Sunday, September 25, 2016

Ivanovic: Menyakitkan tapi tetap bersatu

Tags


Selepas kekalahan dari Arsenal, Branislav Ivanovic menjelaskan bahwa kemenangan akan datang di periode sulit ini selama mereka tetap bersatu dan percaya akan kemampuan mereka.
Bek, yang menjadi kapten menggantikan John Terry yang absen, sadar bahwa mereka mengawali laga di London utara itu dengan buruk, tapi ia kemudian mendapat semangat baru setelah mendengar apa yang dikatakan di ruang ganti.
"Kami tidak mengawali laga dengan cara yang kami inginkan," kata Ivanovic. "Kami tidak percaya dengan apa yang kami lakukan di awal laga dan kami mendapat hukumannya."
"Sebagai sebuah tim, kami tidak memberikan jawaban atas apa yang manajer minta, kami harus jujur pada diri kami sendiri dan memperhatikan detail-detail kecil. Kami harus lebih fokus dan konsentrasi di dalam pertandingan."
"Aku tahu ini sangat mengecewakan dan menyakitkan bagi kita semua, tapi opini dari setiap orang di ruang ganti mengacu ke arah yang sama. Kami harus mengacu pada itu, tetap kompak, bekerja keras dan yakin akan apa yang kami lakukan. Aku yakin kami bisa bangkit dan menjadi lebih kuat lagi. Kami harus tetap bersatu."
"Tak ada yang mudah di dalam hidup maupun sepakbola, Anda selalu mengalami pasang-surut, tapi kami tahu ketika kami berada dalam posisi yang sulit, kami harus bekerja keras dan bersiap untuk laga berikutnya. Kuharap mental kami siap untuk menghadapi tantangan itu."
Lawan kita berikutnya adalah tuan rumah Hull City pada Sabtu. Ivanovic sudaah menatap ujian itu sebaagi kesempatan untuk memperbaiki segalanya dan menunjukkan apa kemampuan kita, seperti yang kita lakukan di awal musim.
"Di liga ini, setiap laga adalah berbeda, tapi ini bukan berarti Anda harus mengubah filosofi setelah menang atau kalah."
"Kam telah bekerja dengan sangat keras dalam berbagai cara. Cara main kami sedikit berubah dan Anda selalu membutuhkan waktu. Di dua laga terakhir, itu bukan caranya Chelsea, tapi setelah ini bekerja, ini akan sangat bagus untuk kami. Kami akan sangat, sangat berbahaya."
"Kami punya sepekan untuk mempersiapkan diri menghadapi laga tandang yang sangat sulit. Kami tahu bagaimana sulitnya melawan tim yang memiliki bentuk yang berbeda dengan kami. Kami harus bekerja keras tapi ini sesuatu yang normal. Kami harus berada di puncak permainan dan performa kami dari pekan ke pekan untuk mendapatkan poin di setiap laga."
"Kami harus yakin akan apa yang kami lakukan dan hasilnya akan terlihat."

Seminggu yang lalu

Tags


Situs resmi Chelsea melihat kembali seminggu ini, baik di dalam maupun luar ruangan, lewat media sosial, cerita, dan gambar...
"Aku melihat intensitas dan komitmen yang benar dari para pemain." - Selasa, jelang laga kontra Leicester di EFL Cup, Antonio Conte berkata para pemainnya berlatih dengan baik seusai kalah dari Liverpool, yang mereka butuhkan keesokan harinya.
The Blues berhasil membalikkan keadaan dan maju ke babak berikutnya, setelah tertinggal 2-0 hingga menang 4-2. Cesc Fabregas menjadi starter di laga itu dan mencetak dua gol brilian di babak tambahan yang memastikan kemenangan kita.

Gary Cahill, yang juga mencetak gol, dan Fabregasmemuji komitmen tim yang bisa membalikkan keadaan di East Midlands.
Nathaniel Chalobah mendapat kesempatan untuk melakukan debutnya untuk Chelsea di King Power Stadium, dengan menggantikan Michy Batshuayi saat skor berimbang 2-2. Pemain 21 tahun itu mengekspresikan kegembiraannya di Twitter seusai laga.

Hasil undian babak keempat yang dilangsungkan pada Rabu malam menghadapkan kita pada derbi London, sekaligus kunjungan pertama kita ke London Stadum.

Saat bicara jelang melawan Arsenal, Conte melaporkan bahwa John Terry masih belum bisa tampil. 

"Tugaskan kurang lebih sama dengan sebelumnya, tapi satu hal, sekarang aku bisa bermain sedikit lebih ofensif, mungkin 10 persen lebih banyak dibanding musim lalu." - Nemanja Matic, yang selalu tampil di setiap pertandingan musim ini, bicara kepada situs resmi kami tentang tugasnya sebagai lini tengah Conte.

