Saturday, September 17, 2016

Courtois: Bukan yang Terbaik

Thibaut Courtois memberi penilaian jujur ​​menyusul kekalahan Sabtu dini hari tadi atas Liverpool, mengakui bahwa menyulitkan diri kami sendiri dengan performa buruk di babak pertama.
The Blues tertinggal dua gol sebelum babak pertama dengan Dejan Lovren dan Jordan Henderson membawa the Reds unggul, dan meskipun Diego Costa mencetak gol kami tidak bisa bangkit di laga itu.
Courtois dibiarkan berada dalam posisi terbuka ketika tercipta gol pembuka yang dicetak Lovren dan juga gagal mengantispasi sepakan jarak jauh Henderson, tetapi merasa dua gol itu sebenarnya dihindari.
"Kami tidak mengawali laga dengan baik. Babak pertama kami tidak memiliki duel, kami tidak mengambil bola kedua, semuanya untuk mereka," kata Courtois setelah laga. "Mereka menekan kami dan kami tidak bisa mengatasi itu. Hal itu sangat sulit dan kami memberikan dua gol tandang."
"Babak kedua sedikit lebih baik, kami mencetak gol dan melakukan beberapa tekanan, tapi saya tidak berpikir kami memiliki peluang yang bagus."
"Gol pertama adalah satu tendangan bebas yang mereka ambil dengan cepat, semua orang mengejar bola pertama dan mereka mengejar bola kedua, melepaskan umpan yang silang bagus dan itu adalah gol yang bagus."
"Semua orang sedikit terkejut, kami tidak memulai dengan baik dan kemudian mereka mencetak gol kedua ketika kami tidak bertahan dengan baik. Kami mencoba untuk bangkit, tapi ketika kami mencoba untuk  bermain lebih baik mereka mencetak gol kedua."
"Itu dari lemparan ke dalam, mungkin kami tidak mengikuti pemainnya, bola jatuh di kaki Henderson yang tidak terkawal dan dia membuat gol kelas dunia. Maka sulit untuk menciptakan peluang. Ini sulit, tahun lalu kami bangkit melawan Tottenham. Kami mencetak gol cukup dini, tapi setelah itu kami tidak memiliki peluang bagus untuk mencetak gol sehingga ini sangat disayangkan."
Kami sekarang akan bersiap untuk laga tandang ke markas Leicester di Piala Capital One dan Arsenal di Premier League sebagai upaya kami untuk kembali ke jalan kemenangan setelah awal yang kuat untuk musim ini.
"Kami tahu bagaimana Leicester bermain, itu sangat sulit juga di sana," kata kiper Belgia itu. "Ini piala yang penting dan kami ingin meraih trofi musim ini. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan kami harus bereaksi setelah dua pertandingan mengecewakan di Swansea dan kalah di kandang melawan Liverpool. Pertandingan berikutnya tandang Arsenal kami harus mencoba untuk menang seperti musim lalu."

Lima, Sepuluh, Lima Belas



Dalam artikel terbaru dari fitur baru kami yang mengulas kembali kejadian di pekan ini pada lima, sepuluh, dan 15 tahun lalu, laga internasional dan transfer pemain menjadi kisah hari ini... 

 

LIMA

Sepertinya tak ada penggemar Chelsea di belahan Bumi mana pun yang lupa akan akhir dari perjalanan kami di Liga Champions, tapi berapa banyak yang mengingat awalnya?
Pekan ini lima tahun yang lalu, yang menjadi fokus adalah mengawali fase grup dengan meyakinkan dan bukannya memikirkan apa yang akan terjadi di Munich pada Mei tahun berikutnya, meski kedua fase berbeda itu memiliki kesamaan - lawan asal Jerman.
Laga pembukaan ajang terbesar antar klub Eropa itu diawali dengan menghadapi Bayer Leverkusen yang diperkuat oleh pemain yang familiar. Michael Ballack meninggalkan Chelsea setahun sebelumnya setelah empat musim di Stamford Bridge, dan ia kembali sebagai lawan.
"Saat pertama kali melihat hasil undian, aku merasa sangat senang baik untuk pribadi maupun klub," katanya semalam sebelum hari pertandingan.
Terdapat spekulasi sebelum laga tentang apakah Ballack akan bermain sejak menit pertama di laga itu. Akhirnya, pemain berusia 34 tahun itu menjadi starter dan tampil di 65 menit pertama. Ia mendapat peluang bagus untuk mencetak gol namun peluang satu lawan satu itu digagalkan Petr Cech.
Semenit setelah mantan kapten timnas Jerman itu meninggalkan lapangan, Chelsea sukses memecah kebuntuan lewat David Luiz yang memainkan laga pertamanya di musim itu lantaran cedera. Ia menjadi starter dan menyelesaikan sebuah pergerakan yang rapi dengan tembakan ke sudut bawah gawang dari tepi kotak penalti. Selebrasinya sangat bersemangat. Itulah laga Liga Champions pertamanya untuk klub.
Leverkusen, yang diperkuat Andre Schurrle, dibobol Juan Mata di menit-menit akhir dan skor menjadi 2-0. Kedua klub tersebut akhirnya lolos ke fase gugur.

