Saat tembakan Branislav Ivanovic menggetarkan gawang Brentford untuk memberikan keunggulan 3-0 bagi Chelsea di babak keempat FA Cup Sabtu lalu, ada momen menarik ketika kamera TV menyoroti pinggir lapangan untuk memperlihatkan reaksi Antonio Conte.
Kita sudah terbiasa melihat selebrasi liar pelatih kepala asal Italia itu setiap kali the Blues mencetak gol, tapi kali ini, ia malah melihat ke seberang lapangan, dari mana gol Ivanovic tercipta dan menampilkan gerak tubuh yang meminta seseorang datang ke bangku candangan.
Ternyata orang itu adalah Kenedy dan Conte tak membuang-buang waktu untuk memasukkan pemain sayap asal Brazil itu ke lapangan, menggantikan Cesar Azpilicueta sebelum laga dimulai kembali.
Saat memasukkan si pemain itu, secara efektif Conte mengonfirmasikan bahwa Kenedy, yang menghabiskan paruh pertama musim ini di Watford, tidak akan dipinjamkan ke klub lain hingga akhir musim ini. Itu juga membuat pemandangan yang menarik dari tim the Blues yang ada di lapangan, di mana terdapat enam pemain yang berusia 23 tahun atau kurang – Kurt Zouma, Nathan Ake, Nathaniel Chalobah, Michy Batshuayi, Ruben Loftus-Cheek dan Kenedy – bersama pemain-pemain kaya pengalaman seperti Ivanovic, John Terry, Cesc Fabregas dan Pedro.
Kita pantas bersyukur karena tidak terjadi drama saat the Blues mengalahkan the Bees dengan skor 4-0 dan maju ke babak kelima untuk menghadapi Wolverhampton Wanderers, yang akan memberikan kesempatan lagi bagi pemain muda kita untuk mengesankan Antonio Conte yang sedang memetakan rencana jangka panjang bagi timnya.
Jika kegiatan kita selama bursa transfer Januari dijadikan sebagai indikasi – di mana pemain tim utama, Oscar, John Mikel Obi dan Ivanovic pergi dan tak ada kedatangan pemain lain ke Stamford Bridge selain kepulangan Kenedy dan Ake dari masa peminjamannya – seharusnya akan ada cukup banyak kesempatan bagi pemain-pemain muda kita untuk meyakinkan manajer bahwa mereka bisa menjadi bagian dari rencana manajer.
Kesempatan terbaik mereka untuk memberi kesan baik saat ini adalah ketika menghadapi kompetisi yang semakin berat untuk memperebutkan tempat di tim inti Chelsea musim panas mendatang ketika pemain-pemain muda berkualitas lainnya seperti Andreas Christensen, Bertrand Traore, Lewis Baker, Tammy Abraham dan Isaiah Brown kembali dari masa peminjamannya.
Meski penampilan para pemain muda kala menghadapi Brentford itu patut mendapat apresiasi tinggi, kita juga senang melihat Ivanovic menikmati laga terakhirnya bersama the Blues sebelum pindah ke Zenit St. Petersburg, yang sudah difinalisasi pada Rabu lalu.
Gol apiknya, yang didului dengan sprint sejauh tiga perempat lapangan, di laga terakhirnya itu, merupakan bonus bagi si pemain Serbia sekaligus memberi satu kesempatan terakhir kepada para suporter untuk menunjukkan rasa cinta dan apresiasi mereka kepadanya.
Tentunya Ivanovic tak akan dilupakan begitu saja oleh para penggemar di Stamford Bridge, di mana ia mengawali kariernya dengan lambat sebelum akhirnya menjadi seorang legenda di Chelsea.
Direkrut dari Lokomotiv Moskow pada Januari 2008, saat masih berusia 23 tahun, ia harus menunggu selama delapan bulan sebelum diberi kesempatan melakukan debutnya di tim utama dan dua musim sebelum menjadi pemain regular di barisan pertahanan the Blues. Kegigihannya terbayar dengan koleksi medali juaranya selama sembilan tahun di Stamford Bridge dan terpilih ke dalam Tim Terbaik Tahunan Premier League pada musim yang kita juarai, 2009/10 dan 2014/15.
Sama penting dengan kehadirannya di lini pertahanan kita, ia juga kerap mencatatkan namanya di papan skor, dengan koleksi 34 gol dari 377 laga bagi the Blues, yang di antaranya merupakan gol-gol penting seperti gol jarak dekat ke gawang Napoli yang membawa kita ke perempat final Liga Champions 2012, sundulan lambungnya ke gawang Liverpool yang menyingkirkan the Reds di semifinal League Cup 2015 dan gol ke gawang Benfica di final Europa League 2013 yang dicetak di masa perpanjangan waktu.
Dengan melihat kontribusi luar biasanya bagi kesuksesan Chelsea selama sembilan tahun terakhir, yang bisa kita lakukan sekarang adalah berterima kasih kepada Branislav Ivanovic atas kerja kerasnya yang luar biasa bagi the Blues dan mendoakan yang terbaik baginya.
Di mana pun ia berada.