Komentar Pasca Pertandingan: Hanya Bisa Bekerja Keras

Tags


Tidak hanya dua kekalahan liga berturut-turut yang dibahas Antonio Conte setelah kunjungan pada hari Sabtu di markas Arsenal. Yang penting baginya itu adalah kekalahan dalam dua ujian besar di pekan-pekan awal masa jabatannya.
The Blues dikalahkan 3-0 setelah kekalahan kandang 2-1 melawan Liverpool yang mendahului kemenangan Piala Liga kami di markas Leicester, dan ituyang paling mengkhawatirkan bagi pelatih kepala kami adalah cara kami memulai pertandingan derby London ini. Ketika datang ke solusi yang memungkinkan, Conte konsisten dan jelas. Tidak ada jalan pintas, tidak ada perbaikan cepat. Yang dibutuhkan sekarang adalah banyak kerja keras dan apresiasi bahwa itu adalah cara terbaik ke depan.
"Kami memulai laga ini dengan cara yang buruk, dan dari menit pertama," kata Conte. Arsenal unggul lebih dulu pada menit ke-11 dan mencetak semua gol mereka sebelum jeda.
"Ini sangat aneh karena Arsenal melawan Chelsea adalah pertandingan besar," lanjutnya, "dan ketika kami bermain di laga seperti ini melawan tim yang sangat baik seperti Arsenal, Anda harus tetap terkonsentrasi dari menit pertama dan hari ini itu tidak terjadi."
"Saya dulunya pesepakbola dan itu terjadi bahwa dalam satu pertandingan Anda tidak memiliki kinerja yang baik karena banyak alasan, tapi saya berharap untuk memperbaiki situasi ini. Kami sudah kalah di dua pertandingan besar. Untuk alasan ini kami harus rendah hati dan memahami saat ini dan bahwa kami perlu bekerja keras untuk lebih baik dan mengubah nasib kami." 
Sepuluh menit memasuki babak kedua, Conte memasukkan Marcos Alonso untuk menggantikanCesc Fabregas dan tim beralih formasi ke tiga bek tengah - Branislav IvanovicDavid Luiz dan Gary Cahill - dengan sang pemain pengganti dan Cesar Azpilicueta bermain lebih jauh ke depan di sektor sayap
"Saya harus menyelesaikan masalah karena setiap pertandingan kami minimal kebobolan dua gol," jelasnya.
"Apakah itu dua bek, tiga bek atau empat bek, saya harus menemukan solusi yang tepat untuk tim ini dan saya bekerja keras untuk melakukan hal ini. "
Conte menekankan ini bukan waktu untuk mengritik para beknya, atau gelandangnya, atau para penyerang ketika menghadapi kekalahan. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh tim dan staf. Dia berbicara di awal musim tentang perlunya untuk merasakan bahaya dalam laga sebelum terjadi.
"Saya mengatakan ini sebelumnya kami mengalami dua kekalahan dan pesan ini baik untuk saat ini dan untuk masa depan," katanya. "Kami harus bekerja keras untuk lebih baik dan mengubah situasi karena sekarang kami hanya tim yang hebat di atas kertas, tidak di lapangan."
"Lapangan adalah kenyataan, itu adalah hal yang paling penting bagi kami, bukan kata-kata, bukan kertas. Kami harus mengubah ini karena musim lalu adalah musim yang buruk. Ada banyak kesulitan, tetapi jika kami memahami hal ini, kami berada dalam posisi yang bagus untuk memulihkan dan mengubah situasi."

Wednesday, September 21, 2016

Eksklusif Chelsea TV: Momen penting

Tags


Setelah melakukan debutnya untuk the Blues dini hari tadi di ajang EFL Cup yang berakhir dengan kemenangan mengesankan di Leicester City, Nathaniel Chalobah bicara secara eksklusif dengan Chelsea TV dan mengekspresikan kegembiraannya.
Pemain berusia 21 tahun itu menggantikan Michy Batshuayi 10 menit jelang waktu normal berakhir dan ia tampil dengan penuh percaya diri berpartner dengan Nemanja Matic di lini tengah.
"Aku senang sekali, ini sesuatu yang kuimpikan sejak pertama kali datang ke klub ini dan aku senang sekali ini akhirnya terjadi," kata Chalobah pada channel resmi klub.
"Manajer berkata kepadaku untuk berkonsentrasi selama berada di lapangan, memastikan aku aktif dan membantu pertahanan karena pada saat itu skor masih 2-2."
Chalobah memuji semangat timnya dengan berhasil membalikkan ketertinggalan 2-0.
"Temponya berubah setelah salah seorang pemain mereka dikeluarkan dari pertandingan tapi ini adalah laga yang sangat cepat," katanya.
"Kedua tim sangat ingin menang tapi setelah mereka kehilangan satu pemain, permainan kami kendalikan sepenuhnya. Sulit setelah tertinggal dua gol tapi teman-teman ulet dan kami tetap berusaha untuk mendapatkan hasil."