SEPULUH

Ada beberapa laga yang bisa diambil dari pekan ini antara lima dan sepuluh tahun yang lalu. Mengulang tahun 2006, kami mengawali Liga Champions dengan kemenangan 2-0 atas tim tamu dari Bundesliga, Werder Bremen, dan Michael Ballack masih mengenakan seragam kami.
Bahkan, ia menciptakan momen paling mengesankan di laga itu, lewat tendangan penalti.
Michael Essien membuat kami unggul 1-0 lewat gol perdananya untuk the Blues di ajang Eropa berkat usaha keras Frank Lampard. Banyak orang mengharapkan gelandang Inggris itu untuk menjadi eksekutor penalti ketika Didier Drogba dilanggar di babak kedua. Tapi, Lampard sudah gagal mengeksekusi tiga dari empat tendangan penalti terakhirnya untuk klub dan negaranya dan setelah mengambil bola, ia memberikannya ke Ballack. Bola kemudian ditendang keras ke sudut kanan atas gawang tim lawan yang menjadi gol pertama pemain Jerman itu untuk Chelsea (gambar di bawah).
"Sebelum pertandingan aku bicara kepada Michael dan kami putuskan, jika kami mendapat hadiah tendangan penalti, dialah yang akan menjadi eksekutornya," jelas Lampard.
"Aku tahu pasti banyak yang menanyaiku seusai laga tapi yang terpenting adalah tim mencetak penalti dan mendapat manfaatnya, bukan siapa yang menendangnya. Kami tak tahu siapa yang akan mengambil tendangan penalti di kemudian hari, tapi yang terpenting adalah mencetak gol."
"Michael baru saja melakukannya, tapi akulah yang akan menjadi penendang penalti Chelsea mendatang..."
Lamps menepati kata-katanya itu.

LIMA BELAS

Pekan ini 15 tahun yang lalu, agenda Chelsea di sepakbola Eropa arus dihapus akibat tragedi 9/11.
Sehari setelah serangan di New York dan Washington DC, UEFA membatalkan semua laga di pekan itu sehingga lawan kami, Levski Sofia, yang sudah mendarat di Inggris arus kembali sepekan berikutnya untuk menjalani leg pertama EUFA Cup.
Di akhir pekan, kami berlaga di White Hart Lane dan kami datang ke London utara itu dengan bekal tak pernah kalah sejak 1987.
Pada 2001, Chelsea terus menang tipis. Jimmy Floyd Hasselbaink menanduk umpan silang Frank Lampard di penghujung masa perpanjangan waktu babak pertama dan ia kemudian mengembalikan keunggulan tim setelah sebelumnya disamakan oleh Teddy Sheringham.
Menjadi pertanda bahwa malam itu adalah malam kami, Neil Sullivan yang menjaga gawang Spurs berhasil menepis tembakan penalti Hasselbaink, bola kemudian mengenai kedua tiang dan masuk.
Namun, Sheringham kembali menyamakan kedudukan di menit 89 dan tak lama kemudian, Lampard, yang baru dua bulan di Chelsea, diusir wasit. Mungkin malam itu bukanlah malam kami.
Tapi kami tak khawatir. Sebuah sepak pojok di masa perpanjangan waktu berujung pada gol kemenangan kedua the Blues yang dicetak di masa perpanjangan waktu. Eidur Gudjohnsen menyambut umpan Emmanuel Petit dan tak ada yang menghentikan Marcel Desailly di tiang jauh (gambar di atas). 3-2 dan tiga poin dari White Hart Lane.

