Tuesday, March 20, 2018

Caballero Mengincar Trofi

Tags
Kiper asal Argentina ini mengawal gawang kami di King Power Stadium, di mana kami sukses menyingkirkan Leicester di babak tambahan, dan dipastikan akan berhadapan dengan Southampton di semifinal di Wembley.
Kini Caballero ingin menunaikan tugasnya dan menambah trofi FA Cup ke dalam daftar penghargaan yang pernah ia raih, setelah sempat menjuarai Carabao Cup bersama eks klubnya, Manchester City.
"Bagiku, ini sebuah kompetisi yang fantastis dan aku belum punya trofi ini, jadi tentunya aku ingin menjuarai FA Cup," kataCaballero. "Semua orang di Chelsea dan suporter kami juga menginginkan ini."
"Laga kontra Southampton akan berat, seperti halnya Leicester. Kami akan kembali ke Wembley untuk berhadapan dengan mereka dan harus berjuang seperti yang kami lakukan saat melawan Leicester. Mudah-mudahan, kami bisa mencapai final."
"Kurasa sekarang kami punya masa jeda (internasional), yang bagus, tapi yang terpenting bagi tim adalah finis di empat besar dan masuk ke Liga Champions. Tapi, tentunya kami punya peluang untuk menjuarai FA Cup dan itulah yang kami ingin lakukan."
"Jadi, kami akan ke Wembley untuk laga semifinal dan mudah-mudahan kami bisa mencapai keduanya – finis di empat besar dan menjuarai FA Cup."
Usai tandukan Pedro di babak tambahan memastikan tempat kami ke babak berikutnya, Caballeromemuji kekuatan karakter skuat untuk bangkit dari kekalahan dari Barcelona di Liga Champions Kamis lalu.
"Laga yang berat, tapi kurasa kami layak menang. Kredit untuk Leicester, mereka berjuang hingga akhir dan kami harus bekerja ekstra keras untuk bisa menang di babak tambahan."
"Kami kembali menunjukkan bahwa kami adalah tim besar dan setelah hasil buruk melawan Barcelona di Liga Champions, kami bisa segera bangkit. Kami memainkan laga ini dengan ambisi yang sama dan sekarang kami berada di semifinal. Kammi telah menunjukkan kepada suporter bahwa kita semua menjalani ini bersama-sama dan kami ingin melakukan yang terbaik demi tim dan klub."

Pedro: Aneh Tapi Memuaskan

Tags
Pedro merasa senang sekali bisa berkontribusi dalam kemenangan kemarin meski golnya tercipta dari situasi yang tak biasa.
Pria Spanyol ini dikenal akan kepiawaiannya dalam mengolah bola serta kecepatannya, tapi, saat menghadapi Leicester di King Power Stadium di perempat final FA Cup kemarin, ia menjebol gawang lawan dengan kepalanya. Uniknya, ia juga membikin gol dengan cara yang sama di stadion yang sama musim lalu. 
Dalam laga kemarin, Pedro dimasukkan untuk mengganti Willian di awal babak tambahan, dan ia tak butuh waktu lama untuk memberi dampak, dengan menyelinap di antara dua bek Leicester untuk menyambut umpan silang N’Golo Kante, mendahului Kasper Schmeichel.
"Sangat aneh mencetak gol dengan kepala!" kata Pedro sambil tertawa. "Ini bagus untuk kepercayaan diriku di tim dan untuk membantu kami maju ke babak berikutnya di FA Cup."
"Ini laga yang sangat sulit buat kami. Bermain di sini selalu sulit. Mereka punya pemain-pemain yang sangat bagus seperti Vardy dan Mahrez dan sangat bagus dalam serangan balik."
"Kami sulit melepaskan umpan, menembus pertahanan mereka, ke Eden dan Willian," imbuhnya.
"Mereka bertahan dengan sangat baik, menekan tinggi dan kuat saat bertahan dengan pemain-pemain seperti Maguire dan Morgan. Sangat sulit menang dari tim itu, tapi yang terpenting kami berhasil melakukan itu dan maju ke babak berikutnya."
Pedro berkata bahwa ia juga senang kompatriotnya, Alvaro Morata, berhasil membuka keunggulan kami lewat sebuah penyelesaian klasik. Kedua gol dari pemain Spanyol itu membawa kami berhadapan dengan Southampton di Wembley bulan depan dengan target untuk meraih hasil yang lebih baik ketimbang musim lalu, di mana kami kalah dari Arsenal di final.
"Ini bagus untuk kepercayaan diri kami dan membantu kami untuk berjuang di laga-laga berikutnya. Kami sedang berada di tengah situasi yang sulit di liga, tapi di FA Cup, kami masuk ke semifinal, melawan Southampton. Ini menjadi peluang bagi kami untuk menuju ke final dan membantu kami berjuang hingga akhir untuk masuk ke empat besar."
"Tapi, sekarang adalah saatnya untuk menikmati kemenangan ini karena sulit untuk menang dari Leicester."