Ajang piala liga yang seru dan menegangkan

Tags


"Tipikal pertandingan sepakbola Inggris", begitulah deskripsi Antonio Conte tentang laga penuh drama di Leicester, tapi sang bos terutama berbicara soal kompetisi piala di negaranya.
Gol-gol yang menakjubkan, pembalikan keadaan yang fantastis, kartu merah, penyelamatan-penyelamatan hebat, kesalahan pemain belakang - semua terjadi di East Midlands, tapi yang terpenting adalah akhir yang membahagiakan bagi Chelsea.
Ingat ketika kita tampil dalam laga lima gol melawan tim League One Bristol Rovers di babak sebelumnya di EFL Cup musim ini, di mana kita memulai kompetisi ini melalui babak terendah untuk kali pertama sejak musim 1996/97, terakhir kali kita tidak tampil di kompetisi Eropa.
Kemenangan setelah membalikkan keadaan ketika melawan Leicester itu memiliki kejadian yang serupa di musim itu.
Terakhir kali kita menang 4-2 setelah tertinggal adalah pada Januari 1997.
Laga itu adalah laga piala liga yang epik dan tak akan terlupakan oleh penggemar Chelsea yang menonton. Liverpool menjadi tim tamu yang bertandang ke Stamford Bridge di babak keempat FA Cup dan mereka dengan cepat unggul dua gol, tapi di babak kedua, diinspirasi oleh pemain pengganti, Mark Hughes, kita berhasil membalikkan keadaan.
Hughes, Gianfranco Zola dan Gianluca Vialli (2) menjadi pencetak gol di Stamford Bridge itu. Beberapa bulan kemudian kita sukses mengangkat piala itu, trofi mayor pertama setelah puasa selama 26 tahun.
Kejadian yang mirip juga kita alami di League Cup musim lalu, tapi gejolak yang merupakan sesuatu yang alami di sepakbola menyuguhkan sebuah drama dan sulitnya untuk memprediksi hasil pertandingan. 
Dan hasilnya pun berbeda. Setelah itu, kita tertinggal dari tim Premier League itu namun berhasil menyamakan kedudukan melawan tim yang harus bermain dengan 10 orang itu.
Stoke adalah tuan rumahnya dan kita berjuang untuk meraih kemenangan di babak tambahan, tapi tidak seperti yang terjadi di Leicester, kita gagal menemukan gol kemenangan dan the Potters menang lewat adu penalti.
Gary Cahill tampil di malam itu dan juga kemarin, memperkecil ketertinggalan kita dengan tandukannya tepat sebelum turun minum (gambar di atas). Ia dan rekan-rekannya terlihat sangat gembira. Pertanda bahwa kita akan menuju ke babak keempat.

Reaksi: Cara yang kami inginkan

Tags




Dua dari pencetak gol kami ke gawang Leicester City dini hari tadi, Gary Cahill dan Cesc Fabregas, bicara soal kualitas dan karakter yang kami tampilkan saat mengalahkan juara bertahan.
Adalah Cahill, kapten di laga itu, yang membuka kebangkitan tim jelang turun minum lewat sebuah tandukan akurat memanfaatkan sepak pojok Fabregas. Setelah Cesar Azpilicuetamenyamakan kedudukan, Cesc menyudahi tugas kami di awal babak tambahan dengan dua gol yang dicetaknya sekaligus memastikan langkah kami di babak keempat yang undiannya akan dilakukan hari ini.
"Mereka mencetak dua gol di babak pertam, ini sedikit tidak adil, mungkin itu kesalahan kami, mungkin kami tidak fokus, tapi kurasa kami bermain cukup baik dan kami merasa cukup nyaman," kata pemain asal Spanyol ini.
"Kami tahu mereka adalah tim yang berbahaya dalam serangan balik, mereka melakukannya dan kami harus membayarnya, tapi setelah itu kami menunjukkan karakter yang hebat, yang kurasa telah kami tunjukkan di sejauh ini di musim ini."
Cahill setuju dengan rekan setimnya itu tentang pertahanan tim di awal laga, dan merujuk pada waktu penciptaan golnya sebagai momen kunci di East Midlands.
"Kutahu ada hal-hal baru dan kami berusaha mempelajari hal-hal baru tapi kami mengawali laga dengan ceroboh," kata Cahill merefleksikan laga.
"Tapi mulai dari pertengahan babak pertama dan terutama babak kedua, kami menunjukkan bahwa kami ingin bermain dan tampil sebagaimana yang kami inginkan."
"Kami semakin kuat seiring berjalannya laga, dan kurasa kami akan bisa menyamakan kedudukan, terutama setelah kami mencetak gol pertama. Jika unggul 2-0, Anda akan merasa nyaman tapi itu memberi kami semangat baru. Di babak kedua kami tampil baik."
"Kami menciptakan banyak peluang dan Cesc mencetak dua gol yang menyudahi laga."
Fabregas senang dengan kontribusinya dan berhadap bisa terus membuat perbedaan ketika berada di lapangan.
"Pertama-tama, aku senang sekali bisa bermain sejak awal. Kedua, jika aku bisa membantu tim, fantastis."
"Mudah-mudahan ini akan membantu menghentikan jurnalis yang selalu memberitakan yang tidak-tidak dan berfokus pada hal yang penting: Chelsea menang, tampil apik, dan ketika aku mendapat kesempatan aku akan menunjukkan kemampuanku, karena aku tahu apa kebisaanku dan ini sangat berarti untuk tim ini."

