Tuesday, February 28, 2017

Lima laga akan disiarkan langsung

Pertandingan kami di Premier League pada bulan April telah diumumkan penayangannya di televisi setempat, dua di kandang dan tiga tandang.
Laga kandang melawan Manchester City-nya Pep Guardiola akan digelar pada Kamis 6 April pukul 03:00 WIB.
Hari Minggunya, kami akan bertandang ke Bournemouth dalam laga yang dimulai pada 00:30 WIB.
Lawatan kami ke Old Trafford baru akan terjadi pada Minggu Paskah, 16 April pukul 23:00 WIB, dan sepekan kemudian, Minggu 23 April, Southampton akan bertandang ke Stamford Bridge dengan kick-off pukul 19:30 WIB (masih bisa berubah tergantung pada hasil semifinal FA Cup).
Laga tandang di Everton digeser ke Minggu 30 April pukul 19:05 WIB.

Selusin kemenangan beruntun

Sabtu lalu Chelsea sukses menyamai rekor klub seusai mengalahkan Swansea City dengan skor 3-1 untuk meraih kemenangan kandang ke-12 beruntun di semua kompetisi di Stamford Bridge.
Laju impresif kami di kandang, yang dimulai sejak pertengahan Oktober, ketika menggebuk juara bertahan Leicester 3-0, membuat the Blues merangkat naik dari peringkat tujuh ke puncak klasemen Premier League dengan keunggulan 10 poin dengan menyisakan 12 laga lagi.
Antonio Conte berkesempatan menorehkan sejarah baru dengan meraih kemenangan kandang ke-13 beruntun saat menjamu Manchester United di perempat final FA Cup pada 13 Maret. Selagi menunggu laga itu, mari kita lihat capaian 12 kemenangan beruntun lainnya yang sudah dicapai sebanyak tiga kali.


2008/09 dan 2009/10

Setelah meraih hasil imbang 1-1 yang mengecewakan dengan Barcelona pada 6 Mei 2009, yang membuat kami tersingkir dari semifinal Liga Champions, kami bertemu dengan Blackburn Rovers di laga kandang terakhir kami di musim 2008/09 dan mencetak kemenangan 2-0 berkat gol dari duet pemain Perancis Florent Malouda dan Nicolas Anelka.
Itu adalah laga pertama Chelsea yang memulai siklus unik kami saat memakai seragam kandang – yang kami kenakan lagi di laga pembuka musim 2009/10 – pada Agustus ketika gol telat Didier Drogba memberikan keunggulan saat mengalahkan Hull City 2-1.
Tendangan kemenangan dramatis itu mengawali 10 kemenangan beruntun selanjutnya tanpa kebobolan gol sama sekali. Kemenangan itu di antaranya diraih dari Tottenham Hotspur, Liverpool dan Manchester United, serta Atletico Madrid dengan skor 4-0 di Liga Champions.
Rentetan kemenangan itu terpaksa terhenti ketika kami secara mengejutkan ditahan imbang 2-2 oleh APOEL dari Cypriot pada 8 Desember, namun kami berhasil meletakkan landasan bagi musim yang sukses itu, yang berakhir dengan raihan Dobel pertama kami.
  • 17.05.09 – 2-0 Blackburn Rovers (Premier League)
  • 15.08.09 – 2-1 Hull City (Premier League)
  • 29.08.09 – 3-0 Burnley (Premier League) 
  • 15.09.09 – 1-0 Porto (Champions League)
  • 20.09.09 – 3-0 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 23.09.09 – 1-0 Queens Park Rangers (League Cup)
  • 04.10.09 – 2-0 Liverpool (Premier League)
  • 21.10.09 – 4-0 Atletico Madrid (Champions League)
  • 24.10.09 – 5-0 Blackburn Rovers (Premier League)
  • 28.10.09 – 4-0 Bolton Wanderers (League Cup)
  • 08.11.09 – 1-0 Manchester United (Premier League)
  • 21.11.09 – 4-0 Wolverhampton Wanderers (Premier League)

