Monday, October 9, 2017

Rekan di Sebelah: Marcos Alonso FITUR

Dalam fitur baru kami musim ini, kami meminta para pemain untuk memberikan gambaran tentang rekan-rekan yang duduk di sebelahnya di ruang ganti di tempat latihan di Cobham.
Untuk Marcos Alonso, kolega yang duduk di sebelahnya adalah N'Golo Kante dan Cesar Azpilicueta…
 

MARCOS, SIAPA YANG BIASANYA PERTAMA KALI DATANG KE COBHAM SETIAP PAGI?

Rasanya Azpi karena rumahnya lebih dekat jadi lebih mudah baginya untuk datang ke tempat latihan. 
 

MEREKA RAPI ATAU BERANTAKAN?

Mereka berdua cukup rapi tapi Azpilicueta suka meletakkan barang-barangnya ke tempatku, Aku tak mengeluhkan itu, cukup memindahkan barang-barang itu ke tempatnya. Kami semua berteman. 
 

CERITAKAN APA YANG MUNGKIN TIDAK KAMI KETAHUI TENTANG MEREKA

Rasanya Anda bisa membayangkan bagaimana Azpi gemar pergi ke gym setiap hari sebelum latihan, ia seorang profesional yang hebat dan ia menikmati kegiatan itu. N’Golo, ia sangat pendiam, tapi selalu tertawa ketika seseorang melucu dan bersenang-senang. 

SIAPA YANG SUKA DIAM-DIAM MEREKAM DENGAN PONSEL MEREKA UNTUK DIUNGGAH KE MEDIA SOSIAL?

Tidak ada. Ada yang suka seperti itu, tapi kurasa kedua orang itu tidak terlalu menyukai sosial media. 
 

SIAPA YANG MENGHABISKAN WAKTU LEBIH LAMA DI DEPAN CERMIN ATAU MEMPERHATIKAN PENAMPILAN MEREKA?

Aku! Mereka berdua tidak terlalu suka bergaya, jadi aku harus memilih diriku.
 

TOPIK PEMBICARAAN FAVORIT?

Keduanya kerap bicara soal FIFA karena mereka sangat suka memainkannya, tapi aku tidak jadi aku dan Azpi biasanya bicara soal tim dan sepakbola Spanyol, dan ia juga bertanya-tanya soal pacarku karena aku punya pacar baru dan ia sangat ingin tahu. Sedangkan N’Golo, ia sedang belajar bahasa Spanyol dan aku sedang belajar bahasa Perancis, jadi kami saling mengajari. 


HAL TERBAIK DENGAN MEMILIKI MEREKA DI SEBELAH ANDA? 

Mereka berdua sangat rapi. N’Golo pria yang sangat baik dan selalu menyenangkan ada di dekatnya, sementara Azpi, ia adalah salah satu kapten kami, jadi senang bisa berada di dekatnya. Ia selalu bertanya tentang berbagai hal dan terlibat di dalam tim. Senang memiliki mereka berdua di dekatku.


SATU HAL YANG INGIN ANDA UBAH?

Aku ingin membuat N’Golo lebih cerewet karena ia sangat pendiam, sementara Azpi, mungkin ia sebaiknya tidak terlalu sering membicarakan FIFA. Ia terlalu sering membicarakannya! Ia tergila-gila dengan FIFA.


AKU SANGAT TERKESAN KETIKA…

Aku sangat terkesan ketika mendengar N’Golo berbicara dengan bahasa Spanyol. Ia pernah mempelajarinya di sekolah, jadi ia bisa berbicara dengan bahasa itu. Cesar sangat profesional, itulah yang paling mengesankan darinya. 


SUKA SELERA MUSIK MEREKA?

Mereka tidak sering mendengarkan musik, pemain-pemain lain lebih sering. Di antara kami bertiga, akulah yang lebih banyak mendengarkan musik. Akan kuberi contoh apa yang suka kudengarkan, ini musik Flamenco - Nolasco.
 

MARI BICARA SOAL PAKAIAN...

Gaya busana mereka payah! Keduanya. Kurasa setiap pagi mereka berpakaian tanpa menyalakan lampu. 
 

KALIAN SERING BERTEMU DI LUAR KLUB?

Tidak terlalu. Aku biasa bertemu dengan N’Golo ketika kami datang ke Chelsea dalam waktu bersamaan karena kami tinggal di hotel yang sama. Aku terkadang melihat Azpi ketika pemain-pemain Spanyol pergi makan malam dalam acara perayaan ulang tahun dan semacamnya, tapi mereka berdua orang rumahan dan tempat tinggal kami pun berjauhan. 

Friday, October 6, 2017

Kenangan Ballack Bersama the Blues – Bagian II

Ketika Michael Ballack bergabung dengan Chelsea dari Bayern Munich dengan status transfer di musim panas 2006, ia bergabung dengan tim yang sudah memiliki kepribadian kuat yang bertekad meraih kesuksesan.
Pada wawancara bagian kedua dengan mantan kapten timnas Jerman ini, ia bicara tentang pasang-surut yang ia alami selama empat tahun bersama the Blues.


