
Untuk kedua kalinya The Blues tertinggal 2-0 di babak pertama, namun kali ini kami bangkit dengan luar biasa untuk lolos ke babak selanjutnya di Piala Liga.
Lini pertahanan yanng membuat Shinji Okazaki membawa juara bertahan Premier League unggul 2-0 dalam waktu setengah jam akan tetap menjadi perhatian Antonio Conte, namun secara krusial timnya menunjukkan karakter untuk memperkecil ketinggalan sebelum jeda lewat Gary Cahill.
Bek lainnya juga mencetak gol. Cesar Azpilicueta mungkin tidak difavoritkan untuk mencetak gol di awal musim ini namun ia melakukannya. Gol pemain Spanyol ini membuat laga berlanjut ke perpanjangan waktu dan babak ketiga kompetisi ini akhirnya kami menangi lewat dua gol Cesc Fabregas di babak perpanjangan waktu. Leicester bermain dengan 10 orang karena kartu merah yang diterima satu pemainnya pada menit 90.
Ini juga menjadi laga debut untuk dua pemain Chelsea. Perubahan susunan pemain dari kemenangan atas Bristol di babak sebelumnya terjadi di lini pertahanan, di mana Marco Alonso menjalani laga perdananya dan David Luiz juga bermain. Ruben Loftus-Cheek kembali bermain di lini serang, menopang pergerakan striker Michy Batshuayi.
N'Golo Kante mengunjungi mantan klubnya dan menjadi pemain cadangan yang tidak digunakan oleh Conte, namun gelandang Nathaniel Chalobah menjadi pemain Chelsea lainnya yang mendapatkan kesempatan bermain.
Rekan senegara dari pelatih kepala kami, Claudio Ranieri, memilih kombinasi pemain reguler dengan beberapa pemain baru untuk laga piala domestik ini, dan tim tamu mencetak gol ke gawang Leicester terlebih dahulu ketika laga berjalan lima menit namun Pedro dinyatakan offside.
Aksi menyerang Alonso terlihat tiga menit berselang saat ia menerima bola dari Pedro, dan nyaris mengirim umpan ke Batshuayi yang berlari ke arah tiang dekat.
Awal laga ini dikuasai oleh Chelsea namun kami nyaris kebobolan saat Cahill kehilangan bola dan dimanfaatkan Okazaki. Dia mengirim umpan ke Ahmed Musa, namun David Luiz dengan cepat menyambarnya.
Kami terus membuat kesalahan dan kali ini tak berhasil lolos. Alonso kehilangan bola di sektor sayap dan tak satu pun pemain di lini belakang yang berhasil merebut bola kembali, membuat Okazaki berhasil menyundul bola ke gawang dari sudut sempit.

Giliran Leicester yang mengendurkan serangan pada menit 25, yang memberikan Pedro peluang untuk melepaskan umpan dan Batshuayi berhasil menyundul bola di area tiang jauh, namun bola dari pemain Belgia itu masih melebar.
Umpan-umpan Cesc Fabregas dan penetrasi Ruben Loftus-Cheek membuat the Blues kembali menguasai jalannya pertandingan. Pedro, pemain menyerang kami yang paling aktif, gagal memanfaatkan pelaung di kotak penalti saat laga berjalan setengah jam dan tak lama kemudian kami kebobolan gol kedua.
Pedro, yang kini berdiri di area pertahanan kami, berhasil menyapu bola tapi bola justru jatuh di kaki pemain Leicester dan Okazaki berhasil memaksimalkannya, kali ia agak beruntung dengan penyelesaiannya yang gagal dihalau David Luiz dan memantulkan bola ke tanah yang berhasil menaklukkan Begovic. Sekali lagi bola hanya berjarak atu langkah dari garis gawang sebelum berhasil diapu pemain-pemain kami. ekarang kami hanya punya waktu kurang dari satu jam untuk membalas dua gol.
Loftus-Cheek melepaskan tembakan yang dengan berhasil diselamatkan Ron-Robert Zieler. Demarai Garay semakin merepotkan Begovic di sisi lainnya. Moses dan Pedro mengirim umpan silang di depan gawang Leicester namun tak satu pun yang menyambutnya.
Sebelum jeda ada kerja sama yang bagus antara Loftus-Cheek dan Batshuayi namun Marcin Wasilewski berhasil memblokir sepakan penyerang tengah kami. Kami mendapatkan sepak pojok.
Fabregas mengeksekusi sepak pojok dan disambut oleh kepala Cahill. Luar biasanya untuk kali ketiga bola hanya sejengkal dari garis gawang sebelum berhasil diantispasi lawan, namun berhasil dipantulkan oleh David Luiz. Gol ini dinyatakan sebagai gol Cahill.