2014/15

Setelah mengawali Premier League musim 2014/15 dengan kemenangan atas tim tamu Leicester City dan Swansea City, Chelsea mengalami kekecewaan di laga pertama Liga Champions dari Schalke pada 17 September setelah ditahan imbang 1-1 di Stamford Bridge.
Kami kembali ke jalur kemenangan dengan kemenangan 2-1 atas Bolton Wanderers di League Cup yang kemudian disusul dengan kemenangan 3-0 atas Aston Villa dan 2-0 di laga derbi versus Arsenal dalam proses pembentukan momentum kami dalam menjadi penantang titel Premier League musim itu.
Pada Januari, kami sudah meraih 12 kemenangan kandang beruntun dan unggul lima poin di puncak klasemen liga, namun secara mengejutkan kalah 4-2 di semifinal League Cup dari Bradford City yang bermain di League One, yang membuat catatan kami terhenti.
Kekalahan itu tidak membuat the Blues mengendur dan kembali tak terkalahkan hingga akhir musim untuk kembali finish sebagai juara dengan keunggulan delapan poin dari peringkat dua Manchester City.
  • 24.09.14 – 2-1 Bolton Wanderers (League Cup)
  • 27.09.14 – 3-0 Aston Villa (Premier League)
  • 05.10.14 – 2-0 Arsenal (Premier League)
  • 21.10.14 – 6-0 Maribor (Champions League)
  • 01.11.14 – 2-1 Queens Park Rangers (Premier League)
  • 22.11.14 – 2-0 West Bromwich Albion (Premier League)
  • 03.12.14 – 3-0 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 10.12.14 – 3-1 Sporting Lisbon (Champions League)
  • 13.12.14 – 2-0 Hull City (Premier League)
  • 26.12.14 – 2-0 West Ham United (Premier League)
  • 04.01.15 – 3-0 Watford (FA Cup)
  • 10.01.15 – 2-0 Newcastle United (Premier League)

2016/17

Kekalahan kandang 2-1 atas Liverpool dan 3-0 dari Arsenal September lalu mungkin membuat para pendukung Chelsea jengkel, tapi kekalahan itu menjadi titik balik musim kami dengan peragaan skema tiga bek yang mengawali rentetan 13 kemenangan beruntun di Premier League.
Laju itu memang terhenti di tangan Tottenham pada Januari lalu, tapi penampilan meyakinkan kami di kandang dilanjutkan dengan dua kemenangan di FA Cup dan 10 kemenangan beruntun di liga, yang di antaranya kemenangan mengesankan atas Manchester United, Everton dan Arsenal dan membuat kami lebih percaya diri dalam mengincar gelar juara kedua dalam tiga musim terakhir.
Setelah musim lalu terlalu lunak pada tim tamu, kini Stamford Bridge kembali menjadi tempat yang angker bagi lawan-lawan the Blues. Mudah-mudahan ini akan terus berlanjut!
  • 15.10.16 – 3-0 Leicester City (Premier League)
  • 23.10.16 – 4-0 Manchester United (Premier League)
  • 05.11.16 – 5-0 Everton (Premier League)
  • 26.11.16 – 2-1 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 11.12.16 – 1-0 West Bromwich Albion (Premier League)
  • 26.12.16 – 3-0 Bournemouth (Premier League)
  • 31.12.16 – 4-2 Stoke City (Premier League)
  • 08.01.17 – 4-1 Peterborough United 4-1 (FA Cup)
  • 22.01.17 – 2-0 Hull City (Premier League)
  • 28.01.17 – 4-0 Brentford (FA Cup)
  • 04.02.17 – 3-1 Arsenal (Premier League)
  • 25.02.17 – 3-1 Swansea City (Premier League)