Komentar Pasca Pertandingan: Bahagia dengan Semangat Kami

Tags


Antonio Conte berbicara tentang keinginan timnya untuk membalikkan ketertinggalan dan kontribusi yang diberikan dua gelandang-nya setelah kemenangan di Piala Liga.
Kami ketinggalan terlebih dahulu lewat dua gol Shinji Okazaki ketika laga baru berjalan sedikit lebih dari setengah jam, tapi sundulan Gary Cahill sebelum jeda dan tendangan voli yang menakjubkan dari Cesar Azpilicueta membuat kami kembali menyamakan skor. 
Dua gol perpanjangan waktu dari Cesc Fabregas menutup laga melawan tim Leicester yang bermain dengan 10 pemain di akhir di waktu normal, dan Conte lebih suka menyoroti aspek positif dari kemenangan ini ketimbang lini pertahanan  yang kembali mengecewakan...
"Itu adalah permainan sepak bola khas Inggris," kata Conte.
"Ini luar biasa bahwa setelah 30 menit Anda tertinggal 2-0 dan kemudian memiliki reaksi yang hebat untuk mencetak empat gol dan lolos ke babak berikutnya."
"Jika Anda bertanya kepada saya apakah saya senang dengan gol kebobolan kami, saya tidak senang, tapi saya melihat reaksi bagus dari pemain saya dan tim saya. Hal ini sangat penting karena mereka menunjukkan hati yang besar dan kemauan untuk menang dan lolos ke babak berikutnya. Itu tidak mudah saat tertinggal 2-0 dan setelah kekalahan di pertandingan terakhir di liga.
"Kami tahu bahwa kami dapat lebih baik, saya ulangi ini. Satu-satunya cara yang saya tahu adalah untuk terus bekerja sangat keras dan untuk memperbaiki aspek yang berbeda. Saya yakin kami bisa lebih baik dan saya akan berupaya dengan semua kekuatan saya untuk melakukan hal ini."
Fabregas mencetak dua gol pertamanya musim ini pada kesempatan starter keduanya
"Saya bahagia untuk Cesc. Dia bermain bagus dan dia menunjukkan sikap yang luar biasa pada periode ini dan komitmen selama sesi latihan dan ketika saya memanggilnya selama pertandingan untuk bekerja keras. Saya puas ketika saya melihat perilaku ini."
"Ini adalah cara yang benar. Saya ingin pemain saya untuk menciptakan persaingan yang baik dalam tim dan pertandingan demi pertandingan memberi saya kesempatan untuk memilih susunan pemain terbaik."
Conte ditanya apakah Fabregas akan menjadi starter pada hari Sabtu
"Semua pemain di skuat saya memiliki kemungkinan untuk bermain melawan Arsenal."
"Ada tiga hari sebelum pertandingan dan mereka memiliki kesempatan untuk menunjukkan selama sesi latihan, memiliki performa yang baik, dan meyakinkan saya untuk menempatkan mereka di line-up."
"Saya ingin menang. Pilihan saya adalah untuk menang. Saya tidak peduli siapa yang bermain. Sangat penting ketika saya memilih seseorang untuk bermain untuk menunjukkan pilihan saya tidak salah."
Nathaniel Chalobah membuat debut Chelsea malam ini
"Saya ingin memiliki seluruh skuat, tidak hanya 11, 12, atau 13 pemain, dan menciptakan persaingan yang baik."
"Misalnya, hari ini saya senang memilih Chalobah. Ini pertandingan pertama. Dia adalah produk dari Akademi dan saya sangat bahagia untuknya. Saya ingin menunjukkan jika seseorang layak bermain, dia bermain."

Laporan Pertandingan: Leicester City 2 Chelsea 4 (AET)



