Saturday, August 20, 2016

Willian: Meningkatnya kepercayaan diri

Watford, West Ham dan perubahan sistematik menjadi topik yang dibicarakan oleh si pemain Brazil, Willian kepada situs resmi Chelsea jelang kunjungan kami ke Vicarage Road malam hari ini.
Dengan start yang telah ditunjukkan the Blues akhir pekan lalu, suporter Chelsea di Stamford Bridge pada hari itu tak akan bisa menuntut lebih banyak lagi.
The Blues tak hanya mengawali laga dengan mengalahkan West Ham yang kuat, tetapi penampilan pasukan Antonio Conte secara keseluruhan terbilang impresif.
Sisi positif lain yang terlihat adalah solidnya debut N’Golo Kante dan Michy Batshuayi sedangkan kecepatan dan kreasi pemain-pemain depan kita, salah satunya Willian, membuat pertahanan the Hammers tak pernah tenang.
“Itu adalah performa tim yang bagus dan kami layak menang,” refleksi Willian kepada kami di Cobham. “Kami bermain dengan sangat baik dan kami terus menekan mereka sejak awal laga jadi semua pemain akan berkembang, itu alami, tapi aku merasa segar dan siap untuk (melawan) Watford.” 
Penampilan lini pertahanan kita juga cukup memuaskan, di mana tim tamu hanya bisa melakukan satu tembakan ke arah gawang selama 90 menit.
“Kami harus melakukan apa yang kami lakukan di dalam pertandingan Senin lalu, yaitu bertahan dengan sangat baik sebagai sebuah tim,” kata Willian. “Kurasa mereka agak beruntung bisa mencetak gol tapi kami bereaksi dengan baik dan akhirnya mencetak gol kedua.”
“Kami harus memperbaiki penampilan kami baik pertahanan maupun serangan kami di setiap laga dan kami puas dengan pertahanan kami saat melawan West Ham.”
Willian, Chelsea Player of the Year musim lalu, terlihat tajam dan aktif pada laga Selasa dini hari itu dan nyaris saja mencetak gol pertamanya jika Adrian tidak melakukan penyelamatan gemilang.
Kedatangan Conte membuat adanya sedikit perbedaan di lini sayap, dan ini wajar, katanya.
“Ada yang berubah di lapangan tapi kami menghargai manajer kami dan sistem yang ia inginkan,” tambah Willian. “Terkadang, di dalam pertandingan, Anda harus memutuskan apa yang harus dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Contohnya, aku harus menusuk ke dalam untuk mendapat bola dan mendribel melewati lawan, Anda harus melakukan keputusan dengan cepat.”
“Pelatih telah meningkatkan rasa kepercayaan diri kami. Ia banyak berbicara kepada kami baik pada saat latihan maupun saat turun minum dan ini sangat membantu kami.”
Di luar lapangan, Willian telah menikmati sinar matahari London selama seminggu ini dan juga telah mengunjungi beberapa lokasi khas seperti Big Ben dan London Eye.
“Teman-temanku dari Brazil datang dan salah satunya adalah seorang penyanyi gereja. Mereka tinggal bersamaku selama beberapa hari, kami hanya berdoa dan bernyanyi bersama, kami menjalani masa-masa yang menyenangkan. Aku suka bernyanyi tapi suara teman-temanku lebih bagus dariku,” katanya sambil tertawa.

Tuesday, August 9, 2016

Catatan Pramusim 2016/17: bagian pertama



Satu hal yang paling berbeda dan kentara dari Chelsea di 2016/17 adalah kepala pelatih tim utama Chelsea. Mantan bos Juventus dan Italia ini, yang berhasil membawa the Old Lady meraih Scudetto tiga kali berturut-turut dan memimpin “tim Italia dengan skuat terburuk selama satu dekade” ke perempat final Euro 2016, sudah menjadi sorotan tersendiri. Bahkan, rival barunya di Premier League, manajer Manchester City Pep Guardiola, memuji Antonio Conte sebagai “master taktik”.
 

PELATIH

Selama pramusim, Antonio Conte selalu tampak bersemangat, sibuk baik di dalam maupun di luar lapangan. Para penggemar yang sudah dipanaskan lewat konferensi medianya bisa berhadap bahwa “ada sepercik api yang akan tumbuh dan berkobar.”
Salah satu kompatriot Italia Conte sekaligus pendahulunya di Chelsea, Carlo Ancelotti, mengatakan bahwa Conte adalah orang yang kuat dan fokus, pelatih yang tak akan mengapresiasi pemain yang tidak memberikan 100 persen. 

