama Diego Costa dan Eden Hazard, ini adalah susunan pemain yang sama saat kami melawan Hull.
Sadio Mane ada di bangku cadangan Liverpool setelah kembali dari Piala Afrika, sementara Joel Matip menggantikan Ragnar Klavan.
Liverpool bermain lebih baik di awal laga, dengan menguasai 87 persen penguasaan bola dalam 15 menit pertama. Namun, itu tidak melahirkan peluang berbahaya di depan gawang kami, meski Georginio Wijnaldum sempat membuat Thibaut Courtois melakukan penyelamatan.
Beberapa skema serangan balik menunjukkan awal dari permainan menyerang kami, dan tidak butuh waktu lama sampai kami meraih keunggulan di Anfield.
Hazard dijatuhkan pada jarak 22 meter dari gawang, di sebelah kiri luar kotak penalti. Sepertinya Willian yang akan akan mengambil tendangan bebas, namun justru David Luiz yang mengeksekusi dan bola berhasil melewati pagar pemain serta berarang di pojok bawah gawang. Kejutan dan eksekusi akurat berhasil memberikan tipuan. Laga sudah berjalan 24 menit.
David Luiz nyaris menggandakan keunggulan lewat sebuah tendangan bebas yang dieksekusi Willian, dan sang bek juga bermain solid di lini belakang, bertahan dengan solid dan sempat mendapatkan cedera. Untungnya, penampilannya tidak berhenti sampai di situ.
Jalannya pertandingan hingga jeda pasti trasa familiar bagi suporter tuan rumah yang menonton laga keempat di stadion ini dalam 10 hari terakhir. Pasukan Klopp menguasai bola namun tak banyak membuat peluang, sementara the Blues berhasil mengatasi tekanan yang datang ke area kami dan tetap memberikan ancaman ke pertahanan lawan. Apakah cerita ini terulang setelah jeda?
Hanya butuh waktu tiga menit untuk menciptakan peluang bagus setelah kami kehilangan bola di area permainan lawan. Hzard menggiring bola dengan baik untuk melewati Clyne, namun ia kehilangan bola dan terlepas ke Roberto Firmino yang tidak terkawal. Dia melepaskan tembakan dari jarak sembilan meter, namun melebar.
Moses menembakkan bola dari sudut sempit setelah berhasil melewati Milner, dan kemudian Willian memilih untuk melepaskan tembakan setelah pergerakan bagus dari Hazard.
Serangan berikutnya menghasilkan gol kedua laga ini, dan itu untuk Liverpool. Henderson melepaskan umpan silang dari sisi kanan pertahanan kami dan bola disundul Milner ke ke kotak penalti dalam kami. Bola melewati Moses dan jatuh di kaki Wijnaldum, yang berhasil menendang bola untuk menaklukkan Courtois.
Intensitas dan tekanan Liverpool berkembang dengan kepercayaan diri yang mulai bangkit. Chelsea harus tetap kuat.
Pedro masuk menggantikan Hazard dengan 20 menit tersisa dan Mane juga masuk ke lapangan setelahnya.
Diego Costa memiliki kesempatan sempurna untuk membawa kami unggul dari tendangan penalti di menit 76, namun Mignolet berhail menebak arah bola, di sisi kanannya, dan menepis bola keluar. Hukuman penalti itu adalah pelanggaran Matip terhadap sang striker saat ia berlari dan menunjukkan kemampuannya menusuk pertahanan lawan.
Laga semakin sengit jelang berakhir, umpan-umpan panjang semakin sering terjadi. Cesc Fabregas dimasukkan untuk memberikan kestabilan proses serangan kami, demi memberikan dampak yang bagus.
Pedro dua kali nyaris mencetak gol, yang pertama dihentikan oleh tekel Henderson dan kemudia tembakan kaki kirinya hanya sedikit melebar. Di hadapan tribun suporter Chelsea, Firmino melepaskan sundulan ke arah Courtois yang menjadi peluang terakhir di laga ini.
Ini adalah hasil imbang pertama kami sejak bulan September, namun terasa berbeda kali ini dengan ujian berat lainnya sudah kami lewati.
Chelsea (3-4-3): Courtois; Azpilicueta, David Luiz, Cahill (k); Moses, Kante, Matic, Alonso; Willian (Fabregas 83), Diego Costa (Batshuayi 90+4), Hazard (Pedro 72).
Cadangan tak dimainkan Begovic, Terry, Zouma, Chalobah.
Pencetak gol David Luiz 24
Kartu kuning Willian 79