Komentar Pasca Pertandingan: Kerja Keras ke Depannya



Antonio Conte, membahas kekalahan 2-1 kami atas Liverpool, menilai bahwa kami harus membayar mahal dari kurangnya konsentrasi kolektif pada momen penting dalam pertandingan.
Liverpool mencetak dua gol dalam 45 menit untuk mendapatkan dominasi dalam pertandingan ini, sebelum Diego Costa mencetak satu gol pada pertengahan babak kedua.
Tapi, Conte merasa kami hanya harus menyalahkan diri kami sendiri saat membiarkan Liverpool mencetak gol mereka.
"Di babak pertama, saya harus jujur, saya pikir kami bertanggung jawab atas dua gol mereka," kata pelatih asal Italia. "Gol pertama terjadi setelah tendangan bebas yang mereka ambil sangat cepat dan yang kedua setelah lemparan ke dalam. Dari jarak jauh itu adalah gol yang luar biasa, tetapi ketika Anda memberikan dua gol dengan cara seperti itu, itu sangat sulit (diterima)."
"Ini adalah pertandingan sulit dan saya pikir Anda harus memperhatikan di setiap momen, setiap menit dari laga ini, karena itu membuat perbedaan. Dalam hal ini kami harus membayar harganya karena setelah babak pertama kami tertinggal 2-0 dan kemudian itu sangat sulit."
"Di babak kedua kami mencetak gol dan kemudian melewatkan kesempatan untuk menyamakan skor melalui Costa. Kami memiliki beberapa peluang untuk bermain imbang, tapi itu terlalu terlambat."
Conte menjelaskan mengapa ia menunggu sampai akhir laga untuk membuat tiga pergantian pemain
'"Di babak kedua kami mulai dengan pemain yang sama dan Anda melihat permainan yang berbeda, dengan intensitas besar. Kami mencetak gol dan menciptakan peluang sehingga untuk alasan ini saya menunggu untuk membuat pergantian pemain. Dalam 10 menit terakhir saya mengganti tiga pemain untuk mencoba untuk memberikan kesegaran dan mengubah hasil laga."
"Pada saat itu saya harus memutuskan atau tidak untuk menempatkan dua pemain sayap. Saya ingin mengubah gelandang untuk memainkan Fabregas, tetapi itu bisa saja Batshuayi dan bukannya Moses atau Pedro. Saya harus menempatkan Hazard lebih dekat dengan Diego."
Pelatih kepala Chelsea, yang mengatakan David Luiz bermain sangat baik, percaya ada banyak kerja keras yang harus dilakukan ke depannya
"Setiap laga sangat sulit dan kami tidak boleh melupakan musim lalu. Itu penting karena itu adalah musim yang buruk dan saya tidak ingin mengulangi itu. Ketika Anda finis di posisi 10 itu sesuatu yang aneh, itu tidak alami atau sederhana. Artinya kami harus bekerja sangat keras untuk berkembang."
"Saya bersalah karena saya seorang pelatih dan itu berarti saya harus bekerja lebih. Kami harus merasakan bahaya di setiap laga jika kami ingin menang dan berpikir seperti tim yang hebat. Kita harus memperhatikan dan fokus."