Undian Semifinal FA Cup

Tags
Chelsea kembali ke Wembley dan akan menghadapi Southampton di semifinal Piala FA.
Kemenangan perempat final Minggu atas Leicester membuat kami masuk ke empat besar untuk yang ke-23 kalinya, dan dua musim beruntun. Kami akan menghadapi the Saints yang mengalahkan Wigan pada hari Minggu sore di pertandingan pertama mantan pemain the Blues Mark Hughes menjadi manajer.
Semifinal lainnya akan mempertemukan Manchester United dengan Tottenhamn.
Dua semifinal tersebut akan berlangsung pada hari Sabtu 21 April dan Minggu 22 April, dengan jadwal final digelar Sabtu, 19 Mei.

Laporan: Leicester 1 Chelsea 2 (AET)

Chelsea maju ke semifinal FA Cup untuk ke-23 kalinya dalam sejarah kami berkat gol kemenangan yang dicetak oleh pemain pengganti, Pedro, di babak tambahan, mengembalikan keunggulan kami lewat gol Alvaro Morata sebelumnya.
3’ – Albrighton menerima umpan silang Simpson lalu menembak. Melebar di sisi kiri gawang Caballero.
9’ – Bendera offside diangkat dua kali beruntun, dan serangan Chelsea pun gagal.
11’ – Andreas Christensen melakukan intersep penting atas umpan silang Simpson kemudian memblok usaha lawan menyusul sepak pojok mereka. Morgan nyaris saja membuat tuan rumah unggul.
16’ – Kedua tim kesulitan mempertahankan penguasaan bola mereka. Seperempat jam berlalu dan skor masih kosong-kosong.
20’ – Ndidi menembak dari jauh namun bisa ditepis Caballero. Bola yang terlepas kemudian bisa ia kuasai dengan baik.
26’ – Kartu kuning pertama diberikan untuk Maguire akibat menjatuhkan Morata.
27’ – Mendapat umpan lambung dari ChristensenAlonso kemudian melepas umpan silang ke Morata, yang menembaknya dari jarak 20 yard. Mengarah tepat ke Schmeichel.
30’ – Umpan silang Willian mengarah ke area berbahaya, namun jatuh sedikit di belakang Moratayang gagal menanduknya dengan sempurna.
33’ – Willian mengirim umpan terobosan ke Morata, yang berhasil melewati Maguire lalu menembak. Hanya mengenai jala gawang.
37’ – Caballero mencium adanya bahaya dan langsung meninggalkan wilayahnya untuk mendahului Vardy yang mengejar umpan dan tak terkawal. Bola kembali berada dalam penguasaan kita.
42’ – Gol! Lewat umpan terobosan Willian, yang menggiring bola dari wilayah pertahanan Leicester, Morata dengan mudah menjebol gawang Schmeichel yang lowong. Chelsea unggul!
45+1’ – Bakayoko dikartu kuning setelah melanggar Iheanacho. Perpanjangan waktu semenit.
Babak pertama: Leicester City 0-1 Chelsea
46’ – Babak kedua sudah dimulai. Umpan silang Willian sempat merepotkan lini belakang Leicester, namun kemudian, saat Caballero meninggalkan wilayahnya, Mahrez menembak dari jauh. Beruntung melenceng! Come on you Blues!
48’ –  – Morata mendapat ruang di sisi kiri, menembak, namun bisa digagalkan Schmeichel.
53’ – Vardy, yang tak terkawal, mendapat peluang lewat tandukannya, namun melambung tinggi.
55’ – Setelah memanfaatkan tiang bendera di sudut lapangan untuk menjaga agar bola tidak keluar lapangan, bola dioper ke Hazard, yang meneruskannya dengan sepakan dari luar kotak penalti. Melambung.
57’ – Moses melepas umpan silang ke arah Morata, namun bola lebih dulu dibuang oleh Schmeichel.
68’ – Pergantian Leicester: Okazaki masuk menggantikan Iheanacho.
71’ – Alonso dikerumuni oleh banyak pemain lawan saat akan menembak sehingga harus mengoper ke Hazard, yang memberikan bola ke Fabregas untuk ditembak. Diblok.
76’ – Leicester menyamakan kedudukan lewat Jamie Vardy.
76’ – Umpan silang Mahrez menghasilkan kemelut di kotak enam yard. Sepakan Vardy, lalu Iborra bisa diblok, namun bola muntah yang disepak Vardy dari jarak dekat akhirnya masuk ke gawang.
80’ – Tendangan voli Kante bisa dihalau, kemudian backheel Morata mengenai tiang. Tapi, si striker sudah lebih dulu offside.
83’ – Caballero melakukan penyelamatan dengan menjatuhkan diri ke sisi kiri untuk menghentikan Vardy yang mendapat umpan terobosan dari Maguire
88’ – Dua kali sepakan Morata bisa digagalkan Schmeichel!
89’ – Moses dikartu kuning akibat melanggar Albrighton.
90’ – Perpanjangan waktu tiga menit.
Babak kedua: Leicester City 1-1 Chelsea.
92’ – Pergantian kedua Chelsea: Pedro masuk menggantikan Willian.
101’ – Hazard menembus sisi kanan, melepas cutback ke Pedro, ditendang first-time, namun melambung.
102’ – Pergantian Chelsea: Cahill masuk untuk Christensen yang tampak kesakitan.
105' - Umpan silang Kante ditanduk Pedro, mengalahkan Chilwell, Albrighton dan Schmeichel, dan bola masuk ke gawang yang kosong!
Turun minum babak tambahan: Leicester City 1-2 Chelsea