Kini the Blues memiliki waktu di babak kedua untuk menghapus ketertinggalan satu gol. Kami hanya butuh empat menit.
Sebelum gol terjadi ada beberapa peluang dan tembakan di kedua isi gawang, namun Azpilicueta mencetak gol yang bisa disebut gol terbaik sepanjang kariernya sejauh ini, ia melepaskan tendangan voli kaki kanan dari luar kotak penalti yang berhasil menaklukkan Zieler. Selebrasi sang full back untuk gol keempatnya dalam seragam Chelsea juga luar biasa. Manajer-nya juga melakukan selebrasi.

Tim tuan rumah merasa seharusnya mendapatkan penalti sebelum laga berjalan satu jam, namun wasit lebih membela Azpilicueta ketimbang Garay.
Sepuluh menit berikutnya berlalu tanpa momen berarti jadi Conte memutuskan untuk memasukkan Diego Costa, dan beberapa saat berselang tembakan Batshuayi berhasil diselamatkan dengan luar biasa.
Peluang pertama Diego Cota datang dengan cepat, berkat umpan David Luiz dan meski ia berhasil melewati kiper lawan ia gagal mencetak gol.
Leicester juga nyaris berhasil mencetak gol setelah David Luiz gagal mengantisipasi bola atas namun Begovic berhasil menepis tembakan Gray melebar ke luar lapangan. Andy King menyia-nyiakan peluang emas saat lini belakang kami kembali kewalahan.
Pemain pengganti kedua kami adalah debutan Chelsea lainnya di laga ini. Nathaniel Chalobah yang berusia 21 tahun masuk menggantikan Batshuayi.
Diego Costa terlihat sangat berbahaya. Tiga tembakannya berhasil diselamatkan, termasuk penyelamatan ganda dari Zieler. Danny Drinkwater mendapat kartu kuning karena melanggarnya. David Luiz hampir mencetak gol dengan tendangan bebas-nya.
Eden Hazard dimasukkan sebelum waktu normal berakhir. Leicester terlebih dahulu mengganti striker mereka dengan Jamie Vardy dan Leonardo Ulloa. Sebelum peluit panjang berbunyi mereka kehilangan satu pemain.
Bek Wasilewski menjadi pemain yang diusir wasit setelah sebelumnya ia menerima kartu kuning karena melanggar Loftus-Cheek dan kini menyikut wajah Diego Costa di hadapan wasit. Momentum berpihak pada kami dan Moses hampir mencetak gol kemenangan di tambahan waktu empat menit.
Hazard tidak menciptakan peluang di waktu normal, namun ia hanya butuh kurang dari 90 detik dari babak tambahan untuk melakukannya. Umpannya menggunakan tumit berhasil dimanfaatkan oleh Fabregas dengan penyelesaian yang bagus, menaklukkan Zieler di tiang dekat saat kiper menyangka bola akan ditembakkan ke tiang jauh. 3-2 untuk Chelsea dan dalam sekejap skor menjadi 4-2, Fabregas kali ini melepaskan tembakan tinggi ke arah gawang setelah kiper lawan menepis bola tinggi di tengah kerumunan rekannya sendiri dan Diego Costa. 'Fabregas is Magic...' berkumandang di tribun suporter tandang.

The Foxes kewalahan dan tembakan Matic berhasil diselamatkan. David Luiz mendapatkan kartu kuning di awal babak tambahan kedua ketika Leicester melancarkan serangan, namun pasukan Ranieri gagal mengalahkan kami.
Kami akan mengetahui siapa lawan kami di babak berikutnya saat undian dilakukan pada Kamis dini hari WIB.
Chelsea (4-2-4): Begovic; Azpilicueta, Cahill (k), David Luiz, Alonso; Fabregas, Matic; Moses, Loftus-Cheek (Diego Costa 67), Batshuayi (Chalobah 80), Pedro.
Cadangan yang tidak dimainkan Courtois, Aina, Kante, Hazard, Willian.
Pencetak Gol Cahill 45+1, Azpilicueta 49, Fabregas 92, 94
Kartu Kuning Matic 83, David Luiz 109
Leicester (4-4-2): Zieler; Simpson, Wasilewski, Morgan (k), Chilwell; Gray (Amartey 90+1), Drinkwater, King, Schlupp; Musa (Vardy 76), Okazaki (Ulloa 75)
Cadangan yang tidak dimainkan Hamer, Benalouane, Kapustka, Mahrez.
Pencetak Gol Okazaki 17, 34
Kartu Merah Wasilewski 89
Kartu Kuning Drinkwater 87, Wasilewski 52, Chilwell 103
Wasit Robert Madley
Penonton 29.899