Untuk kedua kalinya The Blues tertinggal 2-0 di babak pertama, namun kali ini kami bangkit dengan luar biasa untuk lolos ke babak selanjutnya di Piala Liga. 
Lini pertahanan yanng membuat Shinji Okazaki membawa juara bertahan Premier League unggul 2-0 dalam waktu setengah jam akan tetap menjadi perhatian Antonio Conte, namun secara krusial timnya menunjukkan karakter untuk memperkecil ketinggalan sebelum jeda lewat Gary Cahill
Bek lainnya juga mencetak gol. Cesar Azpilicueta mungkin tidak difavoritkan untuk mencetak gol di awal musim ini namun ia melakukannya. Gol pemain Spanyol ini membuat laga berlanjut ke perpanjangan waktu dan babak ketiga kompetisi ini akhirnya kami menangi lewat dua gol Cesc Fabregas di babak perpanjangan waktu. Leicester bermain dengan 10 orang karena kartu merah yang diterima satu pemainnya pada menit 90. 
Ini juga menjadi laga debut untuk dua pemain Chelsea. Perubahan susunan pemain dari kemenangan atas Bristol di babak sebelumnya terjadi di lini pertahanan, di mana Marco Alonso menjalani laga perdananya dan David Luiz juga bermain. Ruben Loftus-Cheek kembali bermain di lini serang, menopang pergerakan striker Michy Batshuayi
N'Golo Kante mengunjungi mantan klubnya dan menjadi pemain cadangan yang tidak digunakan oleh Conte, namun gelandang Nathaniel Chalobah menjadi pemain Chelsea lainnya yang mendapatkan kesempatan bermain. 
Rekan senegara dari pelatih kepala kami, Claudio Ranieri, memilih kombinasi pemain reguler dengan beberapa pemain baru untuk laga piala domestik ini, dan tim tamu mencetak gol ke gawang Leicester terlebih dahulu ketika laga berjalan lima menit namun Pedro dinyatakan offside. 
Aksi menyerang Alonso terlihat tiga menit berselang saat ia menerima bola dari Pedro, dan nyaris mengirim umpan ke Batshuayi yang berlari ke arah tiang dekat. 
Awal laga ini dikuasai oleh Chelsea namun kami nyaris kebobolan saat Cahill kehilangan bola dan dimanfaatkan Okazaki. Dia mengirim umpan ke Ahmed Musa, namun David Luiz dengan cepat menyambarnya. 
Kami terus membuat kesalahan dan kali ini tak berhasil lolos. Alonso kehilangan bola di sektor sayap dan tak satu pun pemain di lini belakang yang berhasil merebut bola kembali, membuat Okazaki berhasil menyundul bola ke gawang dari sudut sempit. 
Giliran Leicester yang mengendurkan serangan pada menit 25, yang memberikan Pedro peluang untuk melepaskan umpan dan Batshuayi berhasil menyundul bola di area tiang jauh, namun bola dari pemain Belgia itu masih melebar. 
Umpan-umpan Cesc Fabregas dan penetrasi Ruben Loftus-Cheek membuat the Blues kembali menguasai jalannya pertandingan. Pedro, pemain menyerang kami yang paling aktif, gagal memanfaatkan pelaung di kotak penalti  saat laga berjalan setengah jam dan tak lama kemudian kami kebobolan gol kedua. 
Pedro, yang kini berdiri di area pertahanan kami, berhasil menyapu bola tapi bola justru jatuh di kaki pemain Leicester dan Okazaki berhasil memaksimalkannya, kali ia agak beruntung dengan penyelesaiannya yang gagal dihalau David Luiz dan memantulkan bola ke tanah yang berhasil menaklukkan Begovic. Sekali lagi bola hanya berjarak atu langkah dari garis gawang sebelum berhasil diapu pemain-pemain kami. ekarang kami hanya punya waktu kurang dari satu jam untuk membalas dua gol. 
Loftus-Cheek melepaskan tembakan yang dengan berhasil diselamatkan Ron-Robert Zieler. Demarai Garay semakin merepotkan Begovic di sisi lainnya. Moses dan Pedro mengirim umpan silang di depan gawang Leicester namun tak satu pun yang menyambutnya. 
Sebelum jeda ada kerja sama yang bagus antara Loftus-Cheek dan Batshuayi namun Marcin Wasilewski berhasil memblokir sepakan penyerang tengah kami. Kami mendapatkan sepak pojok. 
Fabregas mengeksekusi sepak pojok dan disambut oleh kepala Cahill. Luar biasanya untuk kali ketiga bola hanya sejengkal dari garis gawang sebelum berhasil diantispasi lawan, namun berhasil dipantulkan oleh David Luiz. Gol ini dinyatakan sebagai gol Cahill.
Kini the Blues memiliki waktu di babak kedua untuk menghapus ketertinggalan satu gol. Kami hanya butuh empat menit. 
Sebelum gol terjadi ada beberapa peluang dan tembakan di kedua isi gawang, namun Azpilicueta mencetak gol yang bisa disebut gol terbaik sepanjang kariernya sejauh ini, ia melepaskan tendangan voli kaki kanan dari luar kotak penalti yang berhasil menaklukkan Zieler. Selebrasi sang full back untuk gol keempatnya dalam seragam Chelsea juga luar biasa. Manajer-nya juga melakukan selebrasi.
Tim tuan rumah merasa seharusnya mendapatkan penalti sebelum laga berjalan satu jam, namun wasit lebih membela Azpilicueta ketimbang Garay. 
Sepuluh menit berikutnya berlalu tanpa momen berarti jadi Conte memutuskan untuk memasukkan Diego Costa, dan beberapa saat berselang tembakan Batshuayi berhasil diselamatkan dengan luar biasa. 
Peluang pertama Diego Cota datang dengan cepat, berkat umpan David Luiz dan meski ia berhasil melewati kiper lawan ia gagal mencetak gol. 
Leicester juga nyaris berhasil mencetak gol setelah David Luiz gagal mengantisipasi bola atas namun Begovic berhasil menepis tembakan Gray melebar ke luar lapangan. Andy King menyia-nyiakan peluang emas saat lini belakang kami kembali kewalahan. 
Pemain pengganti kedua kami adalah debutan Chelsea lainnya di laga ini. Nathaniel Chalobah yang berusia 21 tahun masuk menggantikan Batshuayi. 
Diego Costa terlihat sangat berbahaya. Tiga tembakannya berhasil diselamatkan, termasuk penyelamatan ganda dari Zieler. Danny Drinkwater mendapat kartu kuning karena melanggarnya. David Luiz hampir mencetak gol dengan tendangan bebas-nya. 
Eden Hazard dimasukkan sebelum waktu normal berakhir. Leicester terlebih dahulu mengganti striker mereka dengan Jamie Vardy dan Leonardo Ulloa. Sebelum peluit panjang berbunyi mereka kehilangan satu pemain.
Bek Wasilewski menjadi pemain yang diusir wasit setelah sebelumnya ia menerima kartu kuning karena melanggar Loftus-Cheek dan kini menyikut wajah Diego Costa di hadapan wasit. Momentum berpihak pada kami dan Moses hampir mencetak gol kemenangan di tambahan waktu empat menit. 
Hazard tidak menciptakan peluang di waktu normal, namun ia hanya butuh kurang dari 90 detik dari babak tambahan untuk melakukannya. Umpannya menggunakan tumit berhasil dimanfaatkan oleh Fabregas dengan penyelesaian yang bagus, menaklukkan Zieler di tiang dekat saat kiper menyangka bola akan ditembakkan ke tiang jauh. 3-2 untuk Chelsea dan dalam sekejap skor menjadi 4-2, Fabregas kali ini melepaskan tembakan tinggi ke arah gawang setelah kiper lawan menepis bola tinggi di tengah kerumunan rekannya sendiri dan Diego Costa. 'Fabregas is Magic...' berkumandang di tribun suporter tandang. 
The Foxes kewalahan dan tembakan Matic berhasil diselamatkan. David Luiz mendapatkan kartu kuning di awal babak tambahan kedua ketika Leicester melancarkan serangan, namun pasukan Ranieri gagal mengalahkan kami. 
Kami akan mengetahui siapa lawan kami di babak berikutnya saat undian dilakukan pada Kamis dini hari WIB. 
Chelsea (4-2-4): Begovic; Azpilicueta, Cahill (k), David Luiz, Alonso; Fabregas, Matic; Moses, Loftus-Cheek (Diego Costa 67), Batshuayi (Chalobah 80), Pedro.
Cadangan yang tidak dimainkan Courtois, Aina, Kante, Hazard, Willian.
Pencetak Gol Cahill 45+1, Azpilicueta 49, Fabregas 92, 94
Kartu Kuning Matic 83, David Luiz 109