105’ – Pergantian pemain keempat dilakukan segera setelah gol Pedro tadi, dengan masuknya Giroud menggantikan Morata. Leicester mengganti Iborra dan Simpson dengan Silva dan Diabate. Babak kedua dimulai. Come on Chelsea!
107’ – The Blues terhindar dari kebobolan. Tendangan bebas Leicester mengarah ke Maguire yang terbebas, namun gagal mengarahkan tembakannya ke gawang, dan beruntung, bola liar yang disepak rekan-rekannya juga tak mengarah ke gawang.
110’ – Blok apik Albrighton berhasil menggagalkan sepakan Kante yang seharusnya sudah pasti masuk ketika menyelesaikan sebuah serangan balik kilat!
113’ – Hazard, lalu Giroud berhasil menahan bola dengan sempurna, lalu menghasilkan sepak pojok setelah bola mengenai pemain Leicester.
115’ – Pergantian Leicester: Gray masuk menggantikan Albrighton. Lima menit lagi...
119’ – Fabregas melakukan blok penting atas sepakan Silva. Kita kemudian memulai serangan balik lewat Hazard.
120+1’ – Perpanjangan waktu satu menit. 5000 pendukung the Blues semakin keras bernyanyi.
Hasil Akhir: Leicester City 1-2 Chelsea (aet)

Chelsea CaballeroAzpilicueta (k), Christensen ( Cahill 101), RudigerMosesKanteBakayoko (Fabregas h-t), AlonsoWillian (Pedro 92), Morata (Giroud 105), Hazard.
Cadangan yang tidak dimainkan 
EduardoZappacosta, Emerson.
Pencetak gol Morata 42, Pedro 104
Kartu kuning 
Bakayoko 45, Moses 89.
Leicester Schmeichel; Simpson (Diabate 105), Morgan (k), Maguire, Chilwell; Albrighton (Gray 115), Iborra (Silva 105), Ndidi, Mahrez; Iheanacho (Okazaki 68), Vardy.
Cadangan yang tidak dimainkan 
Hamer, Dragovic, Fuchs.
Pencetak gol Vardy 76
Kartu kuning  Maguire 25

Wasit Craig Pawson
Penonton 31.792

Laporan Under-18: Chelsea 2 Tottenham 0

Pemain muda kami sukses meraih trofi pertama mereka musim ini, usai menjuarai Under-18 Premier League Cup perdana, di Cobham yang tertutup salju berkat kemenangan meyakinkan atas Tottenham.