Liverpool (4-3-3): Mignolet; Clyne, Matip, Lovren, Milner; Wijnaldum, Henderson (k), Can; Lallana (Origi 90), Firmino, Coutinho (Mane 75).
Cadangan tak dimainkan Karius, Klavan, Moreno, Lucas, Sturridge, Origi.
Pencetak gol Wijnaldum 57
Kartu kuning Henderson 45, Milner 57

Wasit Mark Clattenburg
Penonton 53.157

Kante: Leicester, Liverpool dan memimpin dari depan

Tags
N’Golo Kante mengingat kembali laga tandang terakhir kami di tempat yang familiar serta menatap laga yang sudah menanti kami di Anfield dini hari nanti…

Karier N’Golo Kante di Premier League memang baru berjalan selama 18 bulan, tapi pengaruh yang diberikan oleh gelandang bertubuh mungil ini pada sepakbola divisi teratas Inggris telah banyak mendapat pujian.
Mungkin sebagian dikarenakan ia relatif belum dikenal ketika tiba di Leicester pada musim panas 2015, dan sebagian lagi karena kesuksesan yang ia raih setelah itu. Tak ada pemain aktif di Inggris, yang telah bermain 50 kali atau lebih, yang memiliki persentase kemenangan lebih baik daripadanya.
Sebagian besar kemenangan-kemenangan itu diraih pada musim 2015/16, di mana Leicester secara sensasional berhasil menjadi juara liga. Awal bulan ini, Kante kembali bermain di King Power Stadium, setelah tidak dimainkan di laga Capital One Cup pada September. Laga itu menjadi sebuah laga yang patut dikenang.
“Aku melalui musim yang istimewa di sana, dan bertemu dengan orang-orang, staf, pemain, pelatih yang hebat, jadi senang sekali bisa kembali ke sana,” katanya kepada situs resmi Chelsea.
“Para suporter bertepuk tangan ketika namaku disebut dan ini bagus. Sebelum pertandingan, aku sempat tertawa bersama Ranieri, ketika ia memberiku headlock! Ia pria yang baik dan aku banyak belajar darinya.”
“Dan setelah itu kami pun memenangi pertandingan, jadi itu hari yang baik.”
Kante menjelaskan perbedaan beberapa aspek kehidupan di Leicester dan Chelsea, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pemain 25 tahun itu memberi perbandingan dengan hidup di London dengan di Paris, tempat tinggalnya semasa muda di Perancis – orang-orangnya, lalu lintasnya, pemandangannya. Leicester tempat yang lebih kecil dan sepi.
Jika menyangkut hal-hal di lapangan, sepertinya juga ada perubahan sejak kepindahannya ke Stamford Bridge. Ia mengidentifikasi tiga fungsi kunci yang ia mainkan di bawah kepemimpinan Antonio Conte.
“Di Leicester, rencananya adalah tetap kompak dan maju dengan bola ketika kami melakukan serangan balik.”
“Di Chelsea, kami bermain dengan formasi yang berbeda. Caraku bermain di sini adalah melindungi ketiga bek, mengendalikan keseimbangan permainan dari lini tengah serta menemukan penyerang lewat operan-operanku.”
“Aku senang dengan posisi ini dan dengan caraku memainkannya.”
Kemudian kami menuju ke laga dini hari ini, di Anfield, di mana tuan rumah akan berupaya terhindar dari kekalahan keempat beruntun di kandang. Dari pertemuan sebelumnya pada September lalu, Kante tahu bahwa skuat Chelsea tak boleh terlalu berpuas diri.
“Ini laga yang berbeda, kami harus berpikir tentang diri kami sendiri, bukan penampilan mereka. Liverpool adalah sebuah tim yang bagus yang memiliki pemain-pemain yang mampu mencetak gol kapan saja.”
“Mereka suka menekan hingga ke depan. Jika kami bisa keluar dari tekanan itu, kami bisa mendapat posisi yang bagus untuk menyerang balik.”
“Sekarang kami berada di urutan pertama dan kepercayaan diri bagus, tapi kami tahu perjalanan masih panjang. Pekan ini kami punya dua laga yang sangat penting, melawan dua tim yang terdekat dengan kami. Jika kami bisa mengatasi mereka, kami bisa melaju jauh.”