Leicester (4-4-2): Zieler; Simpson, Wasilewski, Morgan (k), Chilwell; Gray (Amartey 90+1), Drinkwater, King, Schlupp; Musa (Vardy 76), Okazaki (Ulloa 75)
Cadangan yang tidak dimainkan Hamer, Benalouane, Kapustka, Mahrez.
Pencetak Gol Okazaki 17, 34
Kartu Merah Wasilewski 89
Kartu Kuning Drinkwater 87, Wasilewski 52, Chilwell 103

Wasit Robert Madley
Penonton 29.899

Melawan the Foxes

Tags
Di babak ketiga EFL Cup, Chelsea sudah harus bertemu lawan berat, yaitu juara bertahan Premier League, Leicester City. Namun, pertemuan-pertemuan dengan the Foxes di piala liga sebelum ini bisa menjadi pertanda yang baik.
Kita punya rekor yang sangat baik ketika berhadapan dengan Leicester, dengan selalu menang di delapan pertemuan dengan mereka. Bahkan empat kali di antaranya berakhir dengan torehan piala.

1965 – LEAGUE CUP - FINAL

Dua pertemuan pertama dengan Leicester di piala liga terjadi di FA Cup tak lama selepas Perang Dunia. Laga itu dimenangi the Blues dengan skor 3-0 di Stamford Bridge di babak ketiga pada musim 1919-1920 lalu pada 1945/46, kita menang agregat 3-1. Kita memang tidak meraih trofi di kedua musim tersebut, tapi trofi itu ada di hadapan mata ketika kita kembali bertemu the Foxes pada final League Cup 1965. Dimainkan sebanyak dua leg, di laga pertama di Stamford Bridge, the Blues unggul dua kali lewat gol Bobby Tambling dan eksekusi penalti Terry Venables namun tim tamu selalu bisa menyamakan kedudukan lewat Colin Appleton dan Jimmy Goodfellow. Akhirnya, bek kanan Eddie McCreadie (gambar di atas) menerima bola di wilayah pertahanannya sendiri sembilan menit jelang bubar, lalu menggiring bola ke depan dengan sangat cepat hingga tiga perempat lapangan, melewati beberapa bek lawan sebelum akhirnya melepas tembakan yang tak mampu dihentikan kiper timnas Inggris, Gordon Banks. Gol itu membuat kedudukan menjadi 3-2 dan dengan hasil imbang yang dihasilkan di leg kedua di Filbert Street, maka kita berhasil meraih piala liga pertama kita.