Skor 2-0 tidak menggambarkan dominasi pasukan Jody Morris, yang sudah mencetak dua gol di babak pertama, tembakan yang menerpa tiang dan eksekusi penalti yang dihentikan lawan. Brace Charlie Brown akhirnya menjadi pembeda. Kedua penyelesaiannya, dari jarak dekat, itu memberikan kemenangan ke-11 beruntun bagi tim sekaligus trofi pertama mereka musim ini.
Morris membuat dua perubahan dari tim yang berjuang keras mengalahkan Everton dengan memainkan Juan Castillo dan Brown. Brown sendiri sudah mencetak tiga gol di lima laga terakhirnya di kompetisi piala domestik musim ini. Castillo berpartner dengan George McEachran dan Tariq Uwakwe untuk mensupport Brown yang bertugas sebagai striker tunggal, sementara Billy Gilmour bekerja sama dengan Conor Gallagher sebagai gelandang tengah.
Kelima pemain bertahan tidak diganti. Karlo Ziger tetap berada di bawah gawang, di belakang lini pertahan yang diisi oleh Tariq Lamptey, Marcel Lavinier, Marc Guehi dan Clinton Mola. Sementara, Tottenham melakukan tiga pergantian dari tim yang menang 4-1 atas Arsenal di babak sebelumnya. Pasukan Scott Parker berupaya membalas kekalahan dari the Blues di putaran kelima FA Youth Cup.
Salju kembali turun di Surrey akhir pekan ini, meninggalkan hamparan karpet putih di lapangan latihan kami di Cobham pada Minggu pagi, meski berkat kerja keras ground staff, lapangan tetap bisa digunakan sesuai jadwal. Suhu yang dingin membuat kedua tim saling menjajagi terlebih dulu. Bola lebih banyak dikuasai oleh tuan rumah, sedang tim tamu memilih untuk bertahan dengan kompak.
Uwakwe jadi pemain pertama yang melepas tembakan, di menit kedua, lewat sebuah tembakan kaki kiri usai menusuk dari kanan, namun sepakannya dengan mudah dipatahkan oleh kiper Spurs asal Belgia, Jonathan de Bie. Terjadi kemelut di muka gawang di seperempat jam pertama, sebelum kesalahan pemain belakang Tottenham memberi kami kesempatan.
Adalah Uwakwe yang memanfaatkan kesalahan itu dengan membawa bola ke depan dan dijatuhkan oleh kiper di dalam kotak penalti. Kapten Gallagher mengeksekusi tendangan dua belas pas itu dengan penuh percaya diri, meski gagal memasukkan dua tendangan penalti di markas Spurs musim ini, dan menendang bola ke sudut bawah gawang. Lagi-lagi, Di Bie berhasil menggagalkannya.
Bukannya terpukul dengan kegagalan itu, pasukan Jody Morris malah semakin ganas. Tak lama kemudian, Gilmour memberikan peluang bagi Mola, dan memaksa kiper lawan untuk melakukan penyelamatan.
Dominasi kami akhirnya terbayar di menit ke-18 ketika Brown mencetak gol ke-17nya. Sebuah sepak pojok dari sudut kanan dikembalikan ke kotak 18 yard, gagal disambut Guehi dengan tendangan akrobatiknya, namun bola liar jatuh ke kaki Brown yang dengan mudah mensontek bola dari jarak enam yard.
Upaya Ziger di lapangan kami berhasil diredam sementara sebuah sepak pojok dari Phoenix Patterson juga gagal merepotkan kiper Kroasia itu. Namun, Tottenham harus lebih ambisius setelah tertinggal dan ini membuka kesempatan bagi pasukan Morris untuk mengancam melalui serangan balik. Brown bahkan nyaris menggandakan keunggulan di pertengahan babak pertama.
Sebuah clearance dari kotak penalti kami diambil oleh McEachran yang lalu melepas umpan sempurna ke Brow yang tengah berlari dari tengah lapangan. Si striker menembak, namun bola mengenai tiang gawang, bola sempat mengenai dirinya dan kemudian diamankan oleh Di Bie dengan reaksi yang mengagumkan.
Tim tamu kembali mendapat pukulan setelah laga berjalan setengah jam ketika Brooklyn Lyons-Foster, bek tengah mereka, terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Pergantian pemain itu memberikan dampak positif pada Spurs, namun penguasaan bola mereka tidak diikuti dengan kreasi-kreasi di depan gawang, kontras dengan rival London mereka.
Tendangan bebas McEachran nyaris bisa disambut Brown di tiang dekat. Lamptey, full-back, memflick bola ke atas Jamie Reynolds kemudian menggiring bola ke dalam kotak penalti dan kembali memaksa De Bie melakukan penyelamatan terhadap tendangan kerasnya. Sepak pojok berikutnya bisa dihalau lawan dengan sundulan. Gilmour, gelandang Under-17 Skotlandia itu melepas tembakan keras dari luar kotak penalti, namun tidak dapat menembus area penalti yang padat.
Akhirnya, the Blues merayakan gol kedua mereka sebelum turun minum lewat Brown dan kami pun meninggalkan babak pertama dengan keunggulan yang cukup aman. Gilmour menjadi kreator dari peluang itu, memberikan umpan kepada si striker lewat sebuah umpan tersamar, dan tak disia-siakan Brown dengan penyelesaian kaki kanan yang mengarahkan bola ke sudut bawah gawang.
Spurs harus segera merespons gol itu untuk mempertahankan asa di final ini, namun tim tuan rumah tetap menguasai permainan, sejak babak dimulai. Tendangan McEachran, didahului oleh aksi menahan bola Brown, yang terdefleksi sedikit melebar dari gawang. Sementara, Mola nyaris membobol gawang lawan ketika tandukannya yang menyambut sepak pojok masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Tim asuhan Parker terus bermain dari belakang namun kerap kehilangan bola di tengah lapangan, membuat Chelsea semakin banyak mendapat peluang tembak. Brown kembali mengancam dari kiri, mengarahkan sebuah umpan siang ke Gilmour, meski sepakannya kembali diblok pemain alwan. Lamptey dua kali mendapat peluang. Pertama melalui tembakan jarak jauh yang masih melebar, sebelum kemudian tekel Jonathan Dinzeyi menghentikan pergerakannya yang sudah berhasil melewati empat bek lawan.