Gelandang Italia di Euro 2016, Daniele De Rossi mengindikasikan area-area kunci yang membedakan manajer ini. “Ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuat dan menonton video lawan-lawan kami,” kata gelandang berpengalaman yang bermain untuk Roma itu. “Caranya mempersiapkan pertandingan lebih baik dari siapa pun, dan Anda bisa melihatnya di lapangan karena semua orang tahu persis apa yang harus mereka lakukan dan di mana posisi rekannya, dan itu mempermudah kami.”
Dalam konferensi medianya, manajer baru itu terus mengulang kata “kerja”. “Premier League sangatlah ketat,” katanya, “tapi jika Anda berlari lebih banyak, maka peluang Anda untuk menang akan lebih besar,” lalu menambahkan “jelas sekali bahwa kami harus selalu bekerja sama baik dengan atau tanpa bola. Jika kami merasa tidak bisa, maka kami bisa saja mengulang musim yang buruk.” Itu akan menjadi musik di telinga para suporter.
Tak diragukan lagi, para pemain terlihat lebih ramping dan tajam daripada pramusim 2015/16. Salah satu konsekuensi dari pertahanan kita yang buruk adalah tidak adanya pertarungan sepakbola Eropa di tengah pekan selama semusim ini, tapi ini juga menjadi situasi yang sama ketika Conte pertama kali menangani Juventus. Menggunakan waktu untuk melatih skuatnya, membuat mereka lebih bugar dan lebih memahami taktik, Juve akhirnya tak terkalahkan di Serie A di musim 2011/12 dan menjadi juara liga.
Dari laga-laga pramusim, terlihat bahwa manajer 47 tahun ini menyukai pertahanan berlapis dan terorganisir, lalu dengan cepat menyerang lewat lebar lapangan dan dua striker di kotak penalti. Dia juga menyukai “dobel, dobel, dobel”: dua bek tengah, gelandang tengah dan pemain depan yang kuat, lugas, dan berkemampuan tinggi.
Lewat sesi latihan ganda, para pemain ditanamkan untuk cepat memperbaiki posisi, peluang, dan tanggung jawab karena formasi tak lagi menggunakan 4-2-3-1.
Di pramusim, ada kecenderungan bahwa ia lebih suka menggunakan formasi 4-2-4 saat Chelsea menyerang, dan 5-4-1 saat tidak menguasai bola. Saat melawan Milan, di babak kedua, pergantian pemain dilakukan untuk mengakomodasi formasi 4-3-3/4-1-4-1 (pemain debutan Kante sebagai deep-lying midfielder) dan tampaknya nyetel dan menghasilkan ancaman berbahaya saat menyerang. Ini diulangi ketika mengalahkan Werder Bremen pada Minggu.
Aksi dan emosi Conte di area teknis – termasuk lompatan selebrasinya ke atap dugout – telah mendapat apresiasi secara luas. Menarik untuk menunggu bagaimana para penonton Inggris dan para ofisial bereaksi atas gairahnya. Yang lebih menarik lagi, ia akan dibantu dengan staf yang sudah lama bekerja padanya untuk mencari kelemahan sepakbola di Inggris. 
 

STAF PENDUKUNG

Asisten pelatih tim utama: Angelo Alessio, Gianluca Conte, dan Steve Holland.
Pelatih kiper: Gianluca Spinelli.
Pelatih kebugaran: Paolo Bertelli, Julio Tous, dan Chris Jones.
Asisten pelatih kebugaran: Costantino Coratti.
Konsultan pelatih pribadi/Ahli nutrisi: Tiberio Ancora.
Ambasador klub sekaligus asisten pelatih tim utama: Carlo Cudicini.
 Carlo Cudicini, Gianluca Conte dan Steve Holland

SKUAT

Salah satu pemain akan menjadi pemain yang beruntung untuk mencetak gol ke-5000 Chelsea di divisi utama, tapi jelas bukan John Mikel Obi, yang sedang mengapteni Nigeria di Olimpiade Brazil.
Seperti biasa, para penggemar Chelsea ingin segera melihat permainan pemain baru. N’Golo Kante adalah seorang pemain internasional Perancis berdarah Mali yang seringkali tampil sendirian bagi juara musim lalu, Leicester City. Fakta bahwa gelandang tengah itu, yang mengidolakan mantan pemain the Blues Lassana Diarra, tidak melihat tawaran lain yang datang setelah mengetahui ketertarikan Conte dan Chelsea, menunjukkan bagaimana terpikatnya dirinya pada manajer dan klub kita.
Lalu kita punya “Batman begins”: kedatangan striker 22 tahun asal Belgia, Michy Batshuayi menambah persaingan di lini depan – yang memang diperlukan setelah perginya pemain pinjaman Falcao dan Pato. Batshuayi adalah seorang pekerja keras, kuat, berteknik tinggi, dan bisa menembak dengan sama baiknya menggunakan kedua kakinya.
Conte harus mengucapkan selama tinggal kepada Mohamad Salah, tapi menyambut kembalinya Juan Cuadrado dari Juventus, dan pemain sayap itu terlihat penuh percaya diri saat tampil menghadapi Real Madrid di AS. 
Beberapa pemain muda dari Akademi juga menunjukkan impresi yang baik di pramusim. Bek Ola Aina dan gelandang dinamis Nathaniel Chalobah (yang mencetak satu gol dan dua assist di laga persahabatan pramusim). Dipinjamnya Baba Rahman, juga cedera bahu Branislav Ivanovic, akan memperbesar peluang Aina untuk melakukan debutnya di tim senior musim ini. 