1983/84 – LEAGUE CUP - BABAK KEDUA

Pertemuan dengan Leicester di League Cup pada Oktober 1983 ini memang tidak berakhir menggembirakan meski laga itu sendiri dikulminasikan dengan adu penalti kompetitif pertama dalam sejarah kita. Pada saat itu, the Blues sedang memuncaki divisi dua sedangkan Leicester sedang berjuang untuk keluar dari posisi juru kunci divisi utama setelah hanya meraih dua poin dari delapan laga pertama mereka. Di leg pertama di Filbert Street, kita unggul lebih dulu berkat gol Kerry Dixon (gambar di atas) kemudian ditambah dengan gol Paul Canoville yang membuat kita menang 2-0. Namun, di leg kedua di Stamford Bridge, Leicester tampil lebih solid. Alan Smith berhasil memperkecil ketertinggalan mereka lalu Tommy English menyamakan kedudukan agregat tujuh menit jelang bubar dan laga pun dilanjutkan dengan babak tambahan kemudian adu penalti. David Speedie gagal mengeksekusi tendangannya, tapi Dixon, Colin Lee, John Hollins dan Nigel Spackman tak membuat kesalahan sementara kiper Eddie Niedzwiecki sukses menggagalkan dua tembakan Leicester dan akhirnya kita menang 4-3 di adu penalti.

1996/97 – FA CUP – BABAK KELIMA

Selang dua puluh tujuh tahun dari kemenangan pertama kita di FA Cup pada 1970, kita sepertinya punya sesuatu yang istimewa setelah sukses membalikkan keadaan dan menang 4-2 dari Liverpool di babak keempat tahun 1997. Leicester adalah lawan berikutnya dan sepertinya laga itu akan berjalan mudah setelah kita sudah unggul 2-0 di babak pertama di Filbert Street lewat gol indah Roberto Di Matteo dan gol klinikal Mark Hughes. Namun, di awal babak kedua, Steve Walsh bisa memperkecil ketertinggalan timnya dan dua menit jelang akhir laga, Eddie Newton melakukan gol bunuh diri ketika menghalau tendangan bebas yang diragukan kebenarannya. The Blues mendominasi partai ulangan di Stamford Bridge, tapi mereka dibuat frustasi oleh kiper Kasey Keller yang tampil memukau hingga akhirnya, tiga menit sebelum masa perpanjangan waktu berakhir, kita mendapat hadiah penalti setelah Erland Johnsen dilanggar di dalam kotak penalti Leicester. Frank Leboeuf sukses mengonversi tendangan penalti dengan dingin dan akhirnya kita berhasil mengangkat piala itu berkat kemenangan atas Middlesbrough di final lewat gol-gol dari Di Matteo dan Newton.

1999/2000 – FA CUP – BABAK KELIMA

Tiga tahun dari pertemuan sebelumnya di FA Cup, kita kembali bertemu Leicester City di babak kelima di Stamford Bridge. The Blues unggul di menit ke-35 ketika Gustavo Poyet yang tak terjaga mendapat umpan dari George Weah, lalu divoli dengan tendangan gunting. Tiga menit di babak kedua, keunggulan kita bertambah ketika Chris Sutton berhasil memenangi adu badan dengan bek Leicester dan mengirim bola ke Weah yang meneruskannya dengan tembakan first time yang tak mampu dihentikan kiper Pegguy Arphexad. Kedua tim harus bermain dengan 10 pemain setelah Steve Walsh diusir wasit setelahh menyikut Sutton dan Dennis Wise menerima kartu kuning kedua setelah dengan sengaja menahan bola menggunakan tangannya. Kapten Leicester, Matt Elliot mencetak satu gol di masa perpanjangan waktu namun Chelsea mampu mempertahankan keunggulannya dan menang 2-1. The Blues sukses meraih piala FA Cup lagi setelah mengalahkan Aston Villa 1-0 di final.

2007/08 – LEAGUE CUP – BABAK KEEMPAT

Beberapa hari setelah menghancurkan Manchester City 6-0 di Premier League, di League Cup kita bertemu dengan Leicester yang sedang kesulitan di liga dan laga itu berjalan dramatis. The Foxes sedang berada di bawah klasemen divisi Championship (dan akhirnya terdegradasi ke League One di akhir musim itu), namun secara mengejutkan mereka unggul lebih dulu di menit keenam ketika Gareth McAuley menanduk bola ke gawang Carlo Cudicini. Namun, Frank Lampard berakhir dengan mencetak dua gol dan membawa kita unggul saat turun minum. Di babak kedua, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan di menit 69 sebelum Carl Cort menyelinap di belakang lini pertahanan Chelsea untuk menyambut sebuah tendangan bebas lima menit kemudian. Pertandingan belum usai, karena the Blues terus bekerja keras dan Andrei Shevchenko berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 di menit 87. Akhirnya Lampard mencetak hattrik di masa perpanjangan waktu dengan membelokkan bola menyusul kemelut di muka gawang. Kita berhasil maju ke final untuk kali kedua berturut-turut, meski di final kalah 2-1 dari Tottenham Hotspur.