Conte: Berubah atau tidak

Tags
Jelang laga dini hari nanti, Antonio Conte bicara soal keterbukaannya terhadap ide-ide baru dan yakin dengan apa yang dilakukan…

Memang berat jika melihat jadwal pertandingan yang mempertemukan kami dengan Liverpool dan Arsenal dan kekalahan beruntun dari kedua lawan tersebut pada September yang pada akhirnya menjadi momen perubahan bagi Chelsea.
Adalah pada laga kandang melawan pasukan Jurgen Klopp, yang akan kami hadapi malam ini, serta kekecewaan besar di markas Arsenal, yang memicu terjadinya perubahan formasi dan hasil-hasil pertandingan yang menyusul, dan membuat semua orang yakin bahwa cara Antonio Conte itu adalah cara yang tepat.
“Itu mengubah sesuatu di pikiran kami, dalam cara berpikir kami,” konfirmasi Conte. “Sepakbola jenis baru, ide baru, dan juga menemukan solusi yang tepat untuk bisa diadaptasi dengan lebih baik, baik aku dengan para pemain dan para pemain denganku.”
“Setelah dua kekalahan, kami mengerti bahwa cara kami kurang baik, dan jika kami ingin untuk tidak mengulangi musim yang buruk, tentu kami harus mengubah sesuatu, dan ini terjadi. Aku puas untuk ini, untuk para pemainku, karena mereka menunjukkan niat untuk berubah, untuk menemukan solusi baru dan mengubah musim kami.”
Beberapa orang mungkin berkata bahwa kini Liverpool sedang berada dalam persimpangan setelah hanya bisa meraup dua poin dari sembilan laga di bulan Januari dan tersingkir di dua kompetisi piala, tapi karena mereka adalah tim telah memainkan rencana manajer mereka, Conte melihatnya dengan sudut yang berbeda.
“Liverpool mengawali musim dengan sangat baik, memainkan sepakbola atraktif dan ini adalah cara yang benar,” kata orang Italia ini, “tapi ketika Anda kalah dan Anda punya ide sepakbola, Anda harus melanjutkannya dan yakin dengan ide Anda.”
“Momen seperti ini terjadi ketika Anda kalah dan Anda merasa itu bukanlah cara yang benar, tapi ketika punya filosofi, Anda harus mengatasi periode negatif dan kurasa tim Klopp memainkan sepakbola yang atraktif dan mereka bermain dengan sangat baik.”