Moses: Menikmati setiap menit

Victor Moses berkata tim sangat fokus dalam meraih poin sebanyak mungkin hingga akhir musim guna mengamankan titel Premier League.
Setelah laga akhir pekan ini, the Blues unggul 10 poin dari tim peringkat dua, Tottenham Hotspur, sedangkan Manchester City, yang bercokol di peringkat tiga, berjarak satu poin dengan masih menyisakan satu laga lagi.
Moses, yang telah menjadi starter di setiap laga Premier League sejak 1 Oktober, kembali tampil impresif dalam kemenangan 3-1 atas Swansea City Sabtu lalu, dan ia puas dengan spirit yang ditunjukkan oleh tim setelah tim tamu berhasil menyamakan kedudukan.
“Kurasa kami bermain dengan baik dan menunjukkan karakter yang hebat,” kata Moses. “Swansea tampil apik dalam cara mereka menenangkan diri dan untuk membuat kami frustrasi tapi kami terus berusaha dan setelah mencetak gol kedua, kami mulai menikmati pertandingan itu.”
“Saat ini kami tidak melihat ke klasemen, kami masih punya 12 laga lagi untuk dimainkan dan kami cuma perlu menjalani laga demi laga. Kami hanya ingin tetap membumi dan memenangi sebanyak mungkin laga hingga akhir musim. Kami akan terus fokus dan tetap bekerja keras bersama-sama, sebagai sebuah tim, seperti yang semua orang lihat.”
Moses menjadi bagian integral dari tim Antonio Conte sejak menjadi starter di laga tandang di Hull – di posisi yang tidak biasanya, bek sayap kanan – dan ia percaya bahwa ia tengah berada dalam performa terbaik sepanjang hidupnya.
“Aku selalu ingin bermain untuk klub besar, ini adalah salah satu klub terbaik di dunia saat ini, dan aku menikmati setiap menitnya. Aku hanya ingin terus bekerja keras dan membantu rekan-rekan setimku.”
Berikutnya, the Blues akan menghadapi laga derbi London di West Ham United, klub yang Moses bela musim lalu dengan status pinjaman.
Kedua tim sudah bertemu dua kali musim ini, di mana Diego Costa mencetak gol kemenangan di hari pertama musim ini dan West Ham menang di EFL Cup pada lawatan perdana kami di markas baru mereka.
“Aku menjalani masa-masa yang hebat di sana musim lalu, ini merupakan sebuah memori yang menyenangkan tapi sekarang aku adalah pemain Chelsea dan aku sedang menikmati sepakbolaku,” kata Moses. “Aku tak sabar lagi untuk pergi ke London Stadium dan mudah-mudahan kami bisa meraih tiga poin.”

Conte: Pemain-pemain top tampil bagus

Antonio Conte yakin salah satu alasan mengapa timnya bermain sangat baik adalah karena setiap pemain mengedepankan kepentingan grup di atas kepentingan pribadi.
Setelah bermain imbang di Burnley di laga Premier League sebelumnya, Sabtu lalu the Blues kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Swansea sekaligus menyamai rekor 12 kemenangan kandang beruntun.
“Ini merupakan sebuah pencapaian yang hebat untuk tim, pemain, dan juga untukku,” kata Conte. “Rekor ini fantastis.”
“Penting bagi kami untuk melanjutkan cara ini. Ini berarti Anda telah bekerja dengan sangat baik dan mungkin Anda akan tetap berada di puncak klasemen. Sekarang, penting untuk memperbaiki situasi dan rekor ini.”
Cesc Fabregas, yang kembali mengisi starting 11, menjadi pemain kunci ketika menghadapi pasukan Paul Clement, membuka skor di babak pertama sebelum kemudian menciptakan peluang untuk Pedro, yang mengembalikan keunggulan kami setelah sebelumnya bisa disamai oleh Swansea.
Conte menjelaskan mengapa ia memilih untuk memainkan Fabregas dan bukan Nemanja Matic, bersama N’Golo Kante di tengah.
“Swansea bermain dengan sangat, sangat kompak,” katanya. “Mungkin di laga ini sulit untuk menemukan ruang. Aku senang sekali, untuk Cesc, tapi juga untuk Nemanja. Ketika aku memintanya turun sebagai pemain pengganti, ia bermain dengan sangat baik. N’Golo bermain fantastis. Inilah mengapa kami berada di puncak liga – semua pemainku bermain dengan sangat, sangat baik.”
“Bagiku, selalu sulit untuk membuat keputusan-keputusan ini. Tapi aku harus melakukannya, tapi aku berusaha memilih yang terbaik untuk tim karena aku ingin menang.”
“Saat melawan Swansea, kuputuskan untuk memainkan Cesc sejak awal, tapi jangan lupa Matic tampil fantastis musim ini, Kante juga. Kami harus meneruskan dengan cara kami. Target kami lebih penting daripada target pribadi.”
Bos the Blues ini memuji sikap Fabregas dan satu pemain lainnya yang tidak banyak menjadi starter sejauh ini.
“Ia menunjukkan sikap yang sangat profesional,” imbuh Conte. “Aku sangat senang punya kesempatan untuk bekerja dengan pemain-pemain seperti ini. Kita bicara soal juara, bukan pemain kelas menengah, tapi pemain top. Ketika Anda memiliki pemain-pemain seperti itu yang Anda masukkan ke dalam tim Anda, dan dia tidak memikirkan dirinya sendiri, melainkan tim, ini sangat bagus.”
“Willian adalah contoh lainnya. Pedro lebih banyak bermain tapi Willian selalu menunjukkan sikap yang sama dan ketika Anda punya pemain seperti ini, Anda bisa pulang ke rumah dan tidur (dengan nyaman).”
Tentu saja, tak ada pemain yang senang jika keterlibatannya dibatasi, tapi Conte berkata ia tak mendapati anggota skuat datang kepadanya dan bertanya mengapa mereka tidak bermain.
“Tidak, tapi biasanya, aku tidak suka ketika harus membicarakan yang seperti itu,” kata orang Italia itu. “Tapi, sepanjang musim, aku banyak ngobrol dengan pemain – ini adalah musim pertamaku, aku harus mengenal pemain-pemain ini dan mereka juga berusaha mengenalku.”
“Untuk alasan ini, penting untuk memiliki percakapan yang baik dengan semua pemain. Mencoba untuk selalu jujur. Kurasa cara yang benar adalah jujur. Aku lebih suka mengatakan yang sebenarnya daripada harus berbohong demi kebaikan.”
“Ketika seorang pemain menginginkan penjelasan mengenai pilihanku, pintuku selalu terbuka, dan jawabanku selalu sama – aku ingin menang dan aku selalu berusaha, di setiap laga, membuat keputusan terbaik.”