Jika Anda melihat persiapan tim di mana Anda bergabung pada 2006 dan tim yang Anda tinggalkan pada 2010, keduanya memiliki pendekatan permainan yang berbeda, bukan?
Ya, betul. Kami merasa sangat nyaman saat bermain. Kami sangat terorganisir saat di bawah komando José dan setiap pemain tahu apa yang harus dilakukan. 
Di tahun terakhirku, di bawah Ancelotti - pelatih asal italia yang sudah banyak makan asam garam dalam menghadapi pemain-pemain besar dan mengeluarkan yang terbaik dari mereka -aku merasa lebih lebih rileks. Kurasa Anda bisa lihat bahwa masing-masing pemain merasa bebas namun memiliki pengetahuan yang baik – pemain-pemain menerima peran mereka dan ia pun menangani seluruh skuat dengan sangat baik. Anda bisa lihat bahwa kami mencetak banyak gol dan permainan kami sangat enak dilihat.

Anda menyebut beberapa bulan menuju akhir musim 2008/09 – di bawah Guus Hiddink – ketika Anda pergi, kami tengah memainkan sepakbola terbaik kami. Mari bicara soal kekalahan Barcelona di semifinal Liga Champions, ketika dua tim hebat bertemu dalam sebuah laga besar, dan wasit juga menentukan hasil akhirnya. Apa itu masih lekat dalam ingatan Anda?
Ya, karena kami sangat percaya diri pada saat itu dan kami bermain melawan Barcelona yang fantastis. Terutama, di leg kedua, di Stamford Bridge, kami cukup lama mengendalikan permainan, kami selalu merasa bisa memenangi laga tersebut dan maju ke final. Tapi, wasit... mempengaruhi hasil laga itu! 
Tak diragukan lagi, itu membuat kami sangat frustasi. Kami tahu kami bermain lebih baik lalu setelah itu kami tak bisa benar-benar beraksi setelah kebobolan di menit-menit akhir seperti yang kami alami. Mereka mencetak gol di menit ke-90 dan aku ingat, kami masih punya satu atau dua peluang setelah itu – kami tampak sangat kuat. 
Pada saat itu sepertinya kami selalu punya energi cadangan untuk membuat perbedaan tapi malam itu sungguh membuat kami frustasi, terutama karena atmosfer antar pemain di ruang ganti sangat kuat dan nyaman. 
Ketika kami melihat satu sama lain, kami tahu kami bisa menang. Ada perasaan di klub bahwa kami tak akan kalah. Ini unik. Tapi itu hanyalah salah satu laga di mana kami berpikir, "Mengapa wasit mengambil keputusan itu?” Tapi itulah sepakbola dan kami harus menerimanya, bahkan jika membuat kami frustasi pada saat itu, terutama setelah apa yang terjadi setahun sebelumnya sebelum final.

Apakah kekalahan di final 2008 di Moscow memberikan perasaan yang lebih buruk lagi?
Tentu. Jika hanya ditentukan oleh satu tembakan, maka itu adalah situasi terburuk dalam sepakbola, sebagai pemain. Tapi kami kembali setahun kemudian dan kurasa kami lebih kuat lagi, jadi kembali lagi dengan gaya bermain seperti yang kami peragakan saat melawan Barcelona... ya... seperti yang kubilang, cukup membuat kami frustasi. Kurasa tim layak menjadi juara Liga Champions.
Anda telah memenangi setiap trofi domestik selama membela Chelsea dan Anda berkontribusi dalam momen-momen penting, seperti gol kemenangan ke gawang Blackburn pada semifinal FA Cup 2007, atau dua gol Anda melawan Manchester United di Stamford Bridge pada April 2008...
Terkadang kita harus melakukan ini, bahkan jika kami tidak memainkan permainan terbaik, kami melakukan sesuatu untuk memastikan kami memenangi laga penting, dan kurasa, secara keseluruhan, selama aku berada di klub ini, para pemain memahami itu. 
Itulah mengapa pemain-pemain seperti ini bisa bermain untuk klub-klub besar. Secara mental, mereka punya pemahaman yang lebih dan untuk mengeksekusinya pada saat yang tepat. Kita tak bisa selalu tampil dalam performa terbaik - tidak mungkin - tapi jika bisa, maka kita akan merasakan adanya sesuatu yang lebih untuk mengubah jalannya pertandingan.

Terakhir, seberapa signifikankah menurut Anda karier Anda di Chelsea jika direfleksikan dengan karier Anda secara keseluruhan?
Sangat penting karrena ini memberiku pandangan yang berbeda tentang segala sesuatunya: bahasa, bermain di skala internasional, bagaimana penggemar melihatku. Ketika aku keliling dunia, orang mengingat Bayern, tapi kurasa orang-orang lebih mengingatku sebagai pemain Chelsea. 
Premier League ditonton di seluruh dunia sehingga ada lebih banyak orang yang menonton kita, dan lebih jauh lagi, orang menghormati kita. Secara pribadi, aku merasa sangat nyaman di sini. Kehidupan di sini bagus. Aku menikmati kehidupan di London dan bermain untuk Chelsea – itu empat tahun yang fantastis buatku.