Sunday, January 29, 2017

Ake: Senang Bisa Kembali

Tags
Setelah bermain penuh untuk pertama kalinya untuk Chelsea sejak Oktober 2014, Nathan Ake merasa dia kini adalah pemain yang lebih lengkap berkat pengalamannya sebagai pemain pinjaman. 
Pemain asal Belanda itu dimainkan di posisi bek sayap kiri untuk laga putaran keempat Piala FA melawan Brentford dan ia menikmati kemenangan di Stamford Bridge saat kami mengalahkan rival London barat kami dengan skor 4-0.
Itu adalah laga pertamanya untuk the Blues setelah dipinjamkan ke Bournemouth, klub tempat ia membuat 10 penampilan Premier League dan di masa peminjamannya di Watford, ia sudah tampil 24 kali di liga di musim sebelumnya.
"Sangat menyenangkan bisa kembali ke sini, untuk bermain 90 menit dan untuk mendapatkan kemenangan," kata pemain berusia 21 tahun itu, yang memainkan laga ke-13 nya untuk Chelsea dan pertama kalinya sejak bermain selama 17 menit melawan West Brom pada Mei 2015.
"Saya telah banyak berkembang sebagai pemain [sejak saat itu], saya telah mendapatkan banyak pengalaman dalam dua tahun terakhir dan memainkan banyak laga. Saya mungkin merasa lebih berpengalaman - tidak terlalu banyak, tetapi lebih daripada sebelumnya."
"Di Premier League itu sulit. Ketika saya pergi ke Watford, saya mungkin masih muda, tapi saya belajar banyak selama musim itu dan kemudian musim ini bermain sebagai bek tengah Anda harus memenangi duel bola di udara."
"Saya saat itu berusia 19 tahun atau sekitar itu ketika saya pergi, yang merupakan usia yang baik untuk pergi dengan status pinjaman dan mendapatkan pengalaman dan memainkan banyak laga. Itu penting bagi saya, saya membutuhkannya. Anda belajar begitu banyak bermain setiap pekan dan Anda datang kembali menjadi pemain yang lebih lengkap."
Pengalaman seperti itu tidak diragukan lagi membantu Ake untuk bermain di peran barunya sebagai bek sayap kiri saat kembali ke Stamford Bridge, setelah sering bermain sebagai bek tengah untuk Bournemouth musim ini."
"Ini posisi yang sulit, tentu saja, tapi saya menikmatinya," katanya. "Butuh banyak pergerakan naik dan turun, jadi Anda perlu banyak energi. Saya agak lelah di akhir laga. Ini adalah pertama kalinya bagi saya."
"Anda harus lebih sering maju dan jika bola berada di sisi lain Anda pada dasarnya menjadi pemain sayap."
"Pada hari pertama saya kembali, [Antonio Conte] memanggil saya ke kantornya dan menjelaskan posisi  berbeda yang dilihatnya bisa saya mainkan dan apa yang dia harapkan dari saya ketika saya bermain di posisi tersebut."
"Baginya, usia tidak masalah. Saya hanya perlu menunjukkan kepadanya saya siap untuk berada di sini dan itulah yang saya coba lakukan dalam latihan. Itu hal yang positif ketika dia menelepon saya kembali dan itu memberi saya banyak kepercayaan diri."

Laga Internasional: Ghana ke Semifinal

Tags
Christian Atsu memenangkan penalti yang mengamankan tempat Ghana di semifinal Piala Afrika menyusul kemenangan 2-1 atas DR Kongo...
Babak pertama laga ini begitu menjemukan dan memberikan sinyal babak kedua tak akan berjalan seru, ketika Ghana menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik di area sepertiga akhir lapangan.
Meskipun sepakan Jordan Ayew berhasil membawa mereka unggul, pasukan Avram Grant kembali menyamakan skor lewat gol indah yang bisa menjadi kandidat gol terbaik turnamen ini lewat aksi Paul-Jose M'Poku.
Namun, Ghana akhirnya melangkah ke semifinal, dan Atsu menjadi penentu saat pergerakannya ke kotak penalti lawan dihentikan oleh sebuah dorongan. Kakak kandung Ayew, Andre, berhasil mengeksekusi penalti dengan 12 menit tersisa.
Atsu, yang telah bermain dengan status pemain pinjaman di Newcastle United di Divisi Championship musim ini, nyaris mencetak gol jelang laga berakhir saat sepakannya setelah bergerak menggiring bola digagalkan oleh sebuah aksi penyelematan yang bagus.
Langkah Ghana untuk meraih gelar Piala Afrika pertama mereka sejak 1982 berlanjut ketika mereka menghadapi Kamerun di semifinal kedua di Franceville pada hari Kamis, sementara Bertrand Traore dan Burkina Faso menunggu hasil pertandingan Mesir dan Maroko untuk mengetahui siapa lawan mereka di Libreville pada hari Rabu.

