Tuesday, October 3, 2017

Fabregas: Perjalanan Masih Panjang

Tags

Cesc Fabregas tidak mengambil kesimpulan signifikan atas kekalahan Sabtu lalu, atau posisi di klasemen saat ini, mengingat apa yang telah ia lalui musim lalu.

The Blues menuju ke jeda internasional pada Oktober dengan menang empat kali, imbang sekali dan kalah dua kali dari tujuh laga sejauh ini. Catatan itu sama persis dengan yang dibukukan pada musim lalu ketika kita berhasil meraih gelar juara dengan rekor poin tertinggi kedua dalam sejarah Premier League.
Fabregas merasa kekalahan itu bukan diakibatkan oleh kurangnya usaha pemain dan staf manajemen di periode yang padat ini.
"Faktanya, kami sadar bahwa ini akan jadi pekan yang sulit, dimulai dengan lawatan ke Stoke Sabtu lalu, yang kami sadari selalu sulit," katanya.
"Kemudian melawat ke Atletico Madrid, lalu kembali pada Kamis pukul 5 pagi, sehingga secara praktis kami hanya punya waktu satu hari untuk mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya."
"Kami menghadapi City yang sudah sangat siap. Sebelum itu, mereka menjalani laga kandang dan punya waktu istirahat sehari lebih banyak. Kami tak akan membuat alasan tapi pekan ini memang sulit dan kami pun telah berusaha. Kami sudah memberikan segalanya dan tidak bisa mendapat hasil yang lebih baik lagi."
Fabregas langsung sadar dengan kualitas lawan yang akan dihadapi di Stamford Bridge, juga menyadari bahwa jika bisa menang pun, liga belum lama dimulai.
"Mereka tim yang hebat. Kami tahu itu. Mereka sudah memenangi dua laga terakhir, dengan cara yang sama dengan yang kami lakukan, jadi selamat untuk mereka."
"Ini tak diragukan lagi ini sama dengan Chelsea musim lalu, tapi yang terjadi adalah kami menghadapi City yang menghadapi laga ini dengan istirahat yang lebih baik daripada kami. Itu saja."
"Waktu ini di musim lalu, kami tertinggal delapan poin, tapi ini tak berarti apa-apa. Perjalananan di semua kompetisi masih panjang."
Posisi kompatriot FabregasAlvaro Morata, yang mengalami cedera di babak pertama Sabtu lalu, di skuat timnas jelang laga kontra Albania dan Israel terpaksa digantikan.