Laga Internasional: Inggris dan Jerman Lolos ke Piala Dunia

Hari ini menjadi hari yang baik bagi tiga bek kami karena Inggris, Jerman dan Denmark meraih hasil positif di laga internasional.
Meski Inggris hanya butuh satu poin untuk memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia, mereka berhasil meraih poin penuh saat berhadapan dengan Slovenia di Wembley, di menit-menit akhir. Gary Cahill bermain penuh dan mendapat setengah peluang sebelum turun minum ketika Three Lions terus berupaya menciptakan peluang bersih.
Sebuah usaha dari Raheem Sterling nyaris membuahkan hasil, hingga akhirnya Harry Kane berhasil menjebol gawang lawan dari jarak dekat di masa perpanjangan waktu. Ini menjadi kemenangan kandang ke-14 beruntun Inggris di babak kualifikasi. Di laga berikutnya, mereka akan berhadapan dengan Lithuania pada Minggu.
Skotlandia, Slovakia dan Slovenia akan bertarung memperebutkan tempat kedua di grup tersebut.
Antonio Rudiger tidak diturunkan ketika Jerman memastikan tempat mereka di putaran final musim panas mendatang lewat kemenangan 3-1 di Irlandia Utara. Sebastian Rudy dan Sandro Wagner mencetak gol cepat sementara Joshua Kimmich membuat gol ketiga di fase akhir pertandingan sebelum kemudian tuan rumah membikin gol hiburan.
Masih di Grup C, Republik Ceko mengalahkan Azerbaijan 2-1 dalam laga yang sudah tidak menentukan lagi. Tomas Kalas mendapat skorsing sehingga tidak dapat tampil di Baku.
Denmark membuat langkah besar dengan mengamankan zona playoff menyusul kemenangan impresif di Montenegro. Andreas Christensen tidak diturunkan dari bangku cadangan bagi Denmark yang meraih kemenangan lewat gol tunggal Christian Eriksen. Kini mereka unggul tiga poin Montenegrins – dan tiga poin di belakang pemuncak klasemen Poland – dan masih akan menjamu Rumania pada Minggu.
Brasil sudah memastikan tempatnya di putaran final Piala Dunia Maret lalu, tapi mereka masih punya beberapa laga di babak kualifikasi dan Willian masuk di pertengahan babak kedua dalam laga tandang di Bolivia. Sepakannya sempat dihentikan kiper lawan dalam laga yang berakhir dengan skor 0-0 itu.   
Inggris Under-20 mencatatkan kemenangan fantastis di Italia, dengan menang 5-1, salah satunya berasal dari eksekusi penalti Ike Ugbo. Si striker yang tengah dipinjamkan ke Barnsley itu bermain penuh sementara Jay Dasilva hanya dibangkucadangkan.
Adiknya, Cole Dasilva, tampil untuk Wales Under-21, yang berhasil mengalahkan Liechtenstein 3-1 di babak kualifikasi European Championships.
Kemarin, Joseph Colley mencetak gol bagi Swedia Under-19 yang mengawali kualifikasi European Championship dengan kemenangan 4-0 di markas Estonia.
Pemain muda Chelsea itu menjadi starter bagi tim tamu dan berhasil membuat skor menjadi 2-0 ketika laga berjalan setengah jam. Dua gol Teddy Bergqvist di babak kedua membuat tim tuan rumah semakin sulit mengejar ketertinggalan mereka.
Marcin Bulka, tidak dipanggil dari bangku cadangan ketika Polandia menang 2-1 atas Irlandia Utara.

Wednesday, October 4, 2017

Kenangan Michael Ballack di sini Bagian I

Michael Ballack bergabung dengan Chelsea dengan status bebas transfer dari Bayern Munich pada musim panas 2006 dan bermain selama empat musim yang penuh kesuksesan bersama the Blues, yang dipuncaki dengan gelar Ganda di musim 2009/10.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah resmi Chelsea, mantan kapten timnas Jerman ini mengingat masa-masa indahnya saat berada di London barat, sebagai bagian dari tim kuat Chelsea saat itu. Pada wawancara bagian pertama ini, ia bicara soal alasannya bergabung dengan Chelsea dan kenangannya dalam bermain bersama tim yang memiliki banyak karakter kuat.

Apa yang Anda ingat dari situasi ketika pindah ke Chelsea pada musim panas 2006?
Aku sudah bermain selama empat tahun untuk Bayern dan target terbesarku adalah untuk menjuarai Liga Champions. Saat itu Chelsea tengah membangun klub dengan cara yang baru, berinvestasi pada banyak pemain dan memiliki target terbesar yang dipunyai setiap pesepakbola. 
Jadi, kombinasi itulah yang membuatku melihat bahwa masa depanku ada di klub ini, dan tinggal di London, bersama keluargaku adalah alasan lainnya mengapa aku memilih Chelsea. Aku bergabung dengan klub pada saat mereka sudah menjuarai liga sebanyak dua kali, tapi mereka juga ingin memenangi titel internasional.