Laporan pertandingan: Chelsea 1 Liverpool 2



Malam di Stamford Bridge ini berakhir mengecewakan dengan kekalahan 1-2 dari Liverpool.
Pasukan Antonio Conte beraksi dengan baik di babak kedua setelah tertinggal 2-0 saat turun minum. Tapi, meski bisa memperkecil ketertinggalan lewat Diego Costa ketika laga menyisakan setengah jam, kita tak mampu bangkit dan menyelamatkan poin.
Hanya ada satu perubahan pemain dari tim utama yang berlaga di Swansea Minggu lalu, yaituDavid Luiz yang menggantikan John Terry yang cedera. Itu adalah penampilan perdananya sejak kembali ke klub akhir bulan lalu. Dengan absennya John Terry, maka ban kapten diserahkan kepada Branislav Ivanovic.
Jelang kick-off, seuah bendera baru, yang didesain oleh para suporter untuk merayakan 50 tahun the Shed dikibarkan di atas tribun.
Laga diawali dengan tempo tinggi dan kedua tim berusaha mencari gol lebih dulu. Sebuah serangan balik Chelsea terhenti setelah bola yang dikuasai Willian direbut di depan area penalti.Thibaut Courtois langsung beraksi untuk menghentikan tembakan mantan pemain Chelsea, Daniel Sturridge.
Di permulaan laga, Liverpool lebih banyak menguasai bola sementara the Blues harus menumpuk pemainnya di belakang dan menunggu kesempatan untuk mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan pemain lawan.
Namun, tim tamulah yang unggul lebih dulu, di menit 16, lewat umpan silang Philippe Coutinho. Tiga pemain Liverpool sudah menunggu dan tak terkawal di lini belakang kita. Meski Sturridge berada dalam posisi offside, Dejan Lovrenlah yang menerima bola dan memvolinya, bola memantul ke tanah dan berada di luar jangkauan Courtois.
Kita masih kesulitan menguasai bola dan tujuh menit kemudian Liverpool nyaris menambah keunggulannya, namun tembakan drive Sturride dari sudut sempit masih melebar dan menyeberang ke tiang jauh.
Berusaha menyamakan kedudukan, umpan Eden Hazard dari kiri bisa ditangkap Simon Mignolet, dan tembakan spekulatif N'Golo Kante masih melambung tinggi. Hingga setengah jam, serangan kita belum membaik.
Sepuluh menit sebelum turun minum skor menjadi 2-0 untuk tim tamu. Jordan Henderson menerima bola 35 yard di depan gawang dan tidak mendapat tekanan, ia melepas tembakan melengkung dengan kaki kanan yang tak terjangkau Courtois dan menembus sudut atas gawang.
Berusaha bangkit, tandukan David Luiz yang memanfaatkan sepak pojok Willian masih melambung. Setelah itu tak banyak peluang yang terjadi dari kedua tim dan akhirnya kita punya banyak pekerjaan saat turun minum.
Antonio Conte tetap tidak mengganti pemainnya saat jeda dan pasukannya mengawali babak kedua dengan positif. Usaha Diego Costa yang tidak mendapat dukungan dari lini serang berkali-kali menemui jalan buntu.
Setelah satu jam, kita kembali ke permainan, dan adalah Diego Costa yang kembali menjebol gawang lawan.
Kredit harus diberikan kepada Nemanja Matic yang bertukar umpan dengan Hazard, kemudian menggiring bola ke dekat gawang dan memflick bola ke Diego Costa, yang dengan mudah membelokkan bola ke gawang dan mencetak gol ketiganya dalam dua pertandingan terakhir.
Striker kita itu nyaris menyamakan kedudukan dari serangan berikutnya, ketika umpan Maticdisundul ke arahnya oleh OscarDiego Costa mengontrol bola lalu berbalik, namun tembakan kaki kirinya masih mengarah tepat ke Mignolet.
Tak mengherankan lagi jika gol tadi mengubah jalannya pertandingan, di mana the Blues terus menciptakan peluang.
Namun, Liverpool masih bisa memberikan ancaman, meski sudah melakukan pergantian pemain. Divock Origi masuk menggantikan Sturridge yang menjadi titik serang utama mereka.
Courtois melakukan penyelamatan gemilang kala menghentikan usaha Coutinho, yang disusul dengan penyelamatan yang lebih bagus lagi, ketika mementahkan tandukan Origi yang hampir bisa dipastikan masuk.
Ketika waktu semakin menipis, Conte langsung mengganti tiga pemain, memasukkan tiga pemain bertipe menyerang - Cesc FabregasVictor Moses dan Pedro menggantikan MaticWillian, danOscar.
Moses dan Pedro mengisi kedua sayap seddangkan Hazard dipinda ke tengah, berdekatan denganDiego Costa.
Pemain Belgia itu dijatuhkan oleh Lucas di tepi kotak penalti dan menghasilkan tendangan bebas di daerah berbahaya. Fabregas menjadi eksekutornya, tapi tembakan kerasnya hanya mengenai tembok pertahanan Liverpool dan bisa diamankan.
Itu adalah peluang terakhir kita dan meski sudah tampil dengan lebih bersemangat di babak kedua, tiga poin dicuri oleh tim tamu.
Chelsea (4-1-4-1): CourtoisIvanovic (k), CahillDavid LuizAzpilicuetaKanteWillian (Moses 83), Matic ( Fabregas 83), Oscar (Pedro 83), HazardDiego Costa.
Cadangan yang tidak dimainkan: BegovicAina, Alonso,  Batshuayi
Gol Diego Costa 60
Liverpool (4-3-3): Mignolet; Clyne, Lovren, Matip, Milner; Lallana, Henderson (k), Wijnaldum (Stewart 89); Mane, Sturridge (Origi 57), Coutinho (Lucas 81).
Cadangan yang tidak dimainkan: Karios, Grujic, Moreno, Ejaria
Gol Lovren 17, Henderson 35
Kartu kuning 
Lucas 88
Wasit Martin Atkinson
Penonton 41.514