Data Day: Chelsea vs Swansea City

Kedua manajer setuju bahwa tim terbaik menang di laga Sabtu lalu dan statistik juga merefleksikan dominasi the Blues atas the Swans…
Pasukan Antonio Conte memenangi penguasaan bola sebesar 66 persen dan teritori sebesar 52,7 persen.
Kami melepas 636 umpan sukses dibanding 291 umpan sukses Swansea. Jumlah itu merupakan catatan tertinggi kami selama musim ini.
Umpan sukses kami mencapai 86,6 persen. Dua puluh dua di antaranya dilakukan di kotak penalti lawan, sedangkan Swansea hanya melakukan dua kali.
Operan dari David Luiz ke Gary Cahill dan dari Cesar Azpilicueta ke Cesc Fabregas merupakan kombinasi umpan yang paling sering dilakukan.
Kami melakukan 16 tembakan dibanding tiga tembakan tim tamu, di mana lima di antaranya mengarah ke gawang.
Fabregas melakukan lima tembakan, dua lebih banyak dari pencetak gol kami, Pedro dan Diego Costa.
Fabregas juga sangat terlibat di kategori lain, menciptakan lima peluang bagi rekan-rekannya dan menyelesaikan 89 operan, catatan yang hanya kalah dari Azpilicueta (90).
Di sepertiga akhir lapangan, Fabregas menciptakan 34 umpan, dua lebih sedikit daripada Eden Hazard. Azpilicueta berada di urutan berikutnya dengan 20 umpan. Ini menggambarkan bahwa bola sebagian besar dimainkan di wilayah pertahanan Swansea.
Fabregas juga menunjukkan kemampuan bertahannya, dengan membuat 10 ball recovery, hanya kalah dari David Luiz (12).
Partnernya di lini tengah, N’Golo Kante, juga sangat terlibat, menjadi pemain dengan tekel (lima) dan intersep (tiga) terbanyak di antara pemain Chelsea.
Delapan dari sembilan take-on Hazard berhasil, sedang kelima take-on Pedro semuanya sukses, tiga di antaranya lahir dalam satu giringan bola.
Gol Diego Costa, gol ke-16nya di liga musim ini, membuatnya telah mengoleksi delapan gol dari lima pertemuan dengan Swansea. Rata-rata 1,6 gol per laga merupakan rekor terbaik pemain Chelsea terhadap satu lawan di dalam sejarah Premier League kami (dengan catatan minimal telah mencetak empat gol).

Thursday, February 9, 2017

Menjelajah Dunia: Kurt Zouma

Kurt Zouma menjadi pemain teranyar yang menjawab pertanyaan seputar negara asalnya dan tempat lain di dunia…

APA CIRI KHAS NEGARA ANDA?