Apakah Anda sudah punya gambaran tentang sepakbola Inggris sebelumnya dan apakah kenyataannya sama ketika Anda mulai bermain untuk Chelsea?
Tentu ada ekspektasi tertentu mengenai sepakbolanya, yaitu keras, mengandalkan fisik, tapi aku selalu percaya diri bisa beradaptasi dengan baik karena menurutku, gaya bermainku cocok dengan sepakbola Inggris. 
Dan ketika aku datang dan mulai bermain, apa yang kuharapkan ternyata benar karena wasit tidak terlalu sering meniup peluit untuk memberikan tendangan bebas. Terjadi banyak tantangan, dan tingkat adu fisiknya jauh lebih kuat daripada liga-liga lainnya. 
Aku sudah bermain di Jerman selama bertahun-tahun dan, di Liga Champions, kettika Anda berhadapan dengan tim asal Spanyol atau Italia, Anda mendapat gambaran yang baik tentang liga lainnya, dan sepakbola Inggris jauh lebih fisikal. Jujur, itulah ekspektasiku.
Ada banyak pemain Chelsea yang menjadi kapten bagi tim nasional mereka. Pernah bermain di tim yang punya begitu banyak pemimpin?
Tidak, itu bukan sesuatu yang biasa. Itu suatu pengecualian, dan pada saat itu, situasinya sangat enak, terutama bagi pelatih yang harus mengelola pemain-pemain besar itu. Ini tak selalu mudah, tapi kurasa kami melakukannya dengan baik, dan kami punya intelegensi yang mengatakan bahwa kami perlu mundur selangkah pada situasi tertentu. 
Kita tak selalu punya panutan, mungkin seperti sebelumnya, ketika aku bermain untuk klub yang punya satu, dua, maksimum tiga pemimpin, dan ini kami selalu mengandalkan mereka dalam situasi-situasi sulit. Kami punya banyak pemimpin atpi aku yakin kami selalu bisa saling dorong satu sama lain, tidak hanya saat bermain tapi juga pada saat berlatih, dan selalu ada pemain yang bisa memberi dampak.
Ada banyak karakter - tak hanya kapten, tapi secara keseluruhan, skuat itu punya karakter yang sangat kuat. Permasalahan utamanya adalah memiliki pelatih yang kuat yang dapat menghadapi semua pemain itu demi menjalankan tugas dan menempatkan energi masing-masing ke arah yang benar. Ada sedikit perbedaan antara menuju ke arah yang tetpat dan pergi ke arah yang dapat menciptakan masalah di situasi itu. 
Ketika memiliki karakter-karakter itu dan kita tidak memberikan 100 persen, ini bisa jadi masalah. Tapi aku merasa, selama empat tahun, itu tak pernah terjadi – semua pelatih dapat menanganinya dengan sangat baik.

Anda datang ke Chelsea sebagai seorang gelandang yang lengkap dan sudah berpengalaman, tapi adakah yang Anda petik dari empat tahun di sini?
Ya, tentu saja. Aku selalu belajar. Itu situasi yang sama sekali baru buatku karena aku selalu bermain di Jerman. Aku mendapat pandangan dari pemain, media dan penggemar di Jerman Tapi, kemudian aku pindah ke negara lain dan aku mulai dari awal lagi, memang tidak dari nol, tapi itu sesuatu yang baru. 
Aku mempelajari cara berlatih, persiapan, mental Inggris, yang berbeda, dan harus beradaptas dengan itu, tapi di saat yang bersamaan, aku coba memberikan ide sepakbola Jerman, dan rekan-rekan setimku juga mencoba memberikan ide-ide dari negara lain. Setiap klub dan negara punya tradisi, identitas, atmosfer pertandingannya masing-masing – dan itulah yang membuat masa-masaku di Chelsea terasa istimewa. Ini sangat berbeda dengan apa yang kualami sebelumnya. Aku dikelilingi oleh pemain-pemain dari berbagai timnas, dan aku bisa mengambil sedikit dari setiap orang di sekitarku.

Kapan Anda merasa berada dalam kondisi terbaik Anda selama empat tahun di Chelsea?
Aku merasa cukup nyaman beberapa bulan setelah pulih dari cedera di musim 2007/08. Aku mengalami masa-masa sulit pada awal kembali bermai, di bawah José Mourinho. Aku ingin bermain tapi tak bisa, jadi setelah mendapat cedera, aku sangat termotivasi untuk bisa bermain kembali, pada saat itu di bawah Avram Grant. Kurasa aku mengalami masa-masa menyenangkan pada periode itu. Aku tak bisa menjelaskannya tapi aku merasa sangat baik ketika kami maju ke final Liga Champions musim itu.
Itu periode yang hebat buatku, tapi musim berikutnya – 2008/09 – juga, ketika kami lolos ke semifinal setelah mengalahkan Barcelona. Mungkin periode terkuat kami di musim itu adalah pada Maret dan April. Kami terlihat sangat kuat dan aku benar-benar berpikir bahwa itulah tim terbaik kami, periode terbaik kami, selama aku bermain di Chelsea. Bahkan meski tidak menjuarai liga, kami amat sangat bagus di Liga Champions dan kami tidak beruntung tahun itu.
Aku juga akan menyebut musim terakhirku, di bawah Carlo Ancelotti, di mana kami mencetak sangat banyak gol dan juga tampak sangat nyaman. Aku bermain sedikit lebih dalam di lini tengah, di depan bek, dan kami bisa memainkan sepakbola yang sangat bagus di tahun di mana kami meraih gelar juara Ganda.

Wawancara bagian dua akan kami rilis pada Jumat.

Kami Di laga Internasional



Sepakbola domestik dihentikan sejenak selama dua pekan ke depan untuk memberi kesempatan bagi timnas di laga internasional, dan khususnya, periode klimaks di fase kualifikasi Piala Dunia 2018.
Seperti biasa, ada banyak pemain kami di berbagai level usia yang ambil bagian dan berikut ini kami berikan update tentang siapa saja yang tampil di laga internasional dan di mana mereka bermain…