Azpilicueta: Laga hari Jumat





Cesar Azpilicueta berkomentar tentang beberapa pekan pertama musim ini, bercerita tentang bagaimana bekerja di bawah Antonio Conte, dan menatap laga kontra Liverpool di Stamford dini hari nanti, yang akan mengawali rentetan laga berat...
"Kami akan berusaha sesempurna mungkin meski akan sulit."
Itulah yang dikatakan oleh Cesar Azpilicueta pada situs ini semalam jelang musim baru. Sebulan kemudian, semuanya berjalan sesuai rencana.
Hanya ketika melawan Swansea pada Minggu lalu kita kehilangan poin - pertama kali di musim 2016/17, itu pun bisa dibilang di bawah keadaan yang tidak menguntungkan. Terlebih lagi, mengingat bahwa the Blues tidak bisa membawa pulang kemenangan meski mendominasi laga. Akhirnya kita hanya mendapat 10 dan bukannya 12 poin, bekal yang kita bawa saat menghadapi Liverpool di laga kelima Premier League dini hari nanti.
"Kami harus bangkit sesegera mungkin," tegas Azpilicueta.
"Secara keseluruhan, ini awal musim yang baik. Kami kecewa dengan laga terakhir tapi sejauh ini tim sudah tampil dengan baik terlepas dari kebobolan beberapa gol, yang menjadi sesuatu untuk diperbaiki."
"Sejak awal pramusim, manajer berusaha menjelaskan ide-ide dan metodenya. Kami harus bekerja sangat keras. Pramusim kami sangat baik, bahkan ketika hasilnya tidak sempurna."
"Target kami adalah mencapai kondisi terbaik untuk mengawali musim dan kami berhasil, lalu mempertahankannya karena Mei masih sangat lama."
Azpilicueta berkata sangat menikmati bekerja bersama Antonio Conte, menambahkan bahwa, sebagai seorang bek sayap, yang harus menutup separuh lapangan di dekat orang Italia itu, ia tak pernah melewatkan tingkah sang pelatih di pinggir lapangan.
"Ia sangat intens di dalam pertandingan, seolah-olah sedang bermain," kata pemain berusia 27 tahun sambil tersenyum.
"Ia menunjukkan gairah dan intensitas tinggi, dan ia ingin kami, para pemain, untuk memilih rasa yang sama. Ia tipe manajer yang akan menendang setiap bola dan berlari setiap saat. Ini menunjukkan semangatnya yang hebat."
Azpilicueta berkata ia tak bisa mengingat laga Jumat malam sebelumnya, di Osasuna atau Marseille, tapi ada seseorang yang masih segar diingatannya: David Luiz. Pemain Brazil itu akan tampil untuk pertama kalinya sejak kembali ke klub di hari penutupan bursa transfer, dan Azpilicueta sudah mencatat gairah membara rekannya itu "untuk memenangi trofi demi Chelsea", yang berhasil ia raih di periode pertamanya di SW6.
Laga dini hari nanti akan menjadi laga pertama dari lima laga berat di kandang, melawan empat dari tim yang saat ini bercokol di peringkat enam besar - Liverpool, Manchester United, Everton dan Tottenham - serta juara musim lalu, Leicester.
"Musim lalu, setiap tim yang datang ke Stamford Bridge merasa bisa mendapat poin," aku Azpilicueta. "Ini tak boleh terjadi karena ini adalah rumah kami dan kami harus cukup kuat untuk mendapatkan poin."
"Kami telah menunjukkan bahwa kami bisa melakukannya sejauhh ini dengan intensitas yang kami mainkan."
"Para penggemar juga mengagumkan dan kami harus memberi apa yang mereka inginkan, kami harus memperjuangkan setiap bola dan berusaha memainkan sepakbola yang baik, lalu pada akhirnya, yang terpenting, mendapatkan hasil."
"Chelsea vs Liverpool di malam Jumat, ini jadwal yang menarik dan kami pastikan untuk mengawali akhir pekan dengan cara yang baik."