Diambil dari foto milik Graeme Reeves.
Harapan Brown untuk mencetak hat-trick di final pupus setelah sepakan terakhirnya, memanfaatkan umpan silang Castillo, melebar. Sementara, penggantinya, Martell Taylor-Crossdale langsung memaksa De Bie melakukan tepisan hanya beberapa detik setelah masuk ke lapangan.
Tottenham jarang memberika ancaman di sepertiga akhir lapangan, namun Ziger masih harus waspada demi menjaga clean sheet dengan mementahkan percobaan Troy Parrot dari sebuah sepak pojok. Skor akhir mestinya bisa lebih besar lagi, namun tembakan Taylor-Crossdale, menyambut umpan McEachran, terdefleksi dan melebar, sementara sentuhan brilian dari belakang oleh Timothy Eyoma menggagalkan usaha pemain pengganti, Tino Anjorin, yang diawali dari pergerakan Lamptey di sektor kanan.
Kemenangan pasukan Jody Morris ini sangat layak diperoleh dan trofi baru ini menambah panjang daftar kesuksesan kami di level Akademi.

Chelsea (4-2-3-1) Karlo Ziger; Tariq Lamptey, Marcel Lavinier, Marc Guehi, Clinton Mola; Conor Gallagher (k), Billy Gilmour; Tariq Uwakwe, George McEachran, Juan Castillo (Tino Anjorin 83); Charlie Brown (Martell Taylor-Crossdale 71)
Cadangan yang tidak dimainkan 
Jack Wakely, Nicolas Tie, Daishawn Redan
Pencetak gol Brown 18, 45+1
Tottenham Jonathan de Bie (k), Tariq Hinds, Jamie Reynolds, Jamie Bowden (Paris Maghoma 59), Timothy Eyoma, Brooklyn Lyons-Foster (Jonathan Dinzeyi 30), Dilan Markanday, Oliver Skipp (Rodel Richards 76), Troy Parrot, Phoenix Patterson, J’Neil Bennett
Cadangan yang tidak dimainkan 
Joshua Oluwayemi, Armando Shashoua
Kartu kuning Hinds 38
Wasit Daniel Austin

CPP: Leicester v Chelsea - Sejarah

Tags
Melanjutkan pratinjau untuk laga hari Minggu, sejarawan klub Rick Glanvill dan ahli statistik klub Paul Dutton mengulas beberapa pertemuan di masa lalu dengan the Foxes...