2011/12 – FA CUP - PEREMPAT FINAL

Hanya empat hari setelah comeback epik kita ketika mengalahkan Napoli 4-1 di babak 16 besar Liga Champions, kita menjamu Leicester yang kemudian menjadi laga dengan gol terbanyak di perempat final FA Cup. The Blues melanjutkan performa apik mereka saat mengalahkan tim asal Italia itu dengan sudah unggul dua gol di menit 18 lewat tandukan Gary Cahill, menyambut tendangan sudut Juan Mata dan menjadi gol pertamanya untuk Chelsea, dan sepakan Salomon Kalou yang mengakhiri serangan balik cepat dengan tenang. Fernando Torres memang sudah tidak mencetak gol selama 24 laga terakhir, tapi ia menciptakan peluang bagi terciptanya gol Kalou. Tapi pemain asal Spanyol itu kemudian mencetak dua gol di babak kedua. Pertama, di menit 67 dengan menceploskan bola hasil umpan Raul Meireles lalu di menanduk sebuah sepak pojok untuk menjadikan kedudukan 4-1 setelah sebelumnya Jermaine Beckford membobol gawang kita. Leicester kembali mendekat lewat tendangan melengkung Ben Marshall, tapi akhirnya Torres, yang sangat tidak egois, menciptakan peluang bagi Meireles untuk membobol gawang lawan dan menyudahi laga dengan skor 5-2. Di final, kita menggebuk Liverpool.

Sunday, September 18, 2016

Memori yang Terulang Bagi David Luiz Tapi Dia Menatap ke Depan

Tags


David Luiz tidak perlu diingatkan bahwa ketika ia kembali bermain untuk Chelsea, debutnya pada bulan Februari 2011 adalah melawan Liverpool di kandang.
Dia dengan cepat memperlihatkan hal itu dalam wawancaranya dengan situs ini setelah kembalipada akhir bulan lalu.
Sayangnya hasil laga Sabtu dini hari kemarin saja saja, kami kalah, jadi ini bukan awal ulangan yang menyenangkan bagi pria Brasil tersebut setelah dua tahun bermain untuk klub Eropa lainnya.
Setelah pada awal minggu dikabarkan bahwa John Terry akan absen dalam laga tersebut karena cedera, masuknya David Luiz ke tim inti adalah cerita terbesar kedua dalam laga besar tersebut yang merupakan penampilan pertama Chelsea dalam regulasi baru tayangan Premier League pada Jumat malam. 
Dia kemudian menjadi salah satu pemain yang membahas kekalahan 2-1 setelah laga.
"Liverpool menguasai pertandingan di babak pertama dengan banyak penguasaan bola, dan perubahan posisi," kata David Luiz.
"Gol kedua mereka sangat mengagumkan, yang pertama adalah tendangan bebas dan kami harus memperhatikan hal semacam ini karena mereka memulai laga lebih baik dari kami."
"Babak kedua kami mengontrol permainan, nyaris mencetak gol kedua untuk mendapatkan hasil imbang dan tentu saja itu bukan malam yang bagus bagi kami, namun kami akan terus berjuang untuk pertandingan berikutnya."
Ia menjelaskan bahwa kurangnya pengawalan membuat pasukan Jurgen Klopp unggul.
"Biasanya Anda memiliki wilayah untuk bertahan dari tendangan bebas, tapi mereka memainkan umpan pendek dan mereka bermain cepat, dan kami tidak mengatur pertahanan dengan cepat jadi itulah sebabnya mereka memiliki dua atau tiga pemain bebas di belakang dan mereka mencetak gol."
"Ini adalah Premier League. Ketika Anda membuat kesalahan dan tidak waspada, terutama dari tendangan bebas, Anda harus membayarnya."
Kurangnya konsentrasi pada saat-saat penting juga menjadi bahasan dalam konferensi pers pasca-pertandingan Antonio Conte. Dia mengatakan hal itu kepada Chelsea TV
"Dalam laga-laga seperti ini penting untuk memperhatikan detail karena detail tersebut menciptakan perbedaan."

-

Berbicara dalam konferensi pers setelah pertandingan, Conte mengatakan kepada wartawan bahwaDavid Luiz bermain dengan baik di pertandingan pertamanya kembali ke Chelsea. Statistik yang dirilis oleh saluran tv penyiar laga ini, Sky Sports, memperlihatkan dia tidak bisa ditandingi oleh pemain lainnya. 


Bek tengah ini juga menjadi pemain Chelsea yang paling aktif selama babak pertama, ketika lawan kami unggul dan dia mengalami pendarahan di hidung karena benturan kepala dengan Sadio Mane.
Jika kita ingin melanjutkan perbandingan sejarah yang disebutkan di awal artikel ini, kabar baiknya adalah bahwa setelah kekalahan 2011 atas Liverpool, ketika Raul Meireles mencetak satu-satunya gol, David Luiz menjalani 10 pertandingan tak terkalahkan dalam seragam Chelsea, delapan di antaranya berhasil menghasilkan kemenangan.
Laga selanjutnya adalah menghadapi Leicester dalam pertandingan Piala Liga. Tim juara ini tidak bermain di Premier League ketika David Luiz sebelumnya bermain di Inggris.
"Saya sangat senang bisa kembali bermain di laga semacam ini, kompetisi terbaik di dunia," katanya setelah pertandingan Jumat, "tapi agak sedih karena saya tidak mengawalinya seperti yang saya harapkan. Sekarang saya melihat ke depan untuk laga lainnya, mereka tidak pernah berhenti. Kami harus lebih baik, kami harus bermain lebih baik untuk memenangi pertandingan."