Tuesday, January 31, 2017

Conte: Berubah atau tidak

Jelang laga dini hari nanti, Antonio Conte bicara soal keterbukaannya terhadap ide-ide baru dan yakin dengan apa yang dilakukan…

Memang berat jika melihat jadwal pertandingan yang mempertemukan kami dengan Liverpool dan Arsenal dan kekalahan beruntun dari kedua lawan tersebut pada September yang pada akhirnya menjadi momen perubahan bagi Chelsea.
Adalah pada laga kandang melawan pasukan Jurgen Klopp, yang akan kami hadapi malam ini, serta kekecewaan besar di markas Arsenal, yang memicu terjadinya perubahan formasi dan hasil-hasil pertandingan yang menyusul, dan membuat semua orang yakin bahwa cara Antonio Conte itu adalah cara yang tepat.
“Itu mengubah sesuatu di pikiran kami, dalam cara berpikir kami,” konfirmasi Conte. “Sepakbola jenis baru, ide baru, dan juga menemukan solusi yang tepat untuk bisa diadaptasi dengan lebih baik, baik aku dengan para pemain dan para pemain denganku.”
“Setelah dua kekalahan, kami mengerti bahwa cara kami kurang baik, dan jika kami ingin untuk tidak mengulangi musim yang buruk, tentu kami harus mengubah sesuatu, dan ini terjadi. Aku puas untuk ini, untuk para pemainku, karena mereka menunjukkan niat untuk berubah, untuk menemukan solusi baru dan mengubah musim kami.”
Beberapa orang mungkin berkata bahwa kini Liverpool sedang berada dalam persimpangan setelah hanya bisa meraup dua poin dari sembilan laga di bulan Januari dan tersingkir di dua kompetisi piala, tapi karena mereka adalah tim telah memainkan rencana manajer mereka, Conte melihatnya dengan sudut yang berbeda.
“Liverpool mengawali musim dengan sangat baik, memainkan sepakbola atraktif dan ini adalah cara yang benar,” kata orang Italia ini, “tapi ketika Anda kalah dan Anda punya ide sepakbola, Anda harus melanjutkannya dan yakin dengan ide Anda.”
“Momen seperti ini terjadi ketika Anda kalah dan Anda merasa itu bukanlah cara yang benar, tapi ketika punya filosofi, Anda harus mengatasi periode negatif dan kurasa tim Klopp memainkan sepakbola yang atraktif dan mereka bermain dengan sangat baik.”

Sunday, January 29, 2017

Ake: Senang Bisa Kembali

Setelah bermain penuh untuk pertama kalinya untuk Chelsea sejak Oktober 2014, Nathan Ake merasa dia kini adalah pemain yang lebih lengkap berkat pengalamannya sebagai pemain pinjaman. 
Pemain asal Belanda itu dimainkan di posisi bek sayap kiri untuk laga putaran keempat Piala FA melawan Brentford dan ia menikmati kemenangan di Stamford Bridge saat kami mengalahkan rival London barat kami dengan skor 4-0.
Itu adalah laga pertamanya untuk the Blues setelah dipinjamkan ke Bournemouth, klub tempat ia membuat 10 penampilan Premier League dan di masa peminjamannya di Watford, ia sudah tampil 24 kali di liga di musim sebelumnya.
"Sangat menyenangkan bisa kembali ke sini, untuk bermain 90 menit dan untuk mendapatkan kemenangan," kata pemain berusia 21 tahun itu, yang memainkan laga ke-13 nya untuk Chelsea dan pertama kalinya sejak bermain selama 17 menit melawan West Brom pada Mei 2015.
"Saya telah banyak berkembang sebagai pemain [sejak saat itu], saya telah mendapatkan banyak pengalaman dalam dua tahun terakhir dan memainkan banyak laga. Saya mungkin merasa lebih berpengalaman - tidak terlalu banyak, tetapi lebih daripada sebelumnya."
"Di Premier League itu sulit. Ketika saya pergi ke Watford, saya mungkin masih muda, tapi saya belajar banyak selama musim itu dan kemudian musim ini bermain sebagai bek tengah Anda harus memenangi duel bola di udara."
"Saya saat itu berusia 19 tahun atau sekitar itu ketika saya pergi, yang merupakan usia yang baik untuk pergi dengan status pinjaman dan mendapatkan pengalaman dan memainkan banyak laga. Itu penting bagi saya, saya membutuhkannya. Anda belajar begitu banyak bermain setiap pekan dan Anda datang kembali menjadi pemain yang lebih lengkap."
Pengalaman seperti itu tidak diragukan lagi membantu Ake untuk bermain di peran barunya sebagai bek sayap kiri saat kembali ke Stamford Bridge, setelah sering bermain sebagai bek tengah untuk Bournemouth musim ini."
"Ini posisi yang sulit, tentu saja, tapi saya menikmatinya," katanya. "Butuh banyak pergerakan naik dan turun, jadi Anda perlu banyak energi. Saya agak lelah di akhir laga. Ini adalah pertama kalinya bagi saya."
"Anda harus lebih sering maju dan jika bola berada di sisi lain Anda pada dasarnya menjadi pemain sayap."
"Pada hari pertama saya kembali, [Antonio Conte] memanggil saya ke kantornya dan menjelaskan posisi  berbeda yang dilihatnya bisa saya mainkan dan apa yang dia harapkan dari saya ketika saya bermain di posisi tersebut."
"Baginya, usia tidak masalah. Saya hanya perlu menunjukkan kepadanya saya siap untuk berada di sini dan itulah yang saya coba lakukan dalam latihan. Itu hal yang positif ketika dia menelepon saya kembali dan itu memberi saya banyak kepercayaan diri."