SEJARAH KAMI



Ini adalah kesempatan keenam Chelsea dan Leicester  berjumpa di Piala FA, tim London lolos pada masing-masing lima pertemuan sebelumnya.
The Blues hanya dua kali memainkan laga Piala FA di markas Leicester, keduanya di Filbert Street.
Yang pertama, pada tanggal 10 Januari 1946, dimulai pukul 2 siang pada hari Kamis sore.
Uniknya, format untuk putaran satu sampai enam dari kompetisi 1945/46, yang pertama setelah akhir Perang Dunia Kedua, dimainkan dengan dua leg, yang pertama pada hari Sabtu, yang kedua pada pertengahan minggu berikutnya.
Pertandingan pertama di Bridge berakhir imbang 1-1, dan tanpa aturan 'gol tandang' masih ada laga replay yang harus dimainkan.
Striker Inggris Len Goulden membuka skor untuk Chelsea di pertengahan babak pertama, tendangannya tampak mengejutkan Joe Calvert dan melewati tepisa sang kiper. Leicester gagal mencetak gol penyeimbang dan akhirnya Reg Williams menutup skor menjadi 2-0 untuk kemenangan Willie Birrell.


Dalam kunjungan terakhir pada bulan Februari 1997, the Blues besutan Ruud Gullit ketinggalan 2-0 saat turun minum untuk kemudian mengimbangi skor menjadi 2-2. Roberto Di Matteo mencetak gol pertama, melepaskan tembakan dari luar kotak penalti untuk menaklukkan Kasey Keller.
The Blues menggandakan keunggulan setelah permainan umpan-umpan yang dipimpin oleh Eddie Newton. Mendapat umpan dari Dan Petrescu, Mark Hughes berhasil melewati kiper Amerika itu.


Pada saat itu, mantan striker Chelsea Alan Birchenall, mencetak gol untuk the Foxes, memberi kesan bahwa tuan rumah mungkin akan meniru kebangkitan Chelsea  melawan Liverpool di babak sebelumnya. Meski bercanda, dia hampir benar.
Dua tendangan bebas yang dimenangi oleh Steve Claridge dan ditendang kotak penalti Kevin Hitchcock oleh Garry Parker mengubah keadaan. Umpan  pertama dikonversi Steve Walsh dan dalam beberapa menit terakhir, gol peyeimbang tercipta karena gol bunuh diri Newton. Ada peluang Mark Hughes yang membentur mistar gawang d menit-menit terakhir.
Chelsea memenangkan replay di Bridge dengan penalti Frank Leboeuf untuk mencapai perempat final ketiga dalam empat tahun, sebelum memenangi piala di bulan Mei. 
Kemenangan telah menjadi milik Chelsea dalam 12 dari 15 pertemuan terakhir antara kedua tim di semua kompetisi, dengan hanya menderita satu kekalahan.

CATATAN THE BLUES


Pada Sabtu 18 Maret 1967 pemain termuda Chelsea, Ian Hamilton, 16 tahun, meniru bintang muda sebelumnya, Jimmy Greaves, dengan mencetak gol dalam debutnya di pertandingan melawan Tottenham yang berakhir 1-1. Secara kebetulan, Greaves mencetak gol untuk Spurs.
Pertemuan FA Cup kami sebelumnya
1919/20Babak ketigaStamford BridgeChelsea menang 3-0
1945/46Babak ketiga leg pertamaStamford BridgeDrew 1-1
Babak ketiga leg keduaFilbert StreetChelsea menang 2-0
1996/97Babak kelimaFilbert StreetImbang 2-2
replay Babak kelimaStamford BridgeChelsea menang 1-0 aet
1999/00Babak ketigaStamford BridgeChelsea menang 2-1
2011/12PerempatfinalStamford BridgeChelsea menang 5-2
Pertemuan di kompetisi piala lainnya (semua Piala Liga)
1964/65Final leg pertamaStamford BridgeChelsea menang 3-2
Final leg keduaFilbert StreetImbang 0-0
1983/84babak kedua leg pertamaFilbert StreetChelsea menang 2-0
babak kedua leg keduaStamford BridgeLeicester menang 2-0 (4-3 to Chelsea on pens)
2007/08babak keempatStamford BridgeChelsea menang 4-3
2016/17babak ketigaKing Power StadiumChelsea menang 4-2 aet

KEMENANGAN TERBESAR DI LEICESTER UNTUK MASING-MASING TIM:

11/01/2004 Leicester 0-4 Chelsea Premier League
01/09/1924 Leicester 4-0 Chelsea Divisi Dua