Statistik Kunci
Chelsea selalu mencetak gol di 10 laga terakhir dengan Liverpool di Premier League.
Ini adalah laga tandang keempat Liverpool musim ini, dengan adanya pengembangan ulang Anfield, mereka harus bertukar jadwal dengan Burnley, tamu terbaru kita. The Blues mengalahkan the Clarets dengan skor 3-0, jadi cukup mengejutkan melihat the Reds kalah 0-2 oleh tim yang sama. Terutama, setelah mereka berhasil mengalahkan Arsenal 4-3 di kandang lawan.
Ini adalah laga kedua dari 10 laga Jumat terakhir yang disiarkan TV secara langsung. Terakhir kali kita tampil di Premier League di hari yang sama, di Stamford Bridge (selain Boxing Day) adalah saat bermain imbang 2-2 dengan Manchester United pada 22 Agustus 2002. Kala itu laga dimajukan pada hari Jumat karena hari Sabtunya bertepatan dengan Notting Hill Carnival yang dijaga ketat oleh banyak polisi sepanjang akhir pekan.
The Blues juga pernah menikmati hari indah di laga Jumat malam, dua kali, melawan Real Madrid yang perkasa. Laga itu terjadi pada Mei 1971 di partai ulangan UEFA Cup Winners’ Cup, di mana Peter Osgood mencetak gol kemenangan yang berakhir dengan skor 2-1, dan di UEFA Super Cup di akhir Agustus 1998, lewat gol penentu Gustavo Poyet.
Lalu laga sesama tim promosi, melawan Manchester City pada 4 Mei 1984 di Maine Road, di mana the Citizens digebuk 2-0 oleh tim yang kemudian menjadi juara Divisi dua berkat gol-gol Pat Nevin dan Kerry Dixon.
Pekan ini, si ramah Jurgen Klopp menggambarkan gairahnya dalam menyambut laga, melawan manajer yang ia sebut sebagai “Pep Guardiolanya Juventus”. Kedua pelatih itu tipe penuntut, bermain menyerang dan suka memenangi atau merebut bola di garis depan, namun Conte lebih keras dalam soal pertahanan.
Manajer asal Italia itu menyatakan kekecewaannya dengan “kesalahan tim” yang berujung pada gol Swansea pada hari Minggu lalu – lewat satu-satunya tembakan ke gawang mereka. Sisi positinya, Chelsea bisa mencetak gol telat. Lima dari sembilan gol di liga lahir di seperempat jam terakhir.
Masalahnya adalah, gol penyelamat itu sangat dibutuhkan karena gagalnya pemain dalam mengonversi peluang-peluang dan kesalahan-kesalahan yang membuat lawan bangkit kembali. Sisi positifnya adalah semangat dan determinasi pemain setela tertinggal – sesuatu yang kita rindukan musim lalu.
Swansea melakukan 19 pelanggaran dibanding tujuh dari tim London meski the Blues mendapat kartu kuning lebih banyak: empat berbanding tiga.
Semua pelanggaran the Swans dilakukan pada Diego Costa (yang sudah mencetak tujuh gol ke gawang the Jacks). Sebagai catatan, sejauh ini topskor kita bernomor punggung 19 itu sudah menerima 15 pelanggaran dari empat laga divisi utama (tujuh di Swansea), dan anya melakukan empat pelanggaran. Sebagai perbandingan, Harry Kane baru dilanggar enam kali dari empat pertandingan, pemain Liverpool Roberto Firmino lima, Zlatan Ibrahimovic dua, dan Sergio Aguero baru satu kal dari tiga laga.
Tak lagi mengejutkan bagi penggemar Chelsea untuk mengetahui bahwa pemain kedua yang paling banyak dilanggar di divisi utama Inggris adalah Eden Hazard (12 kali).
HAL TERBAIK YANG BISA TERJADI PADA AKHIR PEKAN INI…
Tetap tak terkalahkan, dan kembali ke puncak Premier League – setidaknya selama 17 jam.