LEVEL SENIOR

Di kualifikasi Piala Dunia wilayah Eropa, semua juara grup akan lolos ke putaran final di Rusia musim panas mendatang, serta delapan peringkat kedua akan lolos ke babak play-off di mana mereka akan bermain kandang dan tandang dalam dua leg. Empat tim yang keluar sebagai pemenang akan lolos ke putaran final.
Di babak kualifikasi wilayah Afrika, hanya juara grup yang akan lolos ke putaran final.
Belgia: Thibaut CourtoisEden Hazard dan Michy Batshuayi – Babak kualifikasi Piala Dunia dengan bertandang ke Bosnia & Herzegovina Sabtu mendatang dan menjamu Siprus pada Selasa depan. Pasukan Roberto Martinez sudah memastikan diri di putaran final yangi digelar pada musim panas mendatang di Rusia.
Brasil: Willian –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan bertandang ke Bolivia pada Kamis dan menjamu Chile Selasa depan. Juara Piala Dunia lima kali itu adalah tim pertama yang berhasil mengamankan tempat mereka di putaran final.
Denmark: Andreas Christensen –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan bertandang ke Montenegro pada Kamis dan menjamu Rumania pada Minggu. Saat ini Denmark memiliki poin yang sama dengan peringkat dua Montenegro, dengan selisih gol dan jumlah kemenangan yang sama persis. Di belakang mereka ada Polandia yang berjarak tiga poin.
Inggris: Gary Cahill –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan menjamu Slovenia pada Kamis dan tandang ke Lithuania pada Minggu. The Three Lions tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan kelolosan mereka ke Rusia.
Perancis: N’Golo Kante –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan melawat ke Bulgaria pada Sabtu dan menjamu Belarusia pada Selasa depan. Saat ini, Perancis memuncaki grup mereka dengan keunggulan satu poin dari peringkat dua Swedia dan sama-sama menyisakan dua laga lagi.
Jerman: Toni Rudiger –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan bertandang ke Irlandia Utara pada Kamis dan menjamu Azerbaijan pada Minggu. Saat ini Jerman merajai grup mereka, unggul lima poin dari peringkat dua Irlandia Utara. Juara dunia itu sudah memastikan tempat di zona play-off dan hanya membutuhkan satu poin saja untuk lolos ke putaran final.
Nigeria: Victor Moses dan Ola Aina –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan menjamu Zambia pada Sabtu. Super Eagles hanya membutuhkan satu poin lagi untuk lolos ke putaran final.
Spanyol: Cesar Azpilicueta dan Pedro –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan menjamu Albania pada Jumat dan tandang ke Israel pada Senin depan. Spanyol unggul tiga poin di puncak klasemen grup dan sudah dipastikan setidaknya lolos ke play-off. Juara dunia 2010 itu akan lolos ke putaran final jika mendapat hasil yang lebih baik dari Italia di laga pertama dari dua laga berikutnya.
Alvaro Morata juga dipanggil namun dibatalkan lantaran cedera yang dialaminya.
Italia: Davide Zappacosta –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan menjamu Makedonia pada Jumat dan andang ke Albania pada Senin depan. Saat ini Italia berada di peringkat dua grup mereka, tertinggal tiga poin dari pemuncak grup Spanyol. Jika bisa meraih setidaknya satu poin dari dua laga berikut, mereka dipastikan menjadi peringkat dua grup.
Belanda: Marco van Ginkel –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan bertandang ke Belarusia pada Sabtu dan menjamu Swedia pada Selasa depan. Dengan sisa dua pertandingan lagi, Belanda saat ini bercokol di peringkat tiga, tertinggal tiga poin dari peringkat dua Swedia. Jika gagal meraih poin di laga berikutnya, mereka dipastikan tersingkir dari putaran final.
Kroasia: Mario Pasalic –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan menjamu Finlandia pada Jumat dan bertandang ke Ukraina pada Senin depan. Saat ini Kroasia adalah pemuncak dari grup yang sangat ketat, di mana posisi teratas dan terbawah hanya berjarak dua poin.
Wales: Ethan Ampadu –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan bertamu ke Georgia pada Jumat dan menjamu Republik Irlandia pada Senin depan. Saat ini Wales berada di posisi dua grup mereka, tertinggal empat poin dari pemuncak grup Serbia dan unggul satu poin dari peringkat tiga Republik Irlandia. Wales akan bisa mengunci posisi dua besar jika bisa mengalahkan Georgia dan Republik Irlandia gagal memenangi laga pertama dari dua laga mereka.
Republik Ceko: Tomas Kalas –  Babak kualifikasi Piala Dunia dengan bertandang ke Azerbaijan pada Kamis dan menjamu San Marino pada Minggu. Republik Ceko sudah tak punya peluang untuk lolos ke putaran final maupun play-off.

KELOMPOK USIA MUDA

Inggris Under-21: Fikayo Tomori Ruben Loftus-Cheek dan Tammy Abraham – Kualifikasi Euro dengan menjamu Skotlandia pada Jumat dan tandang ke Andorra Selasa depan.
Wales Under-21: Cole Dasilva – Kualifikasi Euro dengan bertandang ke Liechtenstein pada Kamis. Wales menang sekali dan kalah sekali dari dua laga pertama mereka.
Serbia Under-21: Danilo Pantic – Kualifikasi Euro dengan bertandang ke Makedonia pada Jumat dan menjamu Rusia pada Selasa depan. Sejauh ini, Serbia baru menang sekali di babak kualifikasi.
Inggris Under-20: Jay Dasilva dan Ike Ugbo – Elite League dengan bertandang ke Italia pada Kamis dan menjamu Republik Ceko pada Selasa depan.
Inggris Under-19: Reece James, Trevoh Chalobah, Mason Mount dan Dujon Sterling – Pertandingan persahabatan ke Republik Ceko pada Jumat dan Slovakia Senin depan.
Polandia Under-19: Marcin Bulka – Kualifikasi Euro melawan Irlandia Utara pada Rabu, Belarusia pada Sabtu dan Jerman Selasa depan.
Swedia Under-19: Joseph Colley – Kualifikasi Euro 2019 melawan Estonia pada Rabu dan menjamu Moldova pada Sabtu.
Belanda Under-18: Juan Castillo – Laga persahabatan melawan Austria pada Kamis.
Inggris Under-17: Jon Panzo, Conor Gallagher, Marc Guehi, George McEachran dan Callum Hudson-Odoi – Piala Dunia di India. Fase grup melawan Chile pada Sabtu, Meksiko pada Rabu dan Irak pada Sabtu 14 Oktober.

