N’Golo Kante mengingat kembali laga
tandang terakhir kami di tempat yang familiar serta menatap laga yang
sudah menanti kami di Anfield dini hari nanti…
Karier N’Golo Kante di Premier League memang baru berjalan selama 18 bulan, tapi pengaruh yang diberikan oleh gelandang bertubuh mungil ini pada sepakbola divisi teratas Inggris telah banyak mendapat pujian.
Mungkin sebagian dikarenakan ia relatif belum dikenal ketika tiba di Leicester pada musim panas 2015, dan sebagian lagi karena kesuksesan yang ia raih setelah itu. Tak ada pemain aktif di Inggris, yang telah bermain 50 kali atau lebih, yang memiliki persentase kemenangan lebih baik daripadanya.
Sebagian besar kemenangan-kemenangan itu diraih pada musim 2015/16, di mana Leicester secara sensasional berhasil menjadi juara liga. Awal bulan ini, Kante kembali bermain di King Power Stadium, setelah tidak dimainkan di laga Capital One Cup pada September. Laga itu menjadi sebuah laga yang patut dikenang.
“Aku melalui musim yang istimewa di sana, dan bertemu dengan orang-orang, staf, pemain, pelatih yang hebat, jadi senang sekali bisa kembali ke sana,” katanya kepada situs resmi Chelsea.
“Para suporter bertepuk tangan ketika namaku disebut dan ini bagus. Sebelum pertandingan, aku sempat tertawa bersama Ranieri, ketika ia memberiku headlock! Ia pria yang baik dan aku banyak belajar darinya.”
“Dan setelah itu kami pun memenangi pertandingan, jadi itu hari yang baik.”
Karier N’Golo Kante di Premier League memang baru berjalan selama 18 bulan, tapi pengaruh yang diberikan oleh gelandang bertubuh mungil ini pada sepakbola divisi teratas Inggris telah banyak mendapat pujian.
Mungkin sebagian dikarenakan ia relatif belum dikenal ketika tiba di Leicester pada musim panas 2015, dan sebagian lagi karena kesuksesan yang ia raih setelah itu. Tak ada pemain aktif di Inggris, yang telah bermain 50 kali atau lebih, yang memiliki persentase kemenangan lebih baik daripadanya.
Sebagian besar kemenangan-kemenangan itu diraih pada musim 2015/16, di mana Leicester secara sensasional berhasil menjadi juara liga. Awal bulan ini, Kante kembali bermain di King Power Stadium, setelah tidak dimainkan di laga Capital One Cup pada September. Laga itu menjadi sebuah laga yang patut dikenang.
“Aku melalui musim yang istimewa di sana, dan bertemu dengan orang-orang, staf, pemain, pelatih yang hebat, jadi senang sekali bisa kembali ke sana,” katanya kepada situs resmi Chelsea.
“Para suporter bertepuk tangan ketika namaku disebut dan ini bagus. Sebelum pertandingan, aku sempat tertawa bersama Ranieri, ketika ia memberiku headlock! Ia pria yang baik dan aku banyak belajar darinya.”
“Dan setelah itu kami pun memenangi pertandingan, jadi itu hari yang baik.”
Kante
menjelaskan perbedaan beberapa aspek kehidupan di Leicester dan
Chelsea, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pemain 25 tahun itu
memberi perbandingan dengan hidup di London dengan di Paris, tempat
tinggalnya semasa muda di Perancis – orang-orangnya, lalu lintasnya,
pemandangannya. Leicester tempat yang lebih kecil dan sepi.
Jika menyangkut hal-hal di lapangan, sepertinya juga ada perubahan sejak kepindahannya ke Stamford Bridge. Ia mengidentifikasi tiga fungsi kunci yang ia mainkan di bawah kepemimpinan Antonio Conte.
“Di Leicester, rencananya adalah tetap kompak dan maju dengan bola ketika kami melakukan serangan balik.”
“Di Chelsea, kami bermain dengan formasi yang berbeda. Caraku bermain di sini adalah melindungi ketiga bek, mengendalikan keseimbangan permainan dari lini tengah serta menemukan penyerang lewat operan-operanku.”
“Aku senang dengan posisi ini dan dengan caraku memainkannya.”
Jika menyangkut hal-hal di lapangan, sepertinya juga ada perubahan sejak kepindahannya ke Stamford Bridge. Ia mengidentifikasi tiga fungsi kunci yang ia mainkan di bawah kepemimpinan Antonio Conte.
“Di Leicester, rencananya adalah tetap kompak dan maju dengan bola ketika kami melakukan serangan balik.”
“Di Chelsea, kami bermain dengan formasi yang berbeda. Caraku bermain di sini adalah melindungi ketiga bek, mengendalikan keseimbangan permainan dari lini tengah serta menemukan penyerang lewat operan-operanku.”
“Aku senang dengan posisi ini dan dengan caraku memainkannya.”

Kemudian kami menuju ke laga dini hari ini,
di Anfield, di mana tuan rumah akan berupaya terhindar dari kekalahan
keempat beruntun di kandang. Dari pertemuan sebelumnya pada September
lalu, Kante tahu bahwa skuat Chelsea tak boleh terlalu berpuas diri.
“Ini laga yang berbeda, kami harus berpikir tentang diri kami sendiri, bukan penampilan mereka. Liverpool adalah sebuah tim yang bagus yang memiliki pemain-pemain yang mampu mencetak gol kapan saja.”
“Mereka suka menekan hingga ke depan. Jika kami bisa keluar dari tekanan itu, kami bisa mendapat posisi yang bagus untuk menyerang balik.”
“Sekarang kami berada di urutan pertama dan kepercayaan diri bagus, tapi kami tahu perjalanan masih panjang. Pekan ini kami punya dua laga yang sangat penting, melawan dua tim yang terdekat dengan kami. Jika kami bisa mengatasi mereka, kami bisa melaju jauh.”
“Ini laga yang berbeda, kami harus berpikir tentang diri kami sendiri, bukan penampilan mereka. Liverpool adalah sebuah tim yang bagus yang memiliki pemain-pemain yang mampu mencetak gol kapan saja.”
“Mereka suka menekan hingga ke depan. Jika kami bisa keluar dari tekanan itu, kami bisa mendapat posisi yang bagus untuk menyerang balik.”
“Sekarang kami berada di urutan pertama dan kepercayaan diri bagus, tapi kami tahu perjalanan masih panjang. Pekan ini kami punya dua laga yang sangat penting, melawan dua tim yang terdekat dengan kami. Jika kami bisa mengatasi mereka, kami bisa melaju jauh.”