Fabregas: Pemain berbeda

Tags
Cesc Fabregas bermain bersama banyak pemain muda Chelsea saat menang di FA Cup pada Sabtu malam. Seusai laga, si pemain Spanyol memuji kontribusi dan komitmen tim secara keseluruhan.
Tiga gol dari permainan terbuka yang terjadi sebelum tendangan penalti Michy Batshuayi yang menyudahi perlawanan Brentford dengan skor 4-0 kemarin dicetak oleh tiga pemain senior yaitu WillianPedro dan Branislav IvanovicNathan Ake, yang belum lama ini ditarik dari masa peminjamannya, bergabung dengan sesama produk Akademi Chelsea lainnya, yaitu Ruben Loftus-Cheek dan Nathaniel Chalobah di starting line-up.
“Penampilan Ake fantastis,” kata Fabregas saat menilai permainan si pemain berusia 21 tahun itu, yang sebelumnya berposisi sebagai bek sayap namun dimasukkan ke dalam skema tiga bek.
“Sejak aku berada di sini, ia sudah berlatih bersama tim di pramusim dan aku selalu merasa bahwa ia pemain muda yang fantastis. Bagus sekali semua pemain muda kami menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan di laga-laga seperti ini dan juga menang, sesuatu yang penting dalam membangkitkan kepercayaan diri karena ini tidaklah mudah. Kami hanya bermain di Premier League dan FA Cup, jadi tidaklah mudah mendapat menit di tim ini tapi mereka mendapat banyak menit di laga ini dan menunjukkan kepada manajer apa yang bisa terjadi jika membutuhkan mereka, dan ini bagus.”
Fabregas menunjuk ada beberapa aspek yang seharusnya bisa dieksekusi dengan lebih baik saat melawan tim asal divisi Championship itu tapi itulah mengapa laga-laga seperti itu sangat bermanfaat untuk “menyetel” skuat, dan tak ada tanda-tanda berpuas diri dari si pemuncak klasemen. Jika memori kekalahan dari Bradford yang secara kebetulan juga tertinggal 2-0 di Stamford Bridge di babak yang sama dua musim yang lalu masih belum cukup, kekecewaan hasil-hasil lain di pekan ini sudah cukup memberikan pesan yang jelas.
“Lebih baik belajar dari kesalahan tim lain, seperti apa yang terjadi pada Liverpool dan kami melihatnya,” kata Fabregasnya. “Menjadi sebuah pelajaran yang berharga, sebelum memasuki lapangan Anda harus memberikan 100 persen. Ada banyak wajah berbeda di laga ini tapi pekerjaan mereka profesional. Kami tampil dengan baik, kami memberikan segalanya dan kami puas.”
Berikutnya adalah laga kontra Liverpool.
“Kami punya waktu tiga hari untuk mempersiapkan diri dengan baik dan pastinya manajer dan tim akan melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi laga yang kurasa akan menjadi sebuah laga yang fantastis dan kemenangan untuk kami.”