Pertama-tama, aku lahir di sana dan itu yang membuatnya istimewa. Perancis adalah negara yang sangat bagus dan, seperti juga Inggris, ada banyak orang dari seluruh dunia yang tinggal di sana. Banyak orang pergi ke Perancis untuk mengunjungi Paris dan sebagian lagi ke kota-kota besar seperti Lyon, kota kelahiranku. Ada banyak yang bisa dilakukan di sana dan tentu saja semua orang menyukai aksen Perancis.

TEMPAT FAVORIT ANDA DI PERANCIS?

Tempat favoritku di Perancis adalah Champs-Elysees (gambar di bawah) di Paris. Selalu menyenangkan pergi ke sana, berbelanja atau sekadar jalan-jalan.

TEMPAT DI NEGARA ANDA YANG BELUM PERNAH ANDA KUNJUNGI DAN INGIN KE SANA?

Ya, Lille. Kota ini sangat bagus tapi aku belum sempat ke sana. Eden pernah bermain di sana dan ia selalu bercerita tentang hal-hal bagus dari kota itu jadi mudah-mudahan aku bisa segera ke sana.

CERITAKAN TENTANG SEPAKBOLA DI NEGARA ANDA YANG MUNGKIN TIDAK KAMI KETAHUI?

Semua akademi (sepakbola) di Perancis sangat kuat, mereka punya banyak pemain berbakat. Anda bisa melihatnya di tim nasional Perancis karena skuatnya cukup muda. Kami punya beberapa akademi terbaik di dunia.

SELAIN SEPAKBOLA, OLAHRAGA APALAGI YANG PALING POPULER DI NEGARA ANDA?

Bola basket dan rugbi. Basket sangat populer. Semua orang menonton NBA tapi pertandingan di Perancis sendiri cukup besar, dan kami juga punya tim rugbi yang sangat bagus, jadi ada banyak yang menontonnya.

ANDA MEMAINKAN OLAHRAGA ITU?

Saat masih kecil, aku kadang bermain basket untuk bersenang-senang, tapi rugbi belum pernah.

KAPAN PERTAMA KALI ANDA MENINGGALKAN NEGARA ANDA?

Saat aku dipanggil untuk memperkuat timnas Perancis Under-16 untuk pertama kalinya. Aku bermain di turnamen di Turki dan kami menjuarainya. Itu merupakan pengalaman yang aneh dan itulah pertama kalinya aku naik pesawat, tapi jelas itu (pengalaman) yang bagus karena kami menjadi juara di kompetisi itu.

BAHASA APA YANG ANDA KUASAI DAN APA ADA BAHASA LAIN YANG INGIN ANDA PELAJARI?

Aku bisa berbahasa Perancis dan cukup baik berbahasa Inggris. Aku ingin belajar bahasa Spanyol karena itu adalah bahasa utama lainnya, juga Arab. Aku hanya belajar bahasa Inggris sebentar ketika tiba di sini tapi Anda bisa belajar dengan cepat lewat percakapan sehari-hari dan mendengarkan percakapan orang.

TEMPAT DI DUNIA YANG BELUM PERNAH ANDA KUNJUNGI DAN INGIN KE SANA?

Aku ingin pergi ke negara tempat lahir kedua orangtuaku, Republik Afrika Tengah. Aku belum pernah ke sana dan akan menyenangkan melihat seperti apa kota itu suatu hari nanti.

INGIN TINGGAL DI MANA SETELAH TIDAK BERMAIN SEPAKBOLA LAGI?

Di dekat keluargaku, kembali ke Lyon. Anda tak pernah tahu, tapi itulah yang kuinginkan.