Catatan Pra Pertandingan: Chelsea vs Liverpool - taktik



Kami akhiri Catatan Pra Pertandingan untuk laga kontra Liverpool dini hari nanti...

ULAS TAKTIK 

Kapten John Terry akan absen hingga pekan depan setelah mengalami cedera ligamen kaki di akhir pertandingan kontra Swansea, yang bisa membuat David Luis bermain malam ini.
Setelah gol kebobolan melawan Swansea, Antonio Conte mungkin berencana untuk mengubah komposisi empat beknya, memberi kesempatan Marcos Alonso untuk menjalani debut di bek kiri dan David Luiz untuk kembali bermain dengan klub ini.
Pemain Brasil ini mungkin akan menjadi kapten, meskipun Branislav Ivanovic adalah pilihan lain-nya. Semua dari mereka selain Terry lebih nyaman bermain dalam posisi bek kanan, dan di masa lalu ketika dipasangkan dengan CahillDavid Luiz bermain di sisi kiri - dan juga bermain bagus saat kami juara Liga Champions 2012. Itu juga menjadi posisi-nya di PSG. Ketika Ivanovic bergabungCahill di tengah musim lalu, pemain Inggris bermain di sebelah kanan. 
Absennya Terry dan Kurt Zouma membuat Conte semakin tidak mungkin untuk mengubah formasinya saat dari 4-1-4-1 ke 3-4-3 seperti yang pernah ia katakan. Dalam peran gelandang bertahan, N'Golo Kante membukukan akurasi umpan sebesar 94 persen, dan kontribusinya bisa menjadi sangat penting. 
Energi tinggi yang diterapkan tim tamu ke dalam permainan mereka dapat mengarahkan pelatih the Blues untuk memasang 11 pemain yang secara fisik bisa mengatasi intensitas laga ini. Sebagai pemain pengganti musim ini, Cesc Fabregas telah menciptakan peluang gol tertinggi di liga the Blues, dan membantu membuka pertahanan Swansea pada hari Minggu, tetapi mungkin harus menunggu untuk berkontribusi lagi malam ini. 
Oscar dan Nemanja Matic kemungkinan akan kembali diminta untuk menjadi starter dan melanjutkan performa impresif mereka musim ini serta didorong lebih ke depan daripada Kante. Tapi, karena laga ini digelar hanya lima hari setelah laga terakhir the Blues, Conte mungkin memilih untuk melakukan perubahan di sektor serangan sayap dengan dinamisme langsung yang dimilikiVictor Moses dan kecepatan yang dimilikinya membuatnya berpeluang menjadi starter. 
Selain itu, pencetak gol terbanyak liga, Diego Costa, bisa meneruskan performanya di Wales: mencuri perhatian tiga atau empat pemain sekaligus, menciptakan peluang untuk dirinya sendiri dan pemain lainnya, meskipun harus sering dilanggar dan diprovokasi sepanjang laga. Michy Batshuayi bisa menawarkan pilihan yang berbeda dalam serangan. 
 Gary Cahill menanduk bola sepak pojok ketika mengalahkan Liverpool pada pramusim di California
Liverpool telah beralih dari formasi 4-2-3-1 ke 4-3-3 musim ini, tetapi dengan performa apik gelandang bertahan Chelsea N'Golo Kante, ada tekanan besar untuk melihat pemain Liverpool yang kini dialihkan sebagai gelandang tengah, Jordan Henderson. Ini adalah wilayah kunci dari lapangan di mana dominasi the Blues akan ditentukan. 
Hal ini juga mengejutkan banyak suporter the Reds bahwa pelatih Jurgen Klopp tetap memilih dengan James Milner sebagai pengganti Alberto Moreno di bek kiri. Milner yang sebenarnya adalah gelandang sering bermain sangat bagu melawan Chelsea, tapi jika ada kekurangan dalam proes adaptasi di posisi bertahan, Conte dengan senang hati akan mengujinya dengan pemain berkemampuan teknik dan memiliki kecepatan, siapa pun yang ia pilih sebagai pemain sayapnya. 
Liverpool biasanya menerapkan tempo yang lebih tinggi dari lawan-lawan mereka. Tapi, Burnley memberikan kesempatan untuk melihat apa yang terjadi ketika The Reds mendominasi penguasaan bola lebih dari 80 persen.
Tiga pemain menyerang mereka juga cenderung tertarik ke dalam kotak penalti ketimbang  bermain melebar. Mereka kesulitan menghadapi the Clarets yang bertahan sedalam mungkin dan sempit.
The Reds tidak lagi memiliki penyerang Christian Benteke yang bermain lebih langsung, meskipun Roberto Firmino baru-baru ini menjadi pemain kunci.
Mantan pemain the Blues, Daniel Sturridge lebih sering dimainkan sebagai pemain sayap musim ini. Namun, ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bermain sebagai penyerang tengah, di mana Firmino yang lebih bekerja keras menjadi pilihan yang lebih disukai ketika Klopp ingin timnya menekan dengan kuat dari depan. 
Pemain baru Liverpool yang mahal  yang dibeli pada musim panas, Sadio Mane, mungkin menikmati laga ini, karena ia terkadang bermain bagus saat melawan the Blues ketika masih bersama mantan klubnya, Southampton. Sang penyerang keterampilan yang tidak bisa diprediksi, kecepatan dan pergerakannya yang langsung menyebabkan masalah untuk lini pertahanan mana pun ketika dia melakukannya. 
Ada juga beberapa bukti bahwa permainan menekan secara intens yang diterapkan the Reds membuat mereka kelelahan pada akhir babak pertama dan lagi setelah laga berjalan di atas satu jam: enam dari tujuh gol kebobolan mereka datang di periode tersebut. Kebiasaan Chelsea mencetak gol di menit-menit terakhir bisa menjadi faktor besar dalam hasil laga malam ini. 