Thursday, January 26, 2017

Fabregas: Kemenangan vital

Tags
Cesc Fabregas berkata tim telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tantangan berat dari Hull dan si pemain Spanyol itu puas atas kemenangan penting itu.
Fabregas tampil dari bangku cadangan di babak kedua dan menghasilkan sebuah umpan dari bola mati yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Gary Cahill menjadi gol kedua dalam laga yang berakhir dengan skor 2-0 itu. Diego Costa sukses memecah kebuntuan tepat sebelum turun minum lewat sebuah tembakan menyelesaikan umpan silang Victor Moses dan membuat keunggulan kami di puncak klasemen melebar menjadi delapan poin.
“Pertama-tama aku ingin berkata, atas nama Chelsea dan tim, kami berdoa agar Ryan Mason cepat sembuh,” kata sang gelandang, menyusul insiden yang membuat pemain Hull itu dibawa ke rumah sakit akibat menderita cedera serius setelah beradu kepala dengan Cahill.
“Itu laga yang sangat sulit, kami tahu ini akan sulit sejak awal,” imbuhnya. “Kami telah mempersiapkan diri dengan baik untuk ini dan ini terbayar sudah. Tak ada laga yang mudah di Premier League tapi kami harus puas dengan hasil ini karena ini tiga poin yang kami inginkan.”
“Setelah akhir pekan ini, di mana ada beberapa hasil yang tak terduga, kami tahu kami harus menang di dua laga sulit dalam situasi di mana kami mendapatkan keuntungan yang kami inginkan.”
“Mungkin di babak pertama kami tidak menggerakkan bola secepat yang seharusnya, tapi terkadang Anda harus menang lewat cara yang tidak cantik.”
Fabregas kembali mencatatkan assist setelah menggantikan Eden Hazard di menit 69, ketika tendangan bebasnya ditanduk Cahill ke gawang lawan.
“Itu bagus,” katanya. “Aku bermain sepakbola untuk menang dan dinikmati. Ketika tidak bermain, aku merasa sedih dan aku tidak menikmatinya tapi aku senang tim telah bekerja dengan baik. Sepakbola adalah hidupku, segalanya bagiku. Setiap kali aku berada di lapangan, aku selalu berusaha memberikan yang terbaik. Dan di laga ini, (kerjaku) kembali berjalan dengan baik, jadi aku harus terus mempertahankannya dan menunjukkan kepada manajer bahwa aku layak tampil.”
Ia juga puas dengan rekan setimnya, Diego Costa, yang kembali tampil dan lagi-lagi mencetak gol vital.
“Itu gol yang bagus dan ia selalu ada saat dibutuhkan,” kata Fabregas. “Kami tahu apa yang diberikan Diego pada tim, tak ada yang perlu dijelaskan lagi. Kami senang ia kembali dan kami membutuhkan dia jika kami ingin mencapai target kami.”
Laga berikutnya bagi the Blues adalah laga di babak keempat FA Cup dengan menjamu Brentford pada Sabtu depan. Setelah itu, kami akan bertandang ke Anfield untuk menjalani laga besar di Premier League pada 1 Februari.
“Kami punya laga penting di FA Cup dan setelah itu aku yakin manajer akan mempersiapkan diri sebaik mungkin karena ia tahu bahwa Liverpool adalah salah satu tim terbaik di liga sejauh ini.”
“Kami hanya akan memainkan sepakbola kami. Kami sudah bermain dengan baik musim ini, jadi mengapa tidak pergi ke sana dan membuat pernyataan (tegas)?

Wednesday, January 25, 2017

Diego yang Mematikan: Uji pengetahuan Anda

Untuk merayakan penampilan ke-100 Diego Costa untuk Chelsea saat mengalahkan Hull akhir pekan lalu, kami berikan kuis spesial untuk menguji pengetahuan Anda tentang salah satu top skor Premier League saat ini…  

Perubahan jadwal Premier League bulan Maret

Dua jadwal pertandingan Chelsea di bulan Maret dijadwal ulang sehubungan dengan adanya siaran langsung televisi.
Laga tandang ke markas West Ham United kini dijadwalkan pada Selasa 7 Maret pukul 03:00 WIB.      
Pertandingan beriikutnya, menjamu Watford, akan dimainkan pada Selasa 14 Maret pukul 03:00 WIB meski ada kemungkinan dijadwal ulang lagi jika salah satu tim berhasil maju ke babak keenam.
Kedua pertandingan tersebut akan disiarkan secara langsung di Sky Sports.