Tuesday, October 3, 2017

Fabregas: Perjalanan Masih Panjang

Cesc Fabregas tidak mengambil kesimpulan signifikan atas kekalahan Sabtu lalu, atau posisi di klasemen saat ini, mengingat apa yang telah ia lalui musim lalu.

The Blues menuju ke jeda internasional pada Oktober dengan menang empat kali, imbang sekali dan kalah dua kali dari tujuh laga sejauh ini. Catatan itu sama persis dengan yang dibukukan pada musim lalu ketika kita berhasil meraih gelar juara dengan rekor poin tertinggi kedua dalam sejarah Premier League.
Fabregas merasa kekalahan itu bukan diakibatkan oleh kurangnya usaha pemain dan staf manajemen di periode yang padat ini.
"Faktanya, kami sadar bahwa ini akan jadi pekan yang sulit, dimulai dengan lawatan ke Stoke Sabtu lalu, yang kami sadari selalu sulit," katanya.
"Kemudian melawat ke Atletico Madrid, lalu kembali pada Kamis pukul 5 pagi, sehingga secara praktis kami hanya punya waktu satu hari untuk mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya."
"Kami menghadapi City yang sudah sangat siap. Sebelum itu, mereka menjalani laga kandang dan punya waktu istirahat sehari lebih banyak. Kami tak akan membuat alasan tapi pekan ini memang sulit dan kami pun telah berusaha. Kami sudah memberikan segalanya dan tidak bisa mendapat hasil yang lebih baik lagi."
Fabregas langsung sadar dengan kualitas lawan yang akan dihadapi di Stamford Bridge, juga menyadari bahwa jika bisa menang pun, liga belum lama dimulai.
"Mereka tim yang hebat. Kami tahu itu. Mereka sudah memenangi dua laga terakhir, dengan cara yang sama dengan yang kami lakukan, jadi selamat untuk mereka."
"Ini tak diragukan lagi ini sama dengan Chelsea musim lalu, tapi yang terjadi adalah kami menghadapi City yang menghadapi laga ini dengan istirahat yang lebih baik daripada kami. Itu saja."
"Waktu ini di musim lalu, kami tertinggal delapan poin, tapi ini tak berarti apa-apa. Perjalananan di semua kompetisi masih panjang."
Posisi kompatriot FabregasAlvaro Morata, yang mengalami cedera di babak pertama Sabtu lalu, di skuat timnas jelang laga kontra Albania dan Israel terpaksa digantikan. 

Monday, October 2, 2017

Conte : Saya bangga dengan para pemain

Antonio Conte bicara soal kebanggaan yang ia rasakan dalam menukangi tim Chelsea dan memuji komitmen para pemain yang ditunjukkan saat latihan dan di dalam pertandingan.
Bukannya merasa kecewa dengan hasil Sabtu lalu ketika berhadapan dengan Manchester City, Conte dengan gembira mengingatkan tentang pencapaian musim lalu, serta menjelaskan gairah besar untuk mencapai lebih banyak kesuksesan.
"Aku melihat para pemainku setiap ari dan aku bangga menjadi pelatih mereka karena aku melihat komitmen mereka dalam setiap latihan dan pertandinan dan aku senan akan hal itu," katanya. "Tentu mempertahankan gelar juara merupakan sesuatu yang sangat sulit karena masa lalu telah menunjukkan betapa sulit bisa menjadi juara dua tahun berturut-turut."
"Motivasi kami harus sangat tinggi di setiap kompetisi. Kami harus mendorong diri kami untuk mengeluarkan yang terbaik di setiap pertandingan."