MUSIM PANAS

Pramusim sudah dilangsungkan di Austria dan AS lalu ditutup di Bremen, Jerman, akhir pekan lalu. Beberapa pekan itu sangat penting bagi para pemain dan klub.
Rekor penonton dalam pertandingan the Blues pecah pada 30 Agustus ketika menghadapi Real Madrid, yaitu sebanyak 105.826 penonton hadir di Michigan Stadium, Ann Arbor, dan mereka menyaksikan Hazard membawa the Blues yang tertinggal 0-3 menjadi 2-3. Penonton perdana di US Bank Stadium, Minneapolis, tempat kita mengalahkan Milan – 64.101 – adalah yang terbanyak untuk sebuah pertandingan sepakbola di Minnesota.

LAGA PRAMUSIM

TanggalLawanLokasiPenontonHasilPencetak gol
Sab 16 Jul
Rapid Vienna
Austria
28,600
K 0-2
Kam 21 Jul
WAC RZ Pellets
Austria
7,800
M 3-0
Traore, Loftus-Cheek, Chalobah
Jumat 22 Jul
ATUS Ferlach
Austria
n/a
M 8-0
Remy 3, Mikel, Batshuayi 2, Pedro 2
Kam 28 Jul
Liverpool
AS
53,117
M 1-0
Cahill
Min 31 Jul
Real Madrid 
AS
105,826
K 2-3
Hazard 2
Kam 4 Agt
AC Milan
AS
64,101
M 3-1
Traore, Oscar 2
Min 7 Agt
Werder Bremen
Jerman
23,611
M 4-2
Hazard, Oscar, Diego Costa, Pedro

MENIT DI LAGA PRAMUSIM

RapidRZ PellATUSLivReal MAC MilWerderTotal
Terry908893939276532
Matic778493937945471
Willian728367467969416
Cahill4593939290413
Azpilicueta4593939276399
Aina459093935814393
Begovic909093468327
Moses808867175121324
Loftus-Cheek453368724614278
Oscar4573463376273
Traore1357677651264
Ivanovic90453490259
Diego Costa72575869256
Courtois479282221
Fabregas45715945220
Batshuayi334526473421206
N Chalobah3217672147138205
Baba454590180
Pedro45266621158
Mikel58690154
Djilobodji9057147
Hazard274169137
Cuadrado45264713131
Kante4182123
Hector33451492
Blackman9090
Remy186785
Miazga26870
Kenedy1824565
Atsu1074562
Cuevas4545

YANG AKAN DICAPAI SKUAT CHELSEA


Cesar Azpilicueta - 19 lagi untuk mencapai 200 penampilan di semua kompetisi
Gary Cahill – empat lagi untuk mencapai 200 penampilan di semua kompetisi
Thibaut Courtois - 31 lagi lagi untuk mencapai 200 penampilan di semua kompetisi
Diego Costa - 22 lagi untuk mencapai 100 penampilan di semua kompetisi, 13 lagi lagi untuk mencapai 50 gol
Cesc Fabregas – empat lagi untuk mencapai 100 penampilan di semua kompetisi
Branislav Ivanovic - 39 lagi untuk mencapai 400 penampilan di semua kompetisi, dua lagi untuk mencapai 250 penampilan di Premier League
Eden Hazard - 12 lagi untuk mencapai 150 penampilan di Premier League, sembilan lagi untuk mencapai 50 gol di Premier League
Nemanja Matic - 12 lagi untuk mencapai 100 penampilan di Premier League
John Mikel Obi – satu lagi lagi untuk mencapai 250 penampilan di Premier League, 28 lagi untuk mencapai 200 penampilan di semua kompetisi
Oscar – delapan lagi untuk mencapai 200 penampilan di semua kompetisi, 12 lagi untuk mencapai 50 gol di Premier League
John Terry - 26 lagi untuk mencapai 729 penampilan untuk menyamai rekor penampilan terbanyak kedua Peter Bonetti, 17 lagi untuk mencapai 500 penampilan di Premier League
Willian - 10 lagi untuk mencapai 150 penampilan di semua kompetisi, empat lagi untuk mencapai 100 penampilan di Premier League
Roman Abramovich - 40 lagi untuk mencapai 800 pertandingan sejam membeli klub
Satu gol lagi untuk lagi untuk mencapai gol ke 5000 di divisi utama liga
Dua kemenangan lagi untuk meraih 100 kemenangan di League Cup