KABAR SKUAT 

John Terry mengalami cedera ligamen pergelangan kaki di markas Swansea dan sepertinya tidak akan kembali berlatih sampai minggu depan. Laga ini juga terlalu dini bagi Kurt Zouma.
Bek reguler Liverpool Dejan Lovren diprediksi bisa kembali bermain malam ini, tetapi Mamadou Sakho dan Emre Can (yang hanya bermain 20 menit musim ini) berada dalam kondisi kurang fit.

Thursday, September 15, 2016

Conte: Saat Menguasai Bola dan Tidak



Banyak yang mengharapkan laga seru dari peragaan permainan menyerang di bawah sorot lampu dan di hadapan kamera tv yang menyiarkan langsung di Stamford Bridge dini hari nanti dan itu menunjukkan kesempatan dan tantangan bagi Antonio Conte. 
Tim Liverpool telah mencetak empat gol dalam dua laga Premier League musim ini, tapi juga kalah 0-2 dari Burnley, dan mereka memiliki ciri khas dalam bermain. Chelsea yang tak terkalahkan juga sedang membangun prinsip-prinsip bermain di bawah bos baru kami dan ada keseimbangan yang harus dicapai. 
"Kami menaruh perhatian besar terhadap laga ini karena Liverpool menyerang dengan dua pemain sayap dan satu penyerang yang bermain dengan sangat mengerucut, dan mereka menempatkan para full-back mereka dengan sangat melebar," jelas Conte.
"Mereka menyerang dengan lima, enam atau tujuh pemain dan ini sulit [untuk dihadapi], tapi ada kemungkinan besar ketika Anda memenangkan bola untuk menemukan ruang yang baik. Ketika Anda tidak menguasai bola itu dapat menciptakan banyak masalah jika Anda tidak menemukan solusi yang tepat."
Salah satu pemain yang telah penting untuk  Chelsea di bawah Conte sejauh ini adalah Oscar, yang menjadi starter di semua empat pertandingan liga sejauh ini.
"Saya selalu berpikir tim ini perlu untuk menemukan keseimbangan yang baik bila Anda memiliki penguasaan bola dan ketika Anda tidak, dan musim lalu Chelsea kebobolan 55 gol," kata pelatih kepala kami.
"Oscar adalah pemain yang bagus dengan teknik yang hebat dan dapat melakukan kedua  hal, menyerang dan bertahan. Sekarang saya memintanya untuk selalu tetap fokus dalam permainan karena dia adalah pemain penting bagi Chelsea. Dia adalah sosok yang baik dan dia bisa mencetak gol. Dia ada dalam rencana saya dan dalam rencana Chelsea."
Performa Oscar sejauh ini adalah salah satu alasan mengapa Cesc Fabregas berada di bangku cadangan. Conte berbicara tentang playmaker Spanyol kemarin dan ia menambahkan bahwa ia melihat dirinya sebagai teladan untuk orang lain.
"Cesc bekerja sangat baik dan banyak meningkat dalam banyak aspek dalam situasi bertahan. Saya harus memilih 11 pemain, tetapi jika itu terjadi bahwa saya memutuskan untuk memainkan Cesc, pemain lain akan berada di bangku cadangan dan saya ingin melihat sikap yang sama dan perilaku seperti Cesc."