Tuesday, February 7, 2017

Belum selesai

Kemenangan 3-1 atas Arsenal Sabtu lalu diperoleh secara impresif, tapi N’Golo Kante dan David Luiz menegaskan bahwa para pemain harus tetap fokus di setiap laga.
Hasil akhir pekan lalu membuat the Blues unggul 12 poin dari the Gunners dan sembilan poin dari rival terdekat, Tottenham. Namun demikian, Kante – yang pada musim lalu menjadi juara Premier League bersama Leicester City – menegaskan bahwa pemain tidak akan berpuas diri.
“Setiap musim berbeda – musim ini, ada banyak  kompetitor juara dan perjalanan masih panjang,” kata pemain internasional Perancis ini, yang tampil tanpa lelah. “Kami tak bisa bilang bahwa kami dekat dengan gelar juara, kami hanya perlu berjuang di setiap laga.”
“Ini belum selesai dan masih ada banyak hal yang bisa terjadi. Ini pekan yang penting untuk kami dengan (laga kontra) Liverpool dan Arsenal, kami meraih empat dari enam poin, dan ini kemenangan yang bagus buat kami.”
David Luiz menyadari bahwa Sabtu lalu the Blues tampil baik, tapi ia mengiyakan pernyataan Kantemengenai apa yang dibutuhkan jika ingin mengakhiri musim ini sebagai juara liga, untuk kali keenam.
“Kami menampilkan permainan yang sangat baik,” kata si bek. “Kami kuat, solid, kami menciptakan peluang-peluang yang bagus untuk menciptakan gol dan kami menikmati pertandingan.”
“Kami berjuang demi titel juara, tapi Premier League tak pernah mudah. Anda harus konsentrasi di setiap laganya dan berusaha menjadi yang pertama di akhir musim.”
“Ini bukan soal lawan kami, setiap laga selalu sangat sulit jadi kami harus siap untuk segalanya.”
Para pemain memiliki pendapat yang sama mengenai gol mengagumkan Eden Hazard, di manaDavid Luiz menggambarkannya sepergi gol yang pernah dicetak oleh seorang pemain legenda Brazil.
“(Gol) itu fantastis, sedikit mengingatkanku pada Ronaldinho – mengagumkan,” katanya. “Aku menyukai talenta Eden dan aku juga menyukainya sebagai seorang pria jadi aku senang memiliki seseorang seperti ini di timku.”
Kante menambahkan: “Kita semua tahu Eden Hazard punya teknik yang hebat dan ia mencetak gol yang indah – ini bagus untuknya dan untuk kami.”

Gol dari usaha individu

Sepakbola adalah permainan tim tapi para penggemar sepakbola akan lebih bersemangat ketika melihat pemain berhadapan satu lawan satu dan menggiring bola melewati pemain tersebut dalam usahanya mencetak gol.
Itulah yang terjadi pada laga derbi London melawan Arsenal Sabtu lalu, ketika Eden Hazardmenyelesaikan semuanya sendiri dan membuat kita semua takjub dengan gol solo magisnya yang sukses mengobrak-abrik the Gunners untuk membuat kita menang 3-1.
Gol si penyihir asal Belgia itu mungkin bisa menjadi salah satu kandidat Gol Terbaik Musim Ini dan mengingatkan kita akan beberapa pemain Chelsea lainnya yang sukses melewati pemain-pemain lawan dan kemudian mencetak gol solo yang mengesankan. 

GIANFRANCO ZOLA - MANCHESTER UNITED 1997

Manchester United terdiam sesaat ketika Gianfranco Zola membuka keunggulan kami di menit kedua dalam laga Premier League pada Februari 1997. Pemain asal Italia itu, yang kemudian terpilih menjadi Pesepakbola Terbaik Tahunan pada musim itu, tidak punya banyak pilihan ketika berlari mengejar umpan Dan Petrescu di sisi kanan lapangan. Ia kemudian menerima dan mengontrol bola dengan brilian di garis tepi lapangan untuk menghindari tekel Dennis Irwin. Ia kemudian melewati Gary Palister sebelum menembak bola ke antara kedua kaki Peter Schmeichel dan masuk ke gawang.

ARJEN ROBBEN – FULHAM 2004

Setelah menepi selama tiga bulan pada musim 2004/05 akibat cedera, Arjen Robben langsung tancap gas dengan selalu mencetak gol di empat pertandingan berturut-turut pada November, yang salah satunya saat kami menang 4-1 di Craven Cottage. Fulham baru saja memperkecil ketertinggalannya ketika sebuah tandukan lemah mendarat di kaki pemain Belanda itu di 20 yard di depan gawang. Berpura-pura menembak, ia berhasil mengecoh dua bek lawan hingga terjatuh saat berusaha memblok tembakannya, lalu dengan dingin mendribel bola melewati mereka kemudian melewati dua pemain Fulham lagi sebelum akhirnya menembak bola yang tak mampu digagalkan Mark Crossley.