"Musim lalu sangat memuaskan karena setahun sebelumnya kami finish di peringkat 10 lalu berhasil menjadi juara liga dan mencapai babak final FA Cup. Kurasa kami telah menjalani musim yang fantastis dan kali ini kami harus melakukan yang terbaik dan berusaha untuk meraih kepuasan yang hebat lagi. Tentu ini tak akan mudah tapi musim lalu juga tak mudah."
Conte berhasil menjadi juara tiga kali berturut-turut bersama Juventus di Serie A, tapi bisa dipastikan bahwa mempertahankan mahkota juara di Premier League jauh lebih sulit mengingat bagaimana tim-tim papan atas memperkuat skuat mereka.
"Di Juventus, kami memenangi liga dari tim-tim yang sangat kuat seperti AC Milan, tapi musim berikutnya Milan menjual Thiago Silva dan Ibrahimovic, dan mereka melemah. Tidak sederhana tapi lebih mudah. Di sini, jika dibandingkan denggang musim lalu, kita bisa lihat bahwa tim-tim besar musim lalu masih ada dan mereka semakin besar."
"Kurasa kami bekerja dengan sangat baik musim lalu karena kami berhasil menjadi juara di antara tim-tim yang sangat kuat. Musim lalu Manchester City juga punya tim yang fantastis. Kini, setelah belanja besar di bursa transfer, mereka jauh lebih kuat. Tak mudah bermain di liga ini, tapi kami harus melakukan yang terbaik di setiap laga, dengan ambisi yang besar, karena kami harus selalu punya ambisi yang benar."
Dengan laga internasional yang mendominasi selama dua pekan ke depan, the Blues baru akan beraksi melawan Crystal Palace di Selhurst Park pada 14 Oktober, dan Conte merasa penting untuk tidak terlalu meratapi kekalahan Sabtu lalu.
"Kurasa kami tak boleh kecewa karena kami sudah memberikan segalanya," ujarnya. "Semua pemainku memberikan 120 persen demi meraih hasil yang baik, tapi gagal. Terkadang kita harus bisa menerima hasil buruk, tapi kurasa yang terpenting adalah melihat sikap fantastis dan komitmen para pemain karena mereka sudah memberikan segalanya."

Sunday, October 1, 2017

Komentar: Kami Memberikan Segalanya

Antonio Conte senang dengan usaha timnya dalam kekalahan tipis atas Manchester City di Stamford Bridge.
Gol kedua Kevin De Bruyne adalah perbedaan di antara kedua tim tapi Conte, yang kehilangan Alvaro Morata karena cedera sebelum turun minum, memuji timnya karena sikap mereka, terutama mengingat fakta bahwa kami hanya memiliki waktu minimal untuk mempersiapkan pertandingan setelah perjalanan tengah pekan ke Madrid
"Pasti ada kekecewaan tentang hasilnya, tapi pada saat bersamaan saya senang dengan komitmen pemain saya, kami memberikan segalanya," kata pelatih Italia kami. "Anda bisa menang atau kalah, tapi yang terpenting adalah melihat pemain Anda memberikan segalanya dan hari ini yang terjadi."
"Kami bermain melawan tim yang sangat bagus, kami menciptakan peluang untuk mencetak gol namun kami tidak memilikinya. Man City menciptakan peluang dan berhasil mencetak gol. Dalam permainan jenis ini sangat penting untuk mencetak gol pembuka, tapi City memang layak mendapatkannya."
Conte memberikan perkembangan mengenai cedera Morata
"Ini masalah otot. Saya tidak berpikir itu serius. Dia berkata kepada saya: "Pelatih, saya lebih suka berhenti, jika tidak, saya berisiko mengalami cedera yang buruk."
"Saya tidak tahu. Dokter dalam beberapa hari ke depan akan memeriksa situasinya, tapi saya rasa dia tidak akan tersedia untuk tim nasional."
Dia ditanya tentang kurangnya waktu persiapan pertandingan hari ini, dan apakah dia merasa cedera Morata bisa dikaitkan dengan jadwal yang padat
"Dalam masalah ini saya sudah berbicara dan mengulang pendapat yang sama tidak baik. Kami tidak ingin menggunakannya sebagai alasan. Untuk memainkan laga besar lainnya dua hari kemudian Anda harus mempertimbangkan kelelahan di kaki pemain Anda, dan tidak mungkin untuk terus menekan karena setelah 30 menit Anda tidak memiliki energi."
"Wajar jika Anda memainkan tiga pertandingan besar dalam tujuh hari, Anda harus mempertimbangkan aspek ini, tapi kami perlu mengambil risiko karena Morata adalah pemain yang sangat penting."
Conte, yang mengatakan keputusannya untuk membawa Willian, daripada Michy Batshuayi, untuk menggantikan Morata adalah urusan taktik, juga berbicara tentang pendekatan kami pada pertandingan ini
"Bila Anda bermain melawan tipe tim yang suka menguasai bola, Anda harus mempertimbangkan dua aspek taktis. Anda bermain dengan garis pertahanan sangat tinggi, tekan, dan mainkan dengan intensitas tinggi di sepanjang pertandingan, atau Anda harus disiplin untuk menutup ruang dan memanfaatkan ruang di belakang bek mereka."
"Saya pikir kami harus melihat diri kami sendiri dan mencoba memasukkan semuanya ke dalam setiap pertandingan. Kami melakukannya hari ini. Ada atau tidak ada masalah, kami harus menjalani laga demi laga, melakukan yang terbaik dan kemudian kami akan melihat di akhir musim bagaimana kami menyelesaikan liga. Ketika saya melihat pemain saya telah memberikan segalanya, kami senang meski hasilnya buruk."
"Anda harus mempertimbangkannya dalam tujuh pertandingan ini kami telah bermain melawan Arsenal, Tottenham, Man City, dan Everton. Start kami tidak begitu mudah. Saya pikir kami memiliki poin yang pantas kami dapatkan."

Laporan: Chelsea 0 Manchester City 1

The Blues meraih kekalahan kedua mereka musim ini dengan permainan yang bagus pada hari Sabtu, kekecewaan ini juga dilengkapi dengan cederanya Alvaro Morata.