Conte: David Luiz akan main



Antonio Conte berkata besok David Luiz akan menggantikan John Terry yang cedera untuk melawan Liverpool dan pelatih kepala Chelsea ini percaya sepenuhnya pada pemain asal Brazil itu, yang akan tampil untuk kali pertama sejak kembali ke klub dengan menyambut pasukan Jurgen Klopp.
Bicara kepada media di Cobham pra pertandingan besar itu, Conte menjelaskan ujian seperti apa yang ia harapkan.
"Laga yang ketat, sangat ketat melawan tim kuat," katanya. "Kurasa Liverpool adalah tim yang sangat bagus. Mereka bermain dengan intensitas tinggi, menaruh banyak pemain saat menyerang, mereka sangat bagus."
"Kami harus benar-benar waspada besok karena kami tahu mereka sangat kuat."
Manajer asal Italia itu kemudian memberikan kabar terbaru dari situasi Terry lalu menjelaskan mengapa ia sangat percaya pada David Luiz.
"John mengalami keseleo pada ligamen pergelangan kakinya, dan dokter memberitahuku bahwa ia bisa kembali bermain dalam 10 hari. Ia bekerja sangat keras dan hari ini ia menjalani sesi latihan penyembuhan," kata Conte.
"Besok David Luiz akan bermain untuk pertama kalinya bersama kam dan kami percaya dengannya."
"Kami harap ia tampil dengan sangat baik, kami tahu ia pemain yang bagus. Kami berusaha membawanya ke kondisi terbaiknya demi mengeluarkan yang terbaik darinya."
"Saat pemain baru datang, mereka butuh waktu untuk beradaptasi dengan konsep baru tapi besok kami harus memainkan David Luiz. Ia bekerja keras saat kami bertahan dan saat menguasai bola. Aku percaya dengannya."
Seperti halnya kita, Liverpool mengawali musim ini dengan baik, meski kalah dari Burnley di laga kedua mereka. Conte pun memuji manajer lawan, Klopp.
"Jurgen Klopp adalah manajer yang baik, salah satu yang terbaik di dunia," katanya. "Ia menunjukkan kapasitasnya untuk menjadi manajer yang hebat."
"Aku tidak terlalu mengenalnya. Kami baru bertemu sekali, di pramusim, tapi ia manajer yang fantastis dan aku akan senang bertemu dengannya besok."

Catatan Pra Pertandingan: Chelsea vs Liverpool - poin-poin penting



Akhir pekan dimulai dari sini! The Blues akan menjamu the Reds dari Merseyside pada Sabtu dini hari untuk memulai pekan Premier League dengan laga besar. Sejarawan klub Rick Glanvill dan ahli statistik klub Paul Dutton sudah siap untuk laga yang dimulai lebih awal dari biasanya ini...

POIN-POIN PENTING

Seharusnya rekor kemenangan 100 persen bisa diraih di Swansea, tapi Chelsea tetap berada di posisi yang menguntungkan, kedua di klasemen, dan masih tak terkalahkan di bawah Antonio Conte. Selama beberapa pekan berikutnya, the Blues harus tancap gas karena akan bertemu lawan-lawan berat di liga, yang semuanya adalah penantang serius untuk memperebutkan tempat di Eropa. Ini dimulai dengan laga Sabtu dini hari nanti melawan tim yang musim lalu meninggalkan Stamford Bridge dengan kemenangan 3-1.
Setelah menghadapi tim peringkat keenam, Liverpool dan bertandang ke markas Leicester di ajang League Cup, tim asal London barat akan berhadapan dengan Arsenal, yang saat ini berada satu tangga di bawah tim Jurgen Klopp. Setelah itu kita ditunggu Hull City, sekarang peringkat delapan, lalu juara bertahan Leicester, dan (setelah jeda internasional) Manchester Unitednya Jose Mourinho.