 

JOE COE – MANCHESTER UNITED 2006

Selebrasi atas gelar juara Premier League kedua beruntun dimulai lebih awal ketika Joe Cole melakukan usaha individu mengagumkan yang memberikan keunggulan dua gol atas Manchester United dalam laga penentu gelar juara di Stamford Bridge. Si pemain sayap itu sepertinya tak punya ruang lagi saat menerima umpan mematikan dari Didier Drogba di jarak 25 yard dengan posisi membelakangi gawang dan mendapat pengawalan ketat Rio Ferdinand. Dua bek United lainnya dengan cepat mengepungnya, namun Cole bisa membebaskan bola dari kepungan lawan dan menusuk ke kotak penalti sebelum akhirnya melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan Edwin van der Sar.

NICOLAS ANELKA – SUNDERLAND 2009

Membutuhkan gol untuk memastikan Sepatu Emas Premier League, Nicolas Anelka melunasinya dengan cara yang spektakuler di laga terakhir musim 2008/09. Ia berada dalam posisi yang sedikit berbahaya ketika menerima bola di sayap kanan 10 meter di dalam wilayah pertahanannya sendiri dan membelakangi gawang Sunderland, namun ia kemudian berbalik dan lolos dari pengawalan Danny Collins lalu mendribel bola ke tengah, melewati dua kali hadangan Teemu Tainio sebelum melepas tembakan kaki kanan dari jarak 25 yard yang melayang melewati kiper Marton Fulop dan masuk ke sudut kiri gawang.

RAMIRES – MANCHESTER CITY 2011

Gol pertama Ramires di Stamford Bridge tercipta jelang akhir musim debutnya di Chelsea pada Maret 2011, tapi gol itu layak ditunggu karena kemudian menjadi Gol Terbaik Musiman klub. Ketika the Blues unggul 1-0 dari Manchester City di masa perpanjangan waktu, pemain asal Brazil itu menerima operan Michael Essien dari jarak 30 yard di depan gawang dalam posisi membelakangi gawang. Ia kemudian berputar dan berlari cepat melewati cegatan Joleon Lescott dan Aleksandar Kolarov sebelum kemudian menembak keras ke gawang Joe Hart. 

Sunday, February 5, 2017

Alonso: Upah bagi kerja keras kami

Marcos Alonso percaya pekan ini merupakan pekan yang sangat produktif bagi the Blues seusai kami melanjutkan hasil imbang di Liverpool Rabu lalu dengan kemenangan impresif atas Arsenal.
Alonso mencetak gol keempatnya musim ini kala memberi kami keunggulan di babak pertama, dengan bereaksi cepat menyambut tandukan Diego Costa yang menerpa tiang gawang.
“Aku senang untuk tiga poin ini, kami bermain dengan sangat baik, kami konsisten dan kami harus mempertahankan ini,” kata pemain asal Spanyol ini.
“Kurasa kami mengendalikan permainan selama 90 menit. Kami agak kecewa dengan gol yang bersarang di gawang kami tapi semuanya bermain dengan sangat baik dan sekarang kami harus mempertahankan fokus dan konsentrasi kami. Kami menikmati laju bagus ini. Tiga poin melawan lawan langsung terasa seperti enam poin.”
“Menyenangkan bisa mencetak gol lagi dan dengan satu poin yang kami dapatkan pada Selasa (waktu setempat), pekan ini merupakan pekan yang sangat baik untuk kami.”
Bek kanan Arsenal, Hector Bellerin, terpaksa menyudahi laga lebih cepat akibat cedera saat bertarung dengan Alonso kala memperebutkan bola muntah yang berujung pada gol pembuka kami.
“Lompatanku sedikit lebih tinggi dan berhasil meraih bola lebih dulu, aku bahkan tak melihat kedatangannya jadi kurasa itu bukan (menghasilkan) tendangan bebas,” katanya.
“Aku merasa tidak enak, dia adalah teman baikku, tapi aku tidak melihatnya. Kuharap ia baik-baik saja.”
Kini perhatian kami tertuju pada laga pada Minggu depan, tandang ke markas Burnley, di mana Alonso berharap mereka bisa mempertahankan penampilan apik mereka.
“Kami hanya perlu menjalani laga demi laga. Setelah kemenangan ini, hasil di tengah pekan lalu menjadi lebih berharga lagi jadi mari kita lihat bagaimana dengan tim-tim lain dan kami akan menikmati libur selama beberapa hari.”
“Kami telah bekerja keras selama sepekan dan Anda bisa melihat itu, kami memberikan segalanya di lapangan dan memperoleh hasil.”