BABAK PERTAMA 


2' - Peluang pertama datang dari the Blues. Fabregas mengumpan Morata dari sebuah tendangan bebas, namun si striker sudah dikepung.  
3' - Nyaris! Azpilicueta mengumpan Kante dan diteruskan dengan umpan silang ke Morata, ditanduk tapi melambung.  
4' - Kini City mendapat tendangan bebas di area pertahanan kami. Mantan pemain the Blues, Kevin De Bruyne berhasil melewatikan bola dari tembok pertahanan Chelsea, namun bola mudah ditangkap Courtois.
6' - Sterling terjatuh akibat tekel Bakayoko. City menganggap itu sebagai pelanggaran, tapi wasit berkata lain. 
12' - David Silva melepas tembakan namun melebar. Peluang itu tercipta setelah Kyle Walker berhasil membawa bola ke depan. 
12' - Clearance Courtois kemudian disambar Gabriel Jesus, namun beruntung, bola melambung ke atas gawang. 
15' - Fabregas berhasil membebaskan Morata, namun si striker sudah terperangkap offside.  
17' - Cahill menjatuhkan David Silva dan City mendapat tendangan bebas di tengah wilayah pertahanan Chelsea. Sepakan Delph mengenai Rudiger dan menghasilkan sepak pojok untuk City.  
19' - Bisa dihalau Rudiger. Bola kembali dikuasai City, diumpan silang, ditanduk Stones, namun melebar. 
26' - Ederson berhasil menguasai umpan silang Azpilicueta, City menyerang balik. Umpan Sterling tak bisa dijangkau rekan-rekannya. 
27' - Morata dengan skill briliannya berhasil memenangi sepak pojok. Berhasil dihalau. Hazard mengoper bola ke sisi seberang, namun sayang, setelah itu kita offside. Bola kembali dikuasai City. 
30' - Christensen berhasil membuang umpan silang De Bruyne. Sepak pojok City kemudian disundul Otamendi namun melebar. 
33' - Christensen kembali membuang bola sebelum bisa dijangkau Sterling yang datang dari sisi kanan. 
35' - The Blues terpaksa melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Willian untuk mengganti Morata yang cedera.  
38' - Alonso dijatuhkan oleh De Bruyne. Tendangan bebas untuk Chelsea.  Bola mengenai tembok pertahanan dan keluar. Lemparan ke dalam. Bola kemudian dikuasai City.
41' - De Bruyne mencungkil bola ke kotak penalti Chelsea, diflick Sterling ke arah Sane, namun gagal dimanfaatkan.  
44' - City mendapat tendangan bebas setelah Alonso menjatuhkan Sterling di sisi kanan lapangan. Dieksekusi De Bruyne, divoli Christensen dan menghasilkan sepak pojok.  
45'+2 - Babak pertama berakhir.

BABAK KEDUA

48' - Rudiger berhasil mendahului Jesus yang akan menyambut umpan Silva. Sepak pojok untuk City. Sepak pojok untuk City. 
49' - Upaya Christensen yang mendahului Sane yang mengejar umpan Silva menghasilkan sepak pojok untuk lawan. Bola jatuh ke Sterling di kotak penalti, ditembak, namun melambung. 
60' - Hazard dijatuhkan Fernandinho dan menghasilkan tendangan bebas di posisi yang menjanjikan. Kartu kuning. 
61' - Fabregas mengoper ke Hazard, ditembak, ditepis kiper, dibuang Ederson.  
63' - Azpilicueta berhasil memenangi bola dan dijatuhkan Sterling di kotak penalti kita. Tendangan bebas untuk kita.  
66' - Alonso melakukan blok yang cemerlang terhadap sepakan Silva yang sepertinya akan memecah kebuntuan.  
67 - City unggul. De Bruyne berhasil menjebol gawang Courtois. Si pemain Belgia itu menggiring bola mendekat ke pertahanan the Blues lalu melepas sepakan kaki kiri yang tak mampu dihentikan.  
72' -  Pedro masuk menggantikan Hazard
73' - Batshuayi juga masuk ke lapangan, menggantikan Bakayoko
75' - Bernardo Silva masuk menggantikan David Silva untuk City.  
78' - Peluang dari Azpilicueta. Menyusup ke wilayah pertahanan lawan, lalu mencoba melepas umpan silang, tapi mudah dikuasai Ederson. 
83 ' - Gundogan masuk menggantikan Sane untuk City. 
84' - Pertahanan yang hebat dari Rudiger ketika menyundul tendangan voli Jesus yang kemungkinan masuk.  
90' - Chelsea mendapat tendangan bebas. Eksekusi Fabregas berhasil ditanduk Christensen, tapi masih melambung. 
90'+2 - Sepak pojok untuk Chelsea. Dioper pendek. Pelanggaran Kante memberi tendangan bebas untuk lawan.  
90'+3 - Laga berakhir.  Chelsea 0-1 Man City.  

Chelsea (3-5-2): CourtoisRudiger, Christensen, Cahill (k); AzpilicuetaKanteFabregasBakayoko (Batshuayi 73), AlonsoHazard (Pedro 73), Morata (Willian 34).
Pemain cadangan yang tidak dimainkan CaballeroMoses, Zappacosta, Kenedy.

Man City (4-3-3): Ederson; Walker, Stones, Otamendi, Delph; De Bruyne (Danilo 90+3), Fernandinho, D Silva (c) (B Silva 75); Sterling, Jesus, Sane (Gundogan 83).
Pemain cadangan yang tidak dimainkan Bravo, Mangala, Toure, Zinchenko.
Pencetak gol De Bruyne 67
Kartu kuning Fernandinho 60, Otamendi 90.

Wasit Martin Atkinson
Penonton 41.530