Tuesday, February 7, 2017

Gol dari usaha individu

Sepakbola adalah permainan tim tapi para penggemar sepakbola akan lebih bersemangat ketika melihat pemain berhadapan satu lawan satu dan menggiring bola melewati pemain tersebut dalam usahanya mencetak gol.
Itulah yang terjadi pada laga derbi London melawan Arsenal Sabtu lalu, ketika Eden Hazardmenyelesaikan semuanya sendiri dan membuat kita semua takjub dengan gol solo magisnya yang sukses mengobrak-abrik the Gunners untuk membuat kita menang 3-1.
Gol si penyihir asal Belgia itu mungkin bisa menjadi salah satu kandidat Gol Terbaik Musim Ini dan mengingatkan kita akan beberapa pemain Chelsea lainnya yang sukses melewati pemain-pemain lawan dan kemudian mencetak gol solo yang mengesankan. 

GIANFRANCO ZOLA - MANCHESTER UNITED 1997

Manchester United terdiam sesaat ketika Gianfranco Zola membuka keunggulan kami di menit kedua dalam laga Premier League pada Februari 1997. Pemain asal Italia itu, yang kemudian terpilih menjadi Pesepakbola Terbaik Tahunan pada musim itu, tidak punya banyak pilihan ketika berlari mengejar umpan Dan Petrescu di sisi kanan lapangan. Ia kemudian menerima dan mengontrol bola dengan brilian di garis tepi lapangan untuk menghindari tekel Dennis Irwin. Ia kemudian melewati Gary Palister sebelum menembak bola ke antara kedua kaki Peter Schmeichel dan masuk ke gawang.

ARJEN ROBBEN – FULHAM 2004

Setelah menepi selama tiga bulan pada musim 2004/05 akibat cedera, Arjen Robben langsung tancap gas dengan selalu mencetak gol di empat pertandingan berturut-turut pada November, yang salah satunya saat kami menang 4-1 di Craven Cottage. Fulham baru saja memperkecil ketertinggalannya ketika sebuah tandukan lemah mendarat di kaki pemain Belanda itu di 20 yard di depan gawang. Berpura-pura menembak, ia berhasil mengecoh dua bek lawan hingga terjatuh saat berusaha memblok tembakannya, lalu dengan dingin mendribel bola melewati mereka kemudian melewati dua pemain Fulham lagi sebelum akhirnya menembak bola yang tak mampu digagalkan Mark Crossley.

 

JOE COE – MANCHESTER UNITED 2006

Selebrasi atas gelar juara Premier League kedua beruntun dimulai lebih awal ketika Joe Cole melakukan usaha individu mengagumkan yang memberikan keunggulan dua gol atas Manchester United dalam laga penentu gelar juara di Stamford Bridge. Si pemain sayap itu sepertinya tak punya ruang lagi saat menerima umpan mematikan dari Didier Drogba di jarak 25 yard dengan posisi membelakangi gawang dan mendapat pengawalan ketat Rio Ferdinand. Dua bek United lainnya dengan cepat mengepungnya, namun Cole bisa membebaskan bola dari kepungan lawan dan menusuk ke kotak penalti sebelum akhirnya melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan Edwin van der Sar.

NICOLAS ANELKA – SUNDERLAND 2009

Membutuhkan gol untuk memastikan Sepatu Emas Premier League, Nicolas Anelka melunasinya dengan cara yang spektakuler di laga terakhir musim 2008/09. Ia berada dalam posisi yang sedikit berbahaya ketika menerima bola di sayap kanan 10 meter di dalam wilayah pertahanannya sendiri dan membelakangi gawang Sunderland, namun ia kemudian berbalik dan lolos dari pengawalan Danny Collins lalu mendribel bola ke tengah, melewati dua kali hadangan Teemu Tainio sebelum melepas tembakan kaki kanan dari jarak 25 yard yang melayang melewati kiper Marton Fulop dan masuk ke sudut kiri gawang.

RAMIRES – MANCHESTER CITY 2011

Gol pertama Ramires di Stamford Bridge tercipta jelang akhir musim debutnya di Chelsea pada Maret 2011, tapi gol itu layak ditunggu karena kemudian menjadi Gol Terbaik Musiman klub. Ketika the Blues unggul 1-0 dari Manchester City di masa perpanjangan waktu, pemain asal Brazil itu menerima operan Michael Essien dari jarak 30 yard di depan gawang dalam posisi membelakangi gawang. Ia kemudian berputar dan berlari cepat melewati cegatan Joleon Lescott dan Aleksandar Kolarov sebelum kemudian menembak keras ke gawang Joe Hart.