Laga Internasional: Ghana ke Semifinal

Christian Atsu memenangkan penalti yang mengamankan tempat Ghana di semifinal Piala Afrika menyusul kemenangan 2-1 atas DR Kongo...
Babak pertama laga ini begitu menjemukan dan memberikan sinyal babak kedua tak akan berjalan seru, ketika Ghana menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik di area sepertiga akhir lapangan.
Meskipun sepakan Jordan Ayew berhasil membawa mereka unggul, pasukan Avram Grant kembali menyamakan skor lewat gol indah yang bisa menjadi kandidat gol terbaik turnamen ini lewat aksi Paul-Jose M'Poku.
Namun, Ghana akhirnya melangkah ke semifinal, dan Atsu menjadi penentu saat pergerakannya ke kotak penalti lawan dihentikan oleh sebuah dorongan. Kakak kandung Ayew, Andre, berhasil mengeksekusi penalti dengan 12 menit tersisa.
Atsu, yang telah bermain dengan status pemain pinjaman di Newcastle United di Divisi Championship musim ini, nyaris mencetak gol jelang laga berakhir saat sepakannya setelah bergerak menggiring bola digagalkan oleh sebuah aksi penyelematan yang bagus.
Langkah Ghana untuk meraih gelar Piala Afrika pertama mereka sejak 1982 berlanjut ketika mereka menghadapi Kamerun di semifinal kedua di Franceville pada hari Kamis, sementara Bertrand Traore dan Burkina Faso menunggu hasil pertandingan Mesir dan Maroko untuk mengetahui siapa lawan mereka di Libreville pada hari Rabu.

Fabregas: Pemain berbeda

Cesc Fabregas bermain bersama banyak pemain muda Chelsea saat menang di FA Cup pada Sabtu malam. Seusai laga, si pemain Spanyol memuji kontribusi dan komitmen tim secara keseluruhan.
Tiga gol dari permainan terbuka yang terjadi sebelum tendangan penalti Michy Batshuayi yang menyudahi perlawanan Brentford dengan skor 4-0 kemarin dicetak oleh tiga pemain senior yaitu WillianPedro dan Branislav IvanovicNathan Ake, yang belum lama ini ditarik dari masa peminjamannya, bergabung dengan sesama produk Akademi Chelsea lainnya, yaitu Ruben Loftus-Cheek dan Nathaniel Chalobah di starting line-up.
“Penampilan Ake fantastis,” kata Fabregas saat menilai permainan si pemain berusia 21 tahun itu, yang sebelumnya berposisi sebagai bek sayap namun dimasukkan ke dalam skema tiga bek.
“Sejak aku berada di sini, ia sudah berlatih bersama tim di pramusim dan aku selalu merasa bahwa ia pemain muda yang fantastis. Bagus sekali semua pemain muda kami menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan di laga-laga seperti ini dan juga menang, sesuatu yang penting dalam membangkitkan kepercayaan diri karena ini tidaklah mudah. Kami hanya bermain di Premier League dan FA Cup, jadi tidaklah mudah mendapat menit di tim ini tapi mereka mendapat banyak menit di laga ini dan menunjukkan kepada manajer apa yang bisa terjadi jika membutuhkan mereka, dan ini bagus.”
Fabregas menunjuk ada beberapa aspek yang seharusnya bisa dieksekusi dengan lebih baik saat melawan tim asal divisi Championship itu tapi itulah mengapa laga-laga seperti itu sangat bermanfaat untuk “menyetel” skuat, dan tak ada tanda-tanda berpuas diri dari si pemuncak klasemen. Jika memori kekalahan dari Bradford yang secara kebetulan juga tertinggal 2-0 di Stamford Bridge di babak yang sama dua musim yang lalu masih belum cukup, kekecewaan hasil-hasil lain di pekan ini sudah cukup memberikan pesan yang jelas.
“Lebih baik belajar dari kesalahan tim lain, seperti apa yang terjadi pada Liverpool dan kami melihatnya,” kata Fabregasnya. “Menjadi sebuah pelajaran yang berharga, sebelum memasuki lapangan Anda harus memberikan 100 persen. Ada banyak wajah berbeda di laga ini tapi pekerjaan mereka profesional. Kami tampil dengan baik, kami memberikan segalanya dan kami puas.”
Berikutnya adalah laga kontra Liverpool.
“Kami punya waktu tiga hari untuk mempersiapkan diri dengan baik dan pastinya manajer dan tim akan melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi laga yang kurasa akan menjadi sebuah laga yang fantastis dan kemenangan untuk kami.”

Thursday, January 26, 2017

Fabregas: Kemenangan vital

Cesc Fabregas berkata tim telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tantangan berat dari Hull dan si pemain Spanyol itu puas atas kemenangan penting itu.
Fabregas tampil dari bangku cadangan di babak kedua dan menghasilkan sebuah umpan dari bola mati yang dimanfaatkan dengan sempurna oleh Gary Cahill menjadi gol kedua dalam laga yang berakhir dengan skor 2-0 itu. Diego Costa sukses memecah kebuntuan tepat sebelum turun minum lewat sebuah tembakan menyelesaikan umpan silang Victor Moses dan membuat keunggulan kami di puncak klasemen melebar menjadi delapan poin.
“Pertama-tama aku ingin berkata, atas nama Chelsea dan tim, kami berdoa agar Ryan Mason cepat sembuh,” kata sang gelandang, menyusul insiden yang membuat pemain Hull itu dibawa ke rumah sakit akibat menderita cedera serius setelah beradu kepala dengan Cahill.
“Itu laga yang sangat sulit, kami tahu ini akan sulit sejak awal,” imbuhnya. “Kami telah mempersiapkan diri dengan baik untuk ini dan ini terbayar sudah. Tak ada laga yang mudah di Premier League tapi kami harus puas dengan hasil ini karena ini tiga poin yang kami inginkan.”
“Setelah akhir pekan ini, di mana ada beberapa hasil yang tak terduga, kami tahu kami harus menang di dua laga sulit dalam situasi di mana kami mendapatkan keuntungan yang kami inginkan.”
“Mungkin di babak pertama kami tidak menggerakkan bola secepat yang seharusnya, tapi terkadang Anda harus menang lewat cara yang tidak cantik.”
Fabregas kembali mencatatkan assist setelah menggantikan Eden Hazard di menit 69, ketika tendangan bebasnya ditanduk Cahill ke gawang lawan.
“Itu bagus,” katanya. “Aku bermain sepakbola untuk menang dan dinikmati. Ketika tidak bermain, aku merasa sedih dan aku tidak menikmatinya tapi aku senang tim telah bekerja dengan baik. Sepakbola adalah hidupku, segalanya bagiku. Setiap kali aku berada di lapangan, aku selalu berusaha memberikan yang terbaik. Dan di laga ini, (kerjaku) kembali berjalan dengan baik, jadi aku harus terus mempertahankannya dan menunjukkan kepada manajer bahwa aku layak tampil.”
Ia juga puas dengan rekan setimnya, Diego Costa, yang kembali tampil dan lagi-lagi mencetak gol vital.
“Itu gol yang bagus dan ia selalu ada saat dibutuhkan,” kata Fabregas. “Kami tahu apa yang diberikan Diego pada tim, tak ada yang perlu dijelaskan lagi. Kami senang ia kembali dan kami membutuhkan dia jika kami ingin mencapai target kami.”
Laga berikutnya bagi the Blues adalah laga di babak keempat FA Cup dengan menjamu Brentford pada Sabtu depan. Setelah itu, kami akan bertandang ke Anfield untuk menjalani laga besar di Premier League pada 1 Februari.
“Kami punya laga penting di FA Cup dan setelah itu aku yakin manajer akan mempersiapkan diri sebaik mungkin karena ia tahu bahwa Liverpool adalah salah satu tim terbaik di liga sejauh ini.”
“Kami hanya akan memainkan sepakbola kami. Kami sudah bermain dengan baik musim ini, jadi mengapa tidak pergi ke sana dan membuat pernyataan (tegas)?

Wednesday, January 25, 2017

Diego yang Mematikan: Uji pengetahuan Anda

Untuk merayakan penampilan ke-100 Diego Costa untuk Chelsea saat mengalahkan Hull akhir pekan lalu, kami berikan kuis spesial untuk menguji pengetahuan Anda tentang salah satu top skor Premier League saat ini…  

Perubahan jadwal Premier League bulan Maret

Dua jadwal pertandingan Chelsea di bulan Maret dijadwal ulang sehubungan dengan adanya siaran langsung televisi.
Laga tandang ke markas West Ham United kini dijadwalkan pada Selasa 7 Maret pukul 03:00 WIB.      
Pertandingan beriikutnya, menjamu Watford, akan dimainkan pada Selasa 14 Maret pukul 03:00 WIB meski ada kemungkinan dijadwal ulang lagi jika salah satu tim berhasil maju ke babak keenam.
Kedua pertandingan tersebut akan disiarkan secara langsung di Sky Sports. 

Saturday, November 26, 2016

Conte: Bukan Laga Biasa



Antonio Conte mengetahui dari pengalamannya sebagai pemain bahwa laga derby menghadirkan tantangan yang unik dan ia telah berbicara tentang itu saat Tottenham mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan ke London barat.
Karier berwarna bos kami di lapangan membawanya dari Lecce di selatan Italia ke Juventus di utara. Di klub yang berbasis di Turin, di mana dia memenangi banyak gelar termasuk Liga Champions, Conte bermain dalam banyak laga menghadapi tim-tim besar tradisional di tanah airnya, serta derby lokal penuh sejarah.
"Saya menyukai laga derby, pastinya," kata pria berusia 47 tahun itu. "Itu tidak biasa."
"Di Italia, ketika kami bermain derby melawan Torino, itu tidak mudah. Saya ingat banyak laga seperti itu ketika saya masih pemain sepak bola, tidak hanya sebagai seorang manajer. Laga ini tidak bisa ditebak."
"Ini juga normal di Italia ada pertandingan yang sangat sulit ketika Anda bermain melawan tim-tim besar: Juventus-Inter, Juventus-Milan, melawan Roma."
"Di Italia, saya dapat memberitahu Anda tentang hal itu dari pengalaman saya dalam  pertandingan melawan Torino, dan ketika saya bermain dengan Lecce melawan Bari - Laga ini sangat sulit dan para pendukung merasakan ini."
"Pasti ada intensitas yang fantastis selama pertandingan."
Conte memprediksikan hal yang sama hari ini ketika ia akan mencoba untuk membawa timnya meraih kemenangan ketujuh beruntun.
"Di London ada banyak tim, tapi laga ini spesial untuk suporter kami. Itu tidak penting untuk melihat masa lalu dan saya berharap itu tidak sulit untuk tetap fokus."
"Kami bekerja keras untuk meningkatkan permainan kami, untuk bermain sepakbola yang baik, dan saya pikir selama pertandingan kami harus fokus pada pertandingan, dan kemudian menempatkan gairah kami dengan baik. Saya ingin pemain saya untuk bermain dengan intensitas yang besar dan gairah yang besar, tapi selalu dengan cara yang benar."
Karier profesional Conte masih dalam masa perkembangan ketika Tottenham terakhir kali meninggalkan London barat dengan tiga poin, tapi ia berpikir rekor tak terkalahkan panjang kami terhadap mereka adalah hal yang tidak relevan untuk laga hari ini.
"Saya tidak suka statistik, karena mereka dingin. Anda harus hidup saat ini. Jika Anda berbicara tentang rekor tak terkalahkan kami saya dapat menjawab Anda bahwa dalam kompetisi ini Tottenham tidak terkalahkan, dan untuk alasan ini sangat penting untuk bermain dengan intensitas yang baik, untuk berusaha keras menang, dan untuk mengubah situasi itu."

Wednesday, November 16, 2016

Laga Internasional: Brazil menang lagi





Willian dimainkan jelang akhir laga ketika Brazil mengalahkan Peru 2-0 di laga kualifikasi Piala Dunia, sementara, dalam laga persahabatan pada Rabu dini hari, di Wembley berakhir imbang. Gary Cahill dan Cesar Azpilicueta menjadi starter untuk timnas mereka masing-masing dan di laga itu tuan rumah hampir saja menang.
Willian dimainkan di tujuh menit terakhir kala Brazil menang di Peru, hasil yang membuat mereka unggul empat poin di puncak klasemen grup kualifikasi mereka.
Gabriel Jesus menjadi pemain paling menonjol bagi tim tamu, pemain 19 tahun itu membuka gol di babak kedua sebelum kemudian bekerja sama dengan Renato Augusto untuk menjadikan skor 2-0 di 11 menit terakhir.
Willian menggantikan Jesus di menit 83 namun tidak punya cukup waktu untuk memberi dampak.
Di Wembley, Azpilicueta kembali dimainkan sebagai bek kiri untuk Spanyol dan sempat terjadi kekhawatiran akan kondisinya ketika ia terlihat kesakitan setelah ditekel Jamie Vardy - yang tidak dianggap pelanggaran oleh wasit. Bek kami ini bisa kembali bermain tapi timnya harus kebobolan tak lama kemudian. Adam Lallana mencetak gol lewat tendangan penalti setelah Vardy dilanggar Pepe Reina. Lallana juga yang mengirim umpan krusial tapi akhirnya gelandang Liverpool itu harus ditarik keluar akibat cedera di babak pertama.
Vardy membuat kedudukan menjadi 2-0 lewat tandukan sambil menjatuhkan diri di babak kedua. Gary Cahill digantikan Phil Jagielka saat turun minum. Setelah saling serang, masing-masing tim harus menerima tiga kartu kuning dan di menit 89, mantan striker Liverpool, Iago Aspas membuat Spanyol memperkecil ketertinggalan. Isco, yang baru saja menyia-nyiakan sepakannya, membuat skor menjadi 2-2 di menit kelima masa perpanjangan waktu. Meski Cahill sudah tidak bermain ketika kedua gol itu bersarang, Azpilicueta tetap bermain penuh.
Di Lens, Perancis, N'Golo Kante juga bermain penuh untuk Perancis yang bermain imbang 0-0 dengan Pantai Gading. Gelandang kami itu memiliki beberapa peluang di babak pertama namun satu sepakannya masih bisa diselamatkan kiper lawan dan peluang lainnya belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Victorian Angban dimainkan jelang akhir laga oleh tim asal Afrika itu.
Branislav Ivanovic masuk di menit 77 ketika Serbia berhadapan dengan Ukraina dalam sebuah laga persahabatan. Tuan rumah sempat unggul 1-0 tapi kemudian defisit bertambah lewat eksekusi tendangan penalti. Nemanja Matic tidak dimainkan di laga itu. Di tempat lain, Tomas Kalas bermain 90 menit penuh untuk Republik Ceko yang bermain imbang 1-1 dengan Denmark.
Di level Under-19, Trevoh Chalobah mencetak gol kedua Inggris yang menang 2-0 atas Yunani di turnamen mini dan dengan demikian Inggris berhak maju ke babak kualifikasi elit Piala Eropa.
Dujon Sterling dan Jay Dasilva juga bermain penuh untuk Inggris sedangkan Cole Dasilva - saudara Jay - ambil bagian dari kemenangan besar Wales Under-19 di turnamen yang sama. Mereka menaklukkan Luksemburg 6-2 dan kini memiliki jumlah poin yang sama banyak dengan Inggris dan Yunani. Meski demikian, mereka harus tersingkir akibat kalah selisih gol.