Monday, September 12, 2016

Harinya Diego

Tags



Ada banyak yang bisa dibahas dari laga kontra Swansea yang berakhir imbang kemarin, tapi ada satu pemain yang performanya terlihat sangat menonjol.
Diego Costa tampil dengan performa penyerang tengah yang sangat disegani di negeri Inggris. Saat menguasai bola, ia memberikan efek besar, terus menguji lini pertahanan lawan baik di darat maupun udara, serta mencetak dua gol yang luar biasa.
Gol-gol itu lahir di menit ke-18, yang membuat tim unggul, dan menit ke-81, untuk menyamakan kedudukan, setelah tim tuan rumah membalikkan keadaan dengan dua gol cepat.
Gol pertama Diego Costa menuntaskan penguasaan bola apik - di mana ia juga terlibat di dalamnya - dengan penyelesaian tajam di kotak penalti lewat tembakan first-time dari jarak 15 yard.
Seorang mantan striker, yang paham benar cara untuk menjebol gawang lawan, terlihat sangat kagum...
That's how you finish. Go for power in that situation and it goes over. Guide it into the corners.#Costa
— michaelowen(@themichaelowen) September 11, 2016
Pemain internasional Spanyol itu tau benar ia harus mencetak gol kedua sebelum turun minum, tapi kegagalannya dalam memanfaatkan peluang-peluang dari jarak dekat mempengaruhi permainannya, juga dengan pelanggaran-pelanggaran tuan rumah yang diterimanya.
Di menit ke-48, Leroy Fer, Federico Fernandez dan Jordi Amat dikartu kuning akibat tekel buruk mereka ke Diego Costa. Di South Wales itu, si striker dilanggar sebanyak tujuh kali. 15 pelanggaran yang diterimanya sejauh ini di musim ini adalah yang terbanyak di Premier League - pertanda betapa sulitnya menjaga pemain ini.
Gol keduanya menegaskan keatletisan dan kemampuannya setelah melompat untuk menyambut bola dengan tendangan sepeda.
Ia bahkan nyaris saja membuat timnya menang ketika memanfaatkan umpan Eden Hazard, namun Lukasz Fabianski masih bisa mementahkan tendangan kerasnya. Diego Costa kemudian memberi peluang kepada Cesc Fabregas, ketika membelakangi gawang kemudian mengontrol sebuah umpan silang di kotak penalti. Tembakan rekan setimnya di timnas itu masih bisa diblok sehingga skor tetap 2-2 hingga laga berakhir.
Seusai laga, Antonio Conte menarik poin penting dari striker yang baru saja mencetak dua gol itu, dan tidak hanya akan kualitas penyelesaiannya tapi juga ketenangannya di depan gawang meski mendapat tekanan luar biasa dari lawan.
"Aku senang karena ia menunjukkan sikapnya yang luar biasa kepadaku dan rekan-rekan setimnya. Ia banyak mendapat tendangan sejak menit pertama hingga akhir laga. Ini tidak mudah."

-

Dengan dua gol itu, berarti ia menjadi pencetak atau pemberi assist terbanyak di Premier League musim ini. Ia kini menjadi pencetak gol terbanyak bersama sebanyak 4 gol.
Dengan dua gol itu pula, ia sudah membobol gawang Swansea sebanyak tujuh kali, yang tiga di antaranya diraih lewat hattrik ke gawang tim asal Wales itu dua musim yang lalu. Musim itu adalah musim pertamanya di Chelsea dan mencetak tujuh gol di empat laga pertama. Ia adalah pemain tercepat keenam yang mencetak 35 gol di Premier League.
Francesco Guidolin, manajer tim lawan, tak punya kata-kata lain selain memuji pemain yang selalu meneror timnya itu.
"Bagiku, Diego Costa adalah salah satu striker terbaik di dunia. Ia seorang juara. Ia seorang striker yang kuat. Itu adalah pertarungan antara Diego Costa dan bek kami. Itu adalah pertarungan, pertempuran, dan Diego Costa adalah yang bagus bukan hanya dengan kaki dan golnya, tapi ia juga mampu melawan tiga atau empat bek sendirian."
Salah satu kolega Diego CostaCesar Azpilicueta, menjelaskan apa yang ia berikan kepada tim dari sudut pandang seorang pemain.
"Kinerjanya direfleksikan di pertandingan, ia mencetak banyak gol untuk kami. Ia bekerja sangat keras, menciptakan banyak pergerakan dan ia bagian penting dari tim kami."

-

Diego Costa adalah tipe pemain yang membuat sepakbola menjadi sebuah olahraga yang menarik untuk ditonton, dan para penggemar the Blues yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk menontonnya di markas Swansea pasti akan senang melihatnya berada di puncak permainan.
Diego yang langsung menyerang, disiplin, dan bisa menjadi penentu. Mudah-mudahan ini akan